Palembang, kartanusa — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan SAKA Pesantren PBNU kembali melanjutkan rangkaian agenda nasional dengan menggelar Roadshow Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” yang ke-14. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta ini bertempat di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, Palembang, Sumatra Selatan. Dilansir dari laman resmi media sosial TVNU pada Sabtu (25/07/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata ikhtiar PBNU dalam memperkuat sistem perlindungan bagi para santri di lingkungan pondok pesantren. Selain itu, momentum tersebut juga difokuskan untuk mendorong percepatan transformasi pesantren agar semakin adaptif dalam menjawab berbagai tantangan zaman, tanpa harus meninggalkan jati diri, akar tradisi, serta nilai-nilai kepesantrenan yang telah lama mengakar.
Dalam rangkaian acara yang sama, RMI PBNU secara resmi turut meluncurkan program “Digdaya Pesantren” yang diperuntukkan bagi seluruh pondok pesantren di wilayah Sumatra Selatan. Peluncuran ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dan kapasitas digital pondok pesantren di era modern.

Sementara itu, dalam kesempatan yang tersebut, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dalam arahannya memberikan pesan penting kepada para pimpinan dan pengasuh pesantren yang hadir. Gus Yahya menekankan pentingnya pesantren untuk terus beradaptasi serta melakukan transformasi strategis dalam merespons dinamika perkembangan zaman.
“Pentingnya pesantren untuk terus beradaptasi serta melakukan transformasi strategis dalam merespons dinamika perkembangan zaman.” Tutur Gus Yahya, Ketum PBNU.
Lebih lanjut, Gus Yahya mengingatkan agar proses modernisasi tersebut tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga identitas luhur dan nilai-nilai khas pesantren. (Humas/Gus).








