spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 188

    Sosialiasi Program Sekolah, Spempat Gelar Orientasi Orang Tua Siswa

    0

    Surabaya, kartanusa – Setelah orientasi siswa baru bertajuk Fortasi usai, Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya gelar orientasi orang tua. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan berbagai program sekolah, wali kelas, dan tata tertib siswa. Sabtu (20/7/2024).

    Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Kepala SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya, Ustadzah Laili Rahmi, S.Pd. Ia mengatakan bahwa kegiatan orientasi orang tua sangat penting untuk membangun hubungan baik antara sekolah dan orang tua.

    “Tak kenal maka tak sayang, izinkan kami mengenalkan beberapa prestasi, keunggulan, dan ciri khas sekolah.” Ujarnya.

    Ia menjelaskan tentang di sekolah Spempat ini, ada beberapa guru yang lolos guru penggerak, program Pembatik. Selain itu, siswa juga menorehkan berbagai prestasi tingkat kota, propinsi, dan nasional.

    “Dalam dua tahun terakhir, capaian rapor pendidikan sekolah berbasis pesantren ini menunjukkan tren baik. Semua indikator keberhasilan terlampaui dengan baik. Alhamdulillah, kita mendapatkan Predikat Sekolah Dengan Kemajuan Terbaik dari Kementerian Pendidikan dan Ristek Republik Indonesia. Tentunya ini berkat kerja keras semuanya.” Pungkasnya.

    Setelah sambutan dari kepala sekolah, kegiatan ini dilanjut dengan pengarahan beberapa kegiatan sekolah beserta pembagian wali kelas dari Ustadz Zaenal Maftukhin, S.Si Wakil Kepala Sekolah Kurikulum.

    “Untuk kelas 7A nanti dengan Ustaz Faisal, kelas 7B dengan Ustaz Adenin, dan kelas 7C didampingi Ustazah Ari.” Tuturnya.

    Selanjutnya, ia menerangkan beberapa program sekolah di antaranya Kegiatan Tengah Semester, Ujian Tertib Ibadah, sampai dengan Ujian Akhir Semester.

    “Semua program sekolah ada di slide ini, silahkan bisa dipotret untuk dipelajari lebih lanjut.” Imbuhnya.

    Sementara itu, Ustadz Taufiqur Rohman, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan menanyakan motivasi orang tua mendaftarkan anaknya di Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya.

    Pertanyaan itu disambut oleh wali murid dari Dewa. Menurutnya, ia berharap anaknya di SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya, agar semakin mantap dalam hal keagamaan dan ibadahnya.

    Ekstrakurikuler di sekolah ini ada dua macam, Bapak-Ibu. Ada Ekstrakurikuler wajib dan sunnah. Yang wajib Tapak Suci dan yang sunnah ada 16 pilihan. Monggo dikomunikasikan dengan putra-putrinya.” Pungkasnya. (Humas/Taufiq).

    Ini Pesan Konselor BKKBN Jawa Timur Pada Fortasi Spempat

    0

    Surabaya, kartanusa – Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) merupakan kegiatan rutin awal tahun yang diselenggarakan oleh sekolah Muhammadiyah. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik baru untuk belajar adaptasi dengan lingkungan sekolah. Selain itu, siswa baru juga dituntun untuk mengembangkan diri melalui aktivitas yang beragam.

    Salah satu kegiatan pengembangan diri dalam Fortasi juga dilakukan Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya. Siswa baru dibekali dengan aktivitas belajar materi mencegah perundungan yang merupakan salah satu dosa besar pendidikan. Kamis (18/7/2024).

    Seiring dengan berkembangnya teknologi, perundungan tidak lagi dilakukan secara fisik maupun psikis. Perundungan juga mulai merambah media sosial atau yang lazim disebut sebagai cyber bullying.

    Untuk memberikan pengertian tentang bahaya bullying, Panitia Fortasi SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya mengundang Fini Rahmatika, Konselor Psikologis Layanan Keluarga Sejahtera BKKBN Jawa Timur. Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan bahwa bullying dapat meninggalkan trauma yang cukup dalam bagi korbannya.

