spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 189

    Fortasi SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Deklarasi Anti Kekerasan

    0

    Surabaya, kartanusa – Semakin banyaknya kekerasan di usia remaja, menjadi perhatian khusus SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya. Kepedulian itu diwujudkan dalam Deklarasi Anti Kekerasan di Fortasi (Forum Taaruf Siswa) tahun 2024. Kegiatan dimulai pukul 07.00-08.00 WIB pada hari Rabu 17 Juli 2024, yang diikuti 237 siswa baru Spemma.

    Ketua Panitia Deklarasi Anti Kekerasan Balighotul Arofah menjelaskan bahwa Forum Ta’aruf Siswa tahun ini banyak kegiatan yang berorientasi pada kreativitas.

    “Alhamdulillah tidak adanya hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan seperti cyber bullying maupun kekerasan seksual yang sedang marak di lingkungan pelajar.” Ujarnya.

    Proses Penandatanganan Deklarasi Anti Kekerasan (Bullying)

    Ia menjelaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun itu adalah sesuatu yang tidak benar dan melanggar hukum serta tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

    “Pihak sekolah, jelas akan selalu mengevaluasi dan mensosialisasikan terkait dengan segala bentuk kekerasan apapun, jelas itu tidak akan dibenarkan dan melanggar hukum, dan Alhamdulillah sejauh ini di Spemma belum ada tindakan kekerasan maupun bullying.” Imbuhnya.

    Sementara itu, ditempat yang sama, salah satu siswa baru Beryl Tiffany Setiawan merasa sangat bangga bisa masuk menjadi bagian dari keluarga besar SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

    “Disini fortasinya sangat seru, kita dapat materi yang sangat berguna untuk pengembangan diri kedepannya.” Katanya.

    Ia juga sangat setuju dengan Deklarasi Anti Kekerasan yang dilaksanakan ketika Fortasi di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

    “Dengan Deklarasi Anti Kekerasan, kedepannya kita bisa saling mengingatkan untuk tidak membully sesama teman.” Tandasnya.

    Kegiatan Deklarasi Anti Kekerasan, menolak kekerasan maupun bullying dibacakan oleh perwakilan siswa baru, serta tanda tangan kepala, perwakilan wali murid, guru, karyawan, dan siswa SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. (Humas/Yuda).

    Komitmen Memperluas Ruang Pendidikan Inklusif, Fortasi SMAMX Kunjungi 3 Tempat Ibadah Umat Beragama

    0

    Surabaya, kartanusa – Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) yang menjadi program rutin seluruh Sekolah Muhammadiyah dalam rangka menyambut siswa baru. Agenda tahunan tersebut selalu menjadi semarak dengan berbagai macam konsep yang unik di setiap Sekolah Muhammadiyah.

    Agenda Fortasi menjadi sebuah momen yang sangat penting sebagai awal siswa baru untuk mengenal konsep pendidikan di Muhammadiyah secara umum, dan konsep pendidikan di sekolah yang dipilih secara khusus. Setiap sekolah Muhammadiyah memiliki konsep maupun program unggulan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yakni menciptakan generasi yang siap memiliki peran positif di setiap zamannya.

    Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya Ustadz Salim Bahrisy, S.K.M., menyampaikan bahwa konsep Fortasi tahun ini cukup unik. Fortasi SMAMX dilaksanakan tidak hanya di dalam sekolah, namun dilaksanakan di luar sekolah. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, namun memiliki tujuan yang mendalam. Rabu (17/7/2024).

    “Pelaksanaan Fortasi di SMAMX tidak hanya dilakukan di dalam sekolah, namun juga banyak dilaksanakan di luar sekolah. Karena bagi kami, ruang lingkup pendidikan tidak cukup hanya sebatas di dalam sekolah, tapi harus lebih luas dari pada sekolah itu sendiri.” Ujarnya.

    Susana Eksplorasi Peserta Fortasi di Rumah Ibadah

    Ia menjelaskan bahwa Sekolah Keberbakatan SMAMX Surabaya membekali siswanya dengan pendidikan yang inklusif dalam arti luas, yakni pendidikan yang mampu berbaur dengan berbagai macam latar belakang kondisi kehidupan yang ada di sekitar. Hal tersebut terbukti dari adanya siswa SMAMX yang berkebutuhan khusus dan ada pula yang berlatar belakang non muslim.

    Sementara itu, Ustadz Alfianur Rizal, M.Pd., Ketua Koordinator Fortasi menyampaikan bahwa dalam momen Fortasi tahun 2024 kali ini, SMAMX mencoba mempertegas posisinya sebagai sekolah yang mampu beradaptasi dengan kondisi zaman serta dengan berbagai macam latar belakang siswa tanpa membeda-bedakan. Salah satunya diterapkan dalam agenda Fortasi kali ini yakni mengunjungi berbagai tempat ibadah yang ada di Surabaya.

    “Kami programkan kunjungan di tempat ibadah agama lain untuk siswa baru agar mendapat pendidikan toleransi. Tujuannya untuk memberikan kesadaran bahwa kita sebagai manusia sudah pasti hidup berdampingan dengan berbagai macam latar belakang suku dan agama, sehingga harus mampu saling menghormati dalam konteks toleransi.” Tuturnya.

