Surabaya, kartanusa – Guna memberikan penyegaran pasca ujian Sumatif Akhir Tahun (SAT) sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, Sekolah Unggul dan Karakter SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Surabaya menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) massal. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 dan 11 ini berlangsung meriah di Studio CGV Cinemas Maspion Square, Surabaya. Rabu (10/6/2026).
Tidak sekadar rekreasi, film yang dipilih dalam agenda nobar kali ini memiliki bobot edukasi yang mendalam, yaitu sebuah mahakarya terbaru yang disutradarai oleh sutradara kondang tanah air, Hanung Bramantyo.
Film yang ditonton oleh ratusan siswa Smamga ini menyajikan narasi yang sangat kuat dan menarik. Di tangan Hanung Bramantyo, kisah perjuangan kakak-beradik dalam keterbatasan ekonomi ini dikemas dengan sinematografi yang memukau dan dialog yang menyentuh hati.
Hanung berhasil mengadaptasi esensi emosional dari cerita aslinya ke dalam konteks yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penonton diajak menyelami arti ketulusan, tanggung jawab, dan pengorbanan tanpa batas demi keluarga. Alurnya yang emosional namun sesekali diselingi humor segar membuat film ini tidak membosankan dan sangat relevan bagi generasi muda saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Smamga Surabaya, Ustadzah Erlina Wulandari, S.Pd., yang turut mendampingi para siswa di bioskop, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari metode pembelajaran kontekstual di luar kelas.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga dari realitas kehidupan yang digambarkan lewat karya seni. Film arahan Hanung Bramantyo ini sarat akan pesan moral tentang kegigihan dan rasa syukur. Kami berharap sepulang dari bioskop, anak-anak bisa lebih berempati dan menghargai perjuangan orang tua mereka.” Ujar Ustadzah Erlina.
Antusiasme tinggi juga tampak dari raut wajah para siswa. Dzelin Aulia Ramadhani, siswa kelas 11 sekaligus Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamga Surabaya, mengaku sangat terkesan dengan inisiatif sekolah dan keseruan film yang baru saja mereka saksikan.
“Filmnya seru banget dan bikin terharu. Jujur, perjuangan tokoh utama di film itu menampar kita semua yang kadang masih suka mengeluh. Buat saya pribadi dan teman-teman di IPM, film ini mengajarkan kalau keterbatasan itu bukan alasan untuk menyerah, tapi justru jadi bahan bakar untuk berprestasi.” Ungkapnya dengan semangat.
Melalui agenda seperti ini, Smamga Surabaya kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan kecerdasan emosional dan spiritual. (Dyan).







