spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaKetua Kwarwil HW Jatim: Perkaderan Harus Menjadi Budaya Hizbul Wathan

    Ketua Kwarwil HW Jatim: Perkaderan Harus Menjadi Budaya Hizbul Wathan

    Bojonegoro, kartanusa – Terus berkemajuan dan mencerahkan, Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, menegaskan bahwa perkaderan harus menjadi budaya yang terus hidup dalam organisasi.

    Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Jaya Melati I yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Bojonegoro. Kamis (30/07/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Ramanda Fathurrahim, Ketua Kwarwil Hizbul Wathan Jatim menegaskan bahwa Jaya Melati I merupakan model perkaderan resmi Hizbul Wathan yang dirancang untuk mencetak calon pembina di setiap qobilah.

    Menurutnya, keberadaan pembina yang kompeten menjadi kebutuhan yang sangat mendesak agar proses pendidikan kepanduan di tingkat qobilah dapat berjalan secara optimal.

    “Perkaderan tidak boleh hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi harus menjadi budaya organisasi. Dengan budaya perkaderan yang kuat, regenerasi kepemimpinan dan pembinaan di Hizbul Wathan akan terus terjaga.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini jumlah pelatih dan pembina lulusan Jaya Melati I masih jauh dari kebutuhan. Rasio antara jumlah peserta didik dengan pelatih di banyak qobilah dinilai belum seimbang sehingga memerlukan percepatan kaderisasi.

    Ramanda Fathurrahim menilai bahwa penyelenggaraan Pelatihan Jaya Melati I oleh Kwarda HW Bojonegoro merupakan momentum yang sangat strategis. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kwarda Bojonegoro dalam menjadikan perkaderan sebagai program prioritas untuk memperkuat organisasi di masa depan.

    “Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kwarda Hizbul Wathan Bojonegoro yang telah menyelenggarakan Jaya Melati I ini. Semoga menjadi awal yang baik untuk melahirkan kader-kader pembina yang tangguh dan berkomitmen mengembangkan Hizbul Wathan di setiap qobilah.” Tegasnya.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, sinergi antara persyarikatan dengan Hizbul Wathan menjadi modal penting dalam memperkuat sistem perkaderan di lingkungan Muhammadiyah.

    Pembukaan Pelatihan Jaya Melati I juga dihadiri sejumlah tokoh senior Hizbul Wathan. Di antaranya; Ramanda Sa’dullah, yang kini berusia 80 tahun dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwarda HW Bojonegoro periode kedua setelah Ramanda A. Syarwani. Kehadiran tokoh senior tersebut menjadi inspirasi sekaligus bukti kesinambungan perjuangan kader Hizbul Wathan dari generasi ke generasi.

    Melalui pelatihan ini diharapkan lahir pembina-pembina baru yang mampu menggerakkan qobilah secara aktif, memperkuat karakter kader, serta menjadikan budaya perkaderan sebagai fondasi utama kemajuan Hizbul Wathan di Bojonegoro maupun Jawa Timur. (FRS).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here