    Lebih lanjut Ia menjelaskan rangkaian kunjungan tersebut dilaksanakan di tiga tempat ibadah yakni gereja, pura, dan klenteng. Program kunjungan tersebut terlaksana dengan khidmat oleh seluruh peserta didik baru. Seluruh siswa mendapat pengetahuan baru agar saling menghargai satu sama lain tanpa membeda-bedakan agama.

    “Kami senang sekali bisa mendapat kesempatan yang unik seperti Fortasi di SMAMX saat ini, kami mengunjungi tempat ibadah agama lain untuk mendapat pengetahuan betapa pentingnya toleransi karena kita hidup berdampingan tanpa bisa memilih siapa di sekitar kita.” Ungkap salah satu peserta Fortasi SMAMX.

    Ia menceritakan pengalamannya kali ini sangat luar biasa bagi kami peserta. Karena akhirnya kami sadar bahwa di Surabaya kita hidup berdampingan dengan damai dan rukun, sehingga kultur toleransi ini penting untuk dijaga oleh generasi seumuran saya dan teman-teman saya yang sering dikenal sebagai Gen-Z.” Pungkas salah satu peserta Fortasi SMAMX. (Humas/Alfi).

    Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya Awali MOT dengan Parenting

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Jagir Surabaya melaksanakan kegiatan Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) dan Sosialisasi Program Sekolah tahun pelajaran 2024-2025. Kegiatan kali ini diadakan di Hall INACER pada Sabtu (13/7/2024). Dalam rilisnya ke redaksi liputanmu.net, Rabu (17/72024) menyampaikan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh wali murid Sekolah Inovatif.

    Mengawali sambutannya, Ustadzah Vitriani, S.Pd., Kepala Urusan Kurikulum Sekolah Inovatif menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas kepercayaannya kepada Sekolah Inovatif.

    “Saya berterima kasih atas kepercayaan Ayah-Bunda dalam menyekolahkan anaknya di Sekolah Inovatif ini. Semoga kegiatan hari ini dapat menjadi bekal untuk mengetahui potensi putra/putrinya.” Ujarnya.

    Ia berharap kedepannya bisa berkolaborasi dengan optimal bersama orang tua dalam mengembangkan potensi anak-anak yang luar biasa hebat. Sebelum penyampaian sosialisasi program sekolah, terlebih dahulu ada parenting dari Bunda Lely Ika Mariati, M.Si, selaku psikolog dengan tema “Kembangkan Potensi Buah Hati”.

    Sementara itu, Ustadzah Lely mengawali materinya dengan menceritakan secara singkat bagaimana merawat 3 orang anaknya, mulai dari yang masih SMA hingga kuliah S2 di China.

    Dia menjelaskan bahwa manusia memiliki pilihan dan hebat karena setiap manusia yang terlahir di muka bumi pasti memiliki potensi masing-masing. Sehingga perlu intervensi orang tua maupun lingkungan.

    “Manusia memiliki kelebihan dibandingkan makhluk lainnya, seperti diberikan akal dan hati nurani untuk digunakan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 191.” Tuturnya.

    Suasana Parenting Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya

    Ia kemudian memaparkan bagaimana kiat melejitkan potensi anak melalui 4 tahapan, yaitu :

    Pertama, Menjadi observer handal, mengenali potensi dan hasil tes.

    Kedua, Perencana handal, memiliki partner, memilih lingkungan dan anggaran.

    Ketiga, Pelatih handal, fungsi pendidikan dan kontrol.

    Keempat, Doa, libatkan yang Maha Memiliki Kekuatan.

    “Terakhir, terkait hukum kesiapan, yakni sebelum masuk jenjang selanjutnya (agar bisa disiapkan). Lalu latihan, yakni melakukan aktivitas secara berulangkali. Serta timbal balik, yakni jika melakukan demikian akan memperoleh demikian.” Tandasnya.

    Setelah parenting selesai, kegiatan berlanjut dengan sosialisasi program sekolah oleh Ustadzah Zuhrotul Farida, S.Ag., dan Ustadzah Vitriani, S.Pd. Program sekolah dari bulan Juli hingga Desember 2024 atau selama satu semester ke depan.

    Seusai penyampaian sosialisasi program sekolah secara bersama, para wali murid kelas satu dan enam diarahkan berkumpul di kelasnya. Adapun tujuannya untuk koordinasi internal kelas khusus kegiatan sekolah. (Humas/Habib)

    Serunya Fortasi yang Digelar MTs Muhammadiyah 2 Jogoroto Kabupaten Jombang

    0

    Jombang, kartanusa – Senin 15 Juli 2024, MTs Muhammadiyah 2 Jogoroto Kabupaten Jombang gelar Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi). Dengan mengusung tema “Heppy Tanpa Bullying Menuju Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Bahagia”.

    Fortasi atau juga dikenal dengan Matsama yaitu Masa Ta’aruf Siswa Madrasah adalah masa pengenalan madrasah dilingkup kemenