Jakarta, kartanusa – Ekskalasi konflik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah memantik keprihatinan mendalam dari Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) periode 2019–2024, K.H. Ma’ruf Amin. Dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (29/07/2026).
Ketegangan terbaru yang melibatkan aksi saling serang di sekitar kawasan strategis Selat Bab el-Mandeb dinilai tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga membawa dampak sistemik bagi dunia Islam secara global, termasuk Indonesia.
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Ma’ruf Amin mengungkapkan rasa sedih sekaligus keprihatinannya atas pertikaian yang melibatkan sesama negara dan bangsa Muslim tersebut.
“Memperhatikan perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, khususnya eskalasi di kawasan strategis Bab el-Mandeb, saya merasa sedih dan prihatin.” Ujar Kiai Ma’ruf Amin.
Lebih lanjut, K.H. Ma’ruf Amin mengajak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyah), dan mengingatkan kembali pentingnya menjaga kesucian darah dan kehormatan sesama Muslim. Karena itu, Kiai Ma’ruf mengetuk nurani para pihak yang berkonflik agar segera menghentikan pertumpahan darah dan mengutamakan meja perundingan.
“Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci.” Tegas K.H. Ma’ruf Amin.
Solusi Jalan Tengah: Inisiatif “Jembatan Dialog Empat Pilar”
Menurutnya, sebagai langkah konkret dan wujud nyata moderasi (tawasuth) untuk meredam krisis yang kian membahayakan perdamaian dunia, ia menawarkan tentang gagasan diplomasi strategis berupa “Jembatan Dialog Empat Pilar” sebagai jalan tengah penyelesaian konflik. (Humas/Gus).