    “Perundungan bisa berdampak jangka pendek dan panjang. Contoh dampak pendeknya ketika kondisi kita merasa tidak nyaman karena mengalami perundungan maka berpengaruh ke fisik jadi bisa merasa sakit.” Katanya.

    Ia berpendapat bahwa bullying terjadi di sekolah, semua ekosistem sekolah harus melindungi korban dari tindakan perundungan. Jika terjadi perundungan, bukan hanya tugas guru saja untuk melindungi korban, namun juga orang tua dan teman-teman harus berusaha untuk bertindak sesuai porsinya.

    “Mereka harus mendapatkan perilaku khusus dan juga motivasi yang lebih.” Imbuhnya.

    Sementara ditempat yang sama, Kepala Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya, Ustadzah Laili Rahmi, S.Pd. menyampaikan bahwa perundungan merupakan hal yang harus dihilangkan sepenuhnya di sekolah. Perundungan yang biasanya dimulai dari saling ejek antar siswa yang harus diantisipasi. Salah satunya dengan memberikan pengertian tentang bahaya perundungan kepada siswa baru.

    “Perlu pemahaman yang masif tentang bahaya perundungan ini, karena sangat berpengaruh pada kondisi psikologis siswa yang menjadi korban.” Ujarnya.

    Rizal, salah satu siswa baru, mengaku baru kali pertama mengetahui jika bahaya perundungan bisa sejauh itu. Ia awalnya menganggap saling ejek antar teman hanya sebatas candaan.

    “Setelah ini saya harus sebisa mungkin menghindari ngejek-ngejek teman, bahaya ternyata.” Katanya. (Humas/Taufik).

    Peringati Hari Anak Nasional (HAN), Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Gelar Big Day di Taman Jangkar Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya menggelar Big Day di Taman Bermain Jangkar Jambangan Surabaya. Mengambil tema “Generasi Islam Terlindungi, Indonesia Maju”, kegiatan Big Day tersebut diikuti sekitar 220 siswa dan orang tua kelas 1 beserta kepala, guru, juga karyawan SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Sabtu (20/7/2024).

    Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd. menyampaikan bahwa agenda Big Day adalah merupakan rangkaian dari kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus menyambut Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2024.

    “Kegiatan tahunan ini rutin kami laksanakan bagi anak-anak kelas satu, selain untuk pengenalan sekolah dan lingkungan, kami juga ingin menguatkan kedekatan orang tua dengan anak.” Ujarnya.

    Ia mengingatkan tentang pentingnya mempunyai pemahaman dan kesadaran yang sama untuk memberikan hak-hak kepada anak, bukan hanya sandang, pangan, dan papan saja.

    “Namun yang paling penting tentu saja pendidikan, kasih sayang dan orang tua ada waktu bermain dengan anak.” Imbuhnya.

    Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa kegiatan ini, antara orang tua dan anak akan bermain bersama, saling bekerja sama, sehingga tumbuh rasa kedekatan orang tua dan anak dengan berbagai permainan yang telah dipersiapkan.

    “Ada empat permainan yang kami persiapkan yakni, permainan estafet balok, estafet bola pingpong, game sweat, dan ular tangga.” Tutur Norma yang juga aktif di Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surabaya.

    Keseruan Lomba Kolaborasi Anak dan Orang di Big Day Hari Anak Nasional Sekolah Karakter

    Dengan permainan tersebut, diharapkan akan meningkatkan kekompakan anak dan orang tua, serta bisa saling mengenal antara sesama warga kelas 1, baik wali murid maupun siswa SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

    Sementara itu, salah satu wali murid peserta Big Day, Ervan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pihak SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya.

    “Saya sangat senang dan semangat sekali mengikuti kegiatan Big Day ini, karena memberikan semangat yang luar biasa serta bisa saling mengenal dengan anak maupun orang tua lainnya.” Ungkapnya.

    “Barangkali kedepannya kegiatan positif seperti ini bisa dikembangkan dan lebih kreatif lagi tentunya.” Tandasnya. (Humas/Gus).

    PD IPM Kota Surabaya Gelar Futsal Match Fortasi Wani 2024 Peringati Milad ke 63

    0

    Surabaya, kartanusa – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhamadiyah (PD-IPM) Kota Surabaya memfasilitasi Pelajar Muhammadiyah se-Surabaya dengan mengadakan Lomba Futsal dan Supporter Muhammadiyah se-Surabaya. IPM Surabaya membawa aspirasi Pelajar Muhammadiyah dalam bidang olahraga dan supporter. sebuah langka awal untuk memulai kebaikan dan prestasi ini.

    Hadir memberikan sambutan motivasi, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Ustadz Muhammad Jemadi, MA., menyampaikan bahwa dakwah yang di gaungkan oleh teman-teman IPM tak hanya diatas mimbar tetapi juga di lapangan harus di jadikan media dakwah.

    “Menang adalah sebuah kebanggaan, tetapi ada yang lebih penting yaitu merawat silaturrahim merawat. Membawa spirit kebersamaan merawat rasa yang sama. Agenda kali ini, berjalan dengan khidmat, dimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah selalu menjadi patron-patron dakwah Muhammadiyah menuju kebaikan”. Ujarnya.

    Keseruan Para Supporter Futsal Sekolah Muhammadiyah se-Surabaya

    Ia menjelaskan bahwa momentum Ini adalah sebuah awal baru bagi Pelajar Digdaya yang diusung oleh PD IPM Kota Surabaya. Hari ini seluruh Pelajar Muhammadiyah berkumpul pada ajang lomba Futsal Match Fortasi Wani 2024, bukan untuk bersaing melainkan menjalin ukhuwah sebagai sesama pelajar Muhammadiyah. Pelajar Digdaya telah tumbuh menjadi sebuah gagasan yang menguatkan seluruh bakat yang ada pada dalam diri kader Muhammadiyah. Mereka lah penerus sosok pemain yang akan mewakili Muhammadiyah di ajang lebih besar.

    “Tidak hanya mengadakan perlombaan futsal, akan tetapi euforia supporter tiap sekolah juga menyemangati sekolahnya dalam mengikuti perlombaan futsal se-Surabaya. Kami berharap, ini bukan hanya ajang perlombaan saja, akan tetapi sebagai forum silaturrahim dalam segi olahraga yang menyenangkan.” Tandasnya. (Humas/Laras).

    Upaya Kenalkan Budaya Lokal Bangsa Indonesia, MPLS Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Ajarkan Tari Remo Bersama

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya gelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama sepekan acara ini dilaksanakan dengan berbagai macam agenda, mulai Welcoming Day for Parent, senam bersama, mengenal lingkungan, game edukasi, dan lain-lain.

    Di hari yang ke 4, MPLS Sekolah Karakter mengajak seluruh siswa baru, untuk lebih mengenal dan mencintai budaya lokal. Mulai dari mengenal tari tradisional, juga makanan dan minuman tradisional asal daerah. Kamis (19/7/2024).

    Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd., Kepala Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan MPLS di hari yang ke 4 ini, selain mengenal tari, anak-anak juga mempraktikkan tari asal Surabaya Jawa Timur yaitu Tari Remo. Dan juga tidak lupa diajarkan membuat minuman khas Surabaya, yaitu Sinom.

    “Mereka terlibat langsung, dengan penuh antusias mengikuti arahan para pemateri. Ini upaya kami untuk mengenal dan mencintai budaya lokal Indonesia kepada anak-anak sejak dini.” Ujarnya.

    Ustadzah Inda Mengajari Anak-anak Membuat Minuman Sinom

    Sementara itu Ustadzah Rahma Inda Wahyu Wigati, S.Pd., menyampaikan bahwa Sinom adalah salah satu minuman khas Surabaya. Cara membuatnya sederhana dan bahannya murah tapi manfaatnya untuk kesehatan luar biasa.

