Surabaya, kartanusa— Prestasi membanggakan di bidang kelestarian lingkungan hidup kembali ditorehkan oleh institusi pendidikan berbasis keagamaan. Pondok Pesantren (Ponpes) Islamic Center eLKISI resmi dinobatkan sebagai Juara 2 Eco Pesantren Tingkat Jawa Timur.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam rangkaian seremoni Peluncuran Dokumen Profil dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026–2030. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan berskala provinsi yang diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara DLH Provinsi Jatim, Kementerian PPN/Bappenas, GIZ Indonesia (Program GBF Implementation), serta Anwar Muhammad Foundation (AMF).
Selain meluncurkan dokumen pedoman keanekaragaman hayati daerah, Pemprov Jatim turut memberikan Penghargaan Lingkungan Hidup kepada berbagai lembaga pendidikan, komunitas, dan instansi yang konsisten menjaga ekosistem.
Laboratorium Alam Edupark dan Pembiasaan Green Lifestyle
Keberhasilan eLKISI meraih predikat sebagai salah satu pesantren ramah lingkungan terbaik di Jawa Timur berakar dari komitmen kuat seluruh elemen civitas akademika.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepesantrenan Putri eLKISI, Ustadzah Suciati, mengungkapkan bahwa pihak pondok telah mengintegrasikan isu pelestarian lingkungan ke dalam ritme kehidupan sehari-hari para santri.
“Ponpes eLKISI memiliki komitmen mendalam dalam menjaga lingkungan hidup di sekitar pesantren. Kami memanfaatkan Edupark eLKISI sebagai laboratorium alam dan melibatkan seluruh warga pesantren, mulai dari guru, karyawan, hingga santri—dalam berbagai program lingkungan.” Ungkap Ustadzah Suciati.
Penerapan gaya hidup hijau (green lifestyle) di lingkungan pesantren diwujudkan melalui aksi nyata yang konsisten, seperti jadwal rutin merawat tanaman, kegiatan piket kebersihan harian asrama, serta optimalisasi area Edupark.
Pemilahan Sampah Mandiri dan Pemanfaatan Dropbox
Dalam hal pengelolaan kebersihan dan limbah, Ponpes eLKISI menerapkan sistem pemilahan sampah harian yang digerakkan secara partisipatif oleh para santri. Sebagai wujud penguatan fasilitas, armada eLKISI bahkan mengambil 4 unit dropbox sampah langsung di Kantor DLH Provinsi Jawa Timur pada Selasa pagi sebelum acara penyerahan penghargaan dimulai.
Fasilitas baru tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik yang telah berjalan di area pondok, guna mewujudkan tata kelola lingkungan pesantren yang semakin rapi, higienis, dan berkelanjutan.
Integrasi Fiqih Lingkungan dan Cetak Generasi Sadar Alam
Lebih lanjut, Ustadzah Suciati menjelaskan bahwa pendidikan lingkungan di eLKISI tidak berdiri sendiri, melainkan dibangun di atas fondasi nilai-nilai keislaman melalui pendekatan fiqh al-bi’ah (fikih lingkungan). Nilai-nilai ini diintegrasikan langsung ke dalam materi kajian serta kegiatan pembelajaran harian santri.
Rangkaian acara di Surabaya tersebut juga dimeriahkan dengan Talkshow Interaktif bertema; “Mewujudkan Pengelolaan Kehati Jawa Timur yang Partisipatif, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Diskusi ini menghadirkan beragam narasumber lintas sektor, mulai dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendagri, DLH Jatim, Masyarakat Adat Tengger, hingga sektor swasta seperti PT Petrokimia Gresik.
Dengan diraihnya penghargaan ini, pihak pesantren berharap dapat terus memperluas sinergi dengan berbagai instansi demi menjaga kelestarian alam serta menginspirasi lembaga pendidikan lainnya.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi eLKISI untuk terus meningkatkan program yang ada dan menjadi pesantren rujukan kelestarian lingkungan hidup. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sangat strategis untuk membina generasi muda yang sadar lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.” Pungkas Ustadzah Suciati. (Humas/AZ).









