Surabaya, kartanusa — Terus berkemajuan dan mencerahkan, persiapan Akreditasi Perpustakaan Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya terus dilakukan. Sebanyak 10 tenaga perpustakaan mengikuti bimbingan bersama Muhammad Arif dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya di Meeting Room Perpustakaan Spemma. Senin (14/09/2026).
Dalam paparannya, Muhammad Arif menjelaskan tentang enam komponen akreditasi perpustakaan secara bertahap, meliputi; koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga, penyelenggaraan, serta pengelolaan perpustakaan. Ia juga mengatakan bahwa setiap bagian dibahas berdasarkan kondisi yang ada agar laporan dan bukti pendukung yang disiapkan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
“Jangan hanya mengejar kelengkapan laporan. Apa yang ditulis harus sesuai dengan kegiatan yang benar-benar dilakukan dan didukung bukti yang jelas.” Ujar Muhammad Arif saat memberikan bimbingan.
Selain membahas dokumen, tambahnya, peserta juga melakukan simulasi hasil penilaian akreditasi melalui laman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. Pada hari yang sama, permohonan akreditasi Perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya juga telah dibuat melalui SIPAPI Perpustakaan Nasional.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., Kepala Spemma Pucang Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan dan pelatihan persiapan akreditasi perpustakaan di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya merupakan langkah strategis sekolah untuk meningkatkan standar tata kelola perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
“Program pendampingan ini melibatkan kerja sama dengan lembaga pembina, seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya untuk memantapkan kesiapan pengelolaan literasi sekolah.” Tutur Ustadz Misbach, panggilan akrabnya.
Focus dan Area Pendampingan
Menurut Ustadz Misbach, dalam pelatihan dan pendampingan persiapan akreditasi ini, pengelola perpustakaan sekolah mendapatkan arahan pada beberapa fokus utama:
Pertama, Pengorganisasian & Layanan Koleksi.
- Pengolahan Buku: Klasifikasi materi/buku menggunakan sistem DDC (Dewey Decimal Classification), katalogisasi, dan inventarisasi koleksi.
- Pengembangan Koleksi: Penyesuaian variasi buku (buku pelajaran, keislaman, referensi, sastra, hingga pengayaan) agar memenuhi rasio kecukupan jumlah koleksi terhadap jumlah siswa.
Kedua, Sarana & Prasarana Perpustakaan.
- Penataan ulang area membaca (individual maupun kelompok), tata letak rak, kenyamanan pencahayaan, serta kerapian ruang perpustakaan.
- Integrasi fasilitas pendukung seperti pojok baca kelas dan sarana literasi berbasis proyek.
Ketiga, Kelengkapan Administrasi & Borang Akreditasi.
- Penyusunan Portofolio: Pengumpulan bukti fisik terkait manajemen perpustakaan, laporan peminjaman/pengembalian, dan statistik pengunjung.
- Penyusunan Profil & Standar Operasional Prosedur (SOP): Pembuatan SOP layanan perpustakaan, tata tertib, serta dokumen program kerja tahunan perpustakaan.
- Penguatan Program Literasi Sekolahdan Evaluasi serta penguatan program rutin perpustakaan, seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS), pembiasaan membaca sebelum KBM, dan pameran/resensi buku.
- Pengembanan otomasi/digitalisasi perpustakaan bertahap agar memenuhi indikator penilaian modernisasi perpustakaan.
Manfaat & Tujuan Utama
Pertama, Sertifikasi Standar Nasional: Memastikan perpustakaan sekolah diakui secara resmi dan meraih predikat akreditasi terbaik (seperti peringkat A/B).
Kedua, Peningkatan Kualitas Layanan: Memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi siswa serta guru dalam mencari referensi pembelajaran.
Ketiga, Menunjang Core Value Sekolah: Sejalan dengan komitmen Spemma (Professional, Excellence, dan Modern Mindset) dalam menghadirkan pusat sumber belajar yang mutakhir dan representatif.
Senada dengan itu, Ustadzah Evve Widiarare Putri, S.Ptk., salah satu tenaga perpustakaan Spemma Pucang Surabaya merasa senang dengan ilmu yang didapatkannya
“Penjelasan yang diberikan Pak Arif membantu kami mengetahui bagian yang sudah siap dan mana yang masih perlu dilengkapi. Kami jadi lebih memahami tahapan akreditasi dan apa saja yang harus dipersiapkan. Arahan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami.” Ujar Ustadzah Evve, panggilan akrabnya.
Seluruh dokumentasi akreditasi ditargetkan selesai 25 September 2026 untuk kemudian diunggah ke SIPAPI, termasuk video profil Perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. (Firman).