    “Yuk anak-anak, kita membuat minuman sinom, minuman tradisional khas surabaya. Minuman ini cara membuatnya sederhana, bahannya juga sederhana. Tapi manfaat untuk kesehatan sangat banyak”. Ujarnya.

    Selain membuatnya sendiri, anak-anak juga bisa mencicipi sinom buatannya. Dan tidak lupa, minuman sinom buatan anak-anak, diberi lebel Sinom Sahabat 24. (Humas/Gus).

    Inspirasi Kehidupan : Aktivitasmu adalah Surgamu

    0

    Inspirasi Kehidupan : Aktivitasmu adalah Surgamu

    Oleh Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I.

    (Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

    Bismillah semoga Allah SWT mengenal kita sebagai hamba yang selalu Bersyukur atas semua karunia-Nya diantaranya adalah karunia berupa sehat dan waktu.

    Allah SWT hadirkan kita di dunia ini, agar kita menjadi hamba yang mulia disisi-Nya. Dan kemuliaan itu bisa kita ikhtiarkan dengan aktivitas keseharian kita, aktivitas itu disebut dengan ibadah sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 :

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

    Artinya: “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

    Dan juga di dalam QS. Al Baqarah ayat 21:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

    Artinya  “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.”

    Taqwa adalah kemuliaan seperti dijelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 :

    اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِ

    Artinya :“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa.” 

    Dua puluh empat jam dalam sehari semalam, Allah SWT berikan untuk kita beraktivitas agar bisa meraih predikat mulia disisi-Nya. QS. Al-‘Asr ayat 1-3 mengingatkan kita semua :

    وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْر اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

    Artinya :“Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

    Mulai bangun tidur sampai tidur kembali aktivitas itu disebut dengan ibadah, baik ibadah mahdhoh maupun ibadah ghairu mahdhoh.

    Kita berikan semua aktivitas kita kepada Allah SWT. QS. Al-An’am ayat 162 memperkuat pemahaman kita :

    قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Artinya :“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Seluruh Alam.”

    Dua kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada manusia, yang harusnya bisa dijadikan aktivitasnya untuk mengantarkannya kepada surga. Tetapi justru kebanyakan manusia menjerumuskan dirinya kedalam neraka. Dua kenikmatan itu adalah sehat dan waktu senggang.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

    Artinya :”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas).

    Hanya orang-orang yang beriman dan beramal shalih saja yang mampu meraih surga. Ketika Allah SWT berikan sehat dan waktu, mereka akan menggunakan sehat dan waktu itu untuk bisa meraih kemuliaan disisi Allah SWT. Allah SWT mengingatkan kita dalam QS. Al-Kahfi ayat 107 :

    اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا ۙ

    Artinya :“Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal.”

    Pembangunan Gedung Muhammadiyah Tahfidz Center (MTC), Diumumkan di Rapat Awal Tahun Ajaran Spempat

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya Gelar Rapat Awal Tahun Ajaran 2024-2025. Rapat awal tahun ini dihadiri oleh guru, karyawan, pembina tartil, dan pembina ekstrakurikuler SMPM 4 Gadung Surabaya.

    Hadir juga Ustadz Dr. Arfan Fahmi, M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo dan Ustadz Ir. Luqman Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo (PCM) Wonokromo.

    Mengawali sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Ustadz Dr. Arfan Fahmi, M.Pd., menyampaikan tentang tiga pilar dalam pendidikan.

    “Tiga pilar itu, niat karena Allah SWT. Kalau kita semua niatnya sama, usaha kita akan dipermudah.” Ujarnya.

    Selain itu, harus melihat strategi tujuannya atau goal setting sehingga menjadi kenyataan. Yang terakhir, yaitu evaluasi, refleksi, tindak lanjut. Dari kegiatan itu nanti terbit perbaikan-perbaikan pada program sekolah.

    “Pendidikan adalah bisnis janji dan melayani. kita sebagai guru harus berusaha menepati.” Imbuhnya.

    Sementara ditempat yang sama, Ustadz Ir. Luqman Ketua PCM Wonokromo menyampaikan bahwa anak adalah makhluk ciptaan Allah yang punya nilai untuk dapat melakukan kompetisi.

    “Tugas sekolah harus menyiapkan alumninya yang berdaya saing unggul sehingga dapat dilihat oleh masyarakat luas.” Tuturnya.

    Suasana Pembuatan Rapat Awal Tahun Ajaran Baru di Spempat

    Ia lantas menjelaskan bahwa keunggulan itu tidak hanya dalam hal prestasi akademik saja, namun dapat dilihat dari empatinya kepada lingkungan sosial.

    “Kurikulum Merdeka di Sekolah harus dapat diramu sedemikian rupa. Guru harus tahu potensi siswanya sehingga keunggulan tiap siswa dapat terpantau dan melejit. Tes diagnostik harus selalu diterapkan.” Imbuhnya.

    Selanjutnya, Ir. Luqman juga mengingatkan tentang infrastruktur sekolah juga harus diperhatikan untuk melejitkan prestasi siswa itu. Semuanya harus berkolaborasi untuk menciptakan tujuan akhir yang diharapkan.

    “InsyaAllah tanggal 17 Agustus 2024, akan dilakukan peletakan batu pertama, Gedung Muhammadiyah Tahfidz Centre (MTC). Tujuannya untuk mendukung visi SMP Muhammadiyah 4 Surabaya sebagai “Sekolah Berbasis Pesantren.” Tandasnya. (Humas/Taufik)

    Asyiknya Kegiatan MPLS di Sekolah Qur’anic and Internasional Insigh SDM 6 Gadung Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Qur’anic and Internasional Insigh SD Muhammadiyah 6 (MUSIK) Gadung Surabaya Gelar Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya. Rabu (17/7/2024).

    Sejumlah 401 siswa mengikuti MPLS dan memenuhi lapangan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Wonokromo. Tidak ada lagi kecemasan, memaksa, perintah, bahkan tak ada lagi marah-marah. Justru yang ada adalah membina kesadaran diri.

    Dimulai dengan perkenalan di hari pertama. Melalui perkenalan nama, alamat, dan cita-citanya, kemudian siswa diajak tepuk semangat hingga menonton film kartun perkenalan.

    Ketua Panitia MPLS Ustadzah Ninik Nurfaridah, S.Pd., menyampaikan bahwa MPLS tahun ini memilih tema “Belajar Menyenangkan untuk Meraih Masa Depan Gemilang” yang berlangsung lima hari mendatang, Senin-Jum’at tanggal 15-19 Juli 2024.

    Ia menjelaskan bahwa belajar sambil bermain yang menyenangkan untuk masa depan gemilang. Para peserta bisa belajar dan mengenal lingkungan sekolah.

    Suasana Kegiatan MPLS SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya

    “Belajar asyik dan menyenangkan dapat dilalui dengan perkenalan diri, alamat rumah dan cita-cita, tepuk matematika, bermain rintang bola, senam penguin sehingga mampu memberikan dampak kepada peserta didik baru yang menyenangkan.” Tuturnya.

    Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa melalui bermain mampu mendorong siswa lebih interaktif dengan temannya. MPLS ini dapat membentuk dan membangun kepekaan dan kepribadian yang positif serta pengelolaan emosional yang baik.

    “Anak akan lebih memiliki kendali diri yang bagus serta memiliki rasa kepekaan sesama yang tinggi.” Tandasnya. (Humas/Ninik).

    Inspirasi Kehidupan: Semua Akan Berakhir

    0

    Inspirasi Kehidupan: Semua Akan Berakhir 

    Oleh Ir. Lukman

    (Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

    Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya, Al-Qur’an surat Ar-Rahman Ayat 26-27, yaitu :

    كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَا نٍ

    Artinya :”Semua yang ada di bumi itu akan binasa”. (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 26)

    وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَا لْاِ كْرَا مِ

    Artinya :”Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 27)

    Perhelatan Sepak bola Euro dan Copa Amerika telah berakhir, dengan hasil Spanyol dan Argentina sebagai jawara, bravo.

    Namun, hal yang tak kalah menarik adalah beberapa pemain top dunia, menyatakan pensiun untuk piala berikutnya, karena telah uzur, keperkasaan fisik yang mulai hilang.

    Pertama, Kita tidak akan pernah menikmati Messi di Copa America lagi.

    Kedua, Kita tidak akan pernah melihat Cristiano Ronaldo di Euro lagi.

    Ketiga, Sepatu bot Toni Kroos tidak akan pernah menginjak lapangan lagi.

    Keempat, Angel De Maria tidak lagi bermain bersama timnas Argentina.

    Kelima, Era keemasan Luka Modric bersama Kroasia telah berakhir.

    Keenam, Itu adalah tarian terakhir Luis Suarez di Copa America.

    Ketujuh, Thomas Muller mundur dari Timnas Jerman.

    Kedelapan, Pertahanan timnas Portugal akan dibiarkan tanpa Pepe.

    Kesembilan, Manuel Neuer hampir tidak akan berada di turnamen lain bersama Jerman.

    Dan suatu saat, tanpa kita sadari, era para pahlawan yang menandai masa kecil kita telah berakhir. Sepak bola tidak akan pernah sama lagi. Bola akan merindukan mereka sepanjang hidup mereka. Ini adalah akhir dari sebuah era. Ini adalah perpisahan dari sebuah tahapan yang tidak akan pernah terulang lagi.

    “KITA MENJADI TUA DAN TIDAK MENYADARINYA”

    Sekiranya kita dapat menyadari, bahwa semua organ pada tubuh kita, suatu saat akan menua dan tugasnya akan berakhir. Maka selagi kuat lakukanlah yang terbaik, jadilah personal yang bermanfaat untuk orang lain, karena sekali lagi, semua akan berakhir.

    Ini Pesan Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya Pada Fortasi SMPM 4 Gadung

    0

    Surabaya, kartanusa – Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya selama sepekan, yang dimulai hari Senin-Sabtu tanggal 15-20 Juli 2024. Peserta didik baru mendapat keragaman kegiatan pengenalan sekaligus bekal khusus dari Fortasi yaitu materi tentang Kemuhammadiyahan dan keIPMan.

    Kepala Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya Ustadzah Laili Rahmi, S.Pd., menyampaikan bahwa MPLS di sekolah umum dengan Fortasi di sekolah Muhammadiyah terselenggara untuk pengenalan lingkungan dan program belajar di sekolah yang baru. Rabu (17/7/2024).

    “Melalui tema Membangun Generasi Kreatif, Berilmu, dan Berjiwa Pancasila, bertujuan agar antar siswa saling mengenal satu sama lain dan mengenal Muhammadiyah lebih dalam.” Ujarnya.

    Ia lantas menjelaskan tentang pelaksanaan Fortasi 2024 Spempat dihadiri oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I.

    Rangkaian Kegiatan Fortasi SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya

    Lebih lanjut, Ia menjelaskan tentang SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya memberikan program religius, yaitu tartil 5 hari dan kelas tahfidz.

    “Dilakukan pembinaan yang intens, sehingga lulusan dari SMPM 4 Gadung Surabaya, yang merupakan Sekolah Berbasis Pesantren, bisa berkembang dalam membaca Al-Qur’an dan meningkat hafalannya.” Tandasnya.

    Mengawali materinya, Ustadz Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I., membahas tentang korelasi sekolah yang baru dan keridhaan. Tak bisa dipungkiri bahwa mencari ridha Allah SWT harus menjadi prioritas utama bagi pelajar dan guru. Ridha Allah menjadi landasan utama yang akan memberikan berkah pendidikan.

    “Dalam menjalani proses belajar-mengajar, harapan ridha Allah SWT memberikan arah yang jelas. Jadi, kita mendapat kekuatan dan keikhlasan untuk menjalani pembelajaran.” Ungkapnya. (Humas/Gus).