Surabaya, kartanusa– Suasana penuh keberkahan dan rasa haru mewarnai Aula Mas Mansyur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Kertomenanggal IV No. 1, Surabaya, Jawa Timur. 76 siswa Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengikuti Wisuda Al-Qur’an Bil Hifdzi & Bin Nadzor Tahun 2026. Sabtu (06/06/2026).
Dengan mengusung tema; “Cinta Al-Qur’an, Cahaya Masa Depan”, yang merefleksikan visi besar sekolah dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dan penerang langkah hidup mereka.
Hadir dan membuka secara resmi acara tersebut, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I. Hadir juga Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Ustadzah Luluk Humaida, S.Pd., M.Pd., Ketua Takmir Masjid Al-Mufidah, Ustadz Tohari dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wonokromo, Ustadz Nur Hamid.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Yayasan Nurul Falah Surabaya, Drs. KH. Ali Muafa, M.Ag., yang didampingi oleh Ustadz Chudori Koordinator TPQ di SDM 24 Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Sekretaris PCM Wonokromo, menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya acara tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas supportnya sehingga Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya, khususnya acara kali ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas gelaran Wisuda Al-Qur’an yang sudah berjalan selama ini sebagai komitmen Sekolah Karakter dalam membina karakter mulia siswa yang sesuai dengan brand dan visi serta misi Sekolah.
“Terimakasih atas supportnya semua pihak atas terselenggaranya Wisuda Al-Qur’an Bil Hifdzi dan Bin Nadzor. Kegiatan ini sebagai momentum Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya untuk terus berkomitmen dalam membina karakter mulia siswa yang sesuai dengan brand dan visi serta misi Sekolah.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Salman, panggilan akrabnya menyampaikan apresiasi juga kepada anak-anak yang mengikuti Wisuda Al-Qur’an kali ini, dimana mereka adalah anak-anak istimewa yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an dengan menghafalkannya.
“Kalian adalah anak-anak istimewa yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an, yang akan memberikan cahaya kebaikan, kebahagiaan, dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat, baik bagi dirinya, keluarga dan orang yang terlibat didalamnya.” Ungkap Ustadz Salman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini.
Ustadz Salman kemudian mengingatkan anak-anak dengan merujuk Hadits Nabi Muhammad SAW, yakni:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وعَلَّمَهُ
Artinya :“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori).
Menurutnya, melalui hadits Nabi Muhammad SAW tersebut menggambarkan bahwa dua hal penting, yakni: Pertama, Mempelajari Al-Qur’an; mulai dari membaca, menghafal, dan memahaminya maknanya.
Dalam hal ini, Ustadz Salman menegaskan bahwa anak-anak sudah sangat luar biasa, karena mampu membaca dengan baik dan benar, bahkan anak-anak sudah mampu menghafal Al-Qur’an dengan sangat luar biasa.
“Jangan berhenti, teruslah membaca dan menghafal Al-Qur’an untuk menyinari hidup kita, sehingga jalan kesuksesan kita semakin mudah.” Tandasnya.
Kedua, Mengamalkan Al-Qur’an; mengamalkan isi dari Al-Qur’an menjadi penting, sebab Al-Qur’an adalah kalan Allah SWT dan merupakan pedoman hidup bagi manusia, khususnya umat Islam.
Hal ini senada dengan hadits Nabi Muhammad SAW lainnya, yakni:
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Artinya :“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)
“Hadits tersebut difahami untuk menyampaikan segala sesuatu dari Nabi Muhammad SAW, yang sudah diamalkan dalam kehidupan kita, sehingga menjadi ilmu yang penuh keteladanan. Jangan sampai kita pandai menyampaikan, tahu ilmunya, tetapi tidak mengamalkannya.” Terangnya.
Karena hal itu, lanjut Ustadz Salman, adalah keteladanan Rasulullah SAW yang juga telah dilaksanakan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan dalam mempelajari Al-Quran, memahami isinya dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Lahirnya banyak Amal Usaha Muhammadiyah yang kita rasakan saat ini adalah bagian dari memahami makna Al-Qur’an dan diimplementasikan dalam kehidupan. Melalui Surat Al-Ma’un yang sering disebut Teologi Al-Ma’un menjadi inspirasi KH. Ahmad Dahlan dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah untuk kemaslahatan umat.” Tegasnya.
Di akhir sesi, Ustadz juga menyampaikan bahwa momen ini nostalgia dirinya dengan keluarga besar Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, sebelum berpindah tugas di Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya.
“Akhirnya, dengan bacaan basmalah bersama-sama, Bismillahirrahmanirrahim, acara ini dengan resmi dibuka.” Pungkasnya (Humas/Gus).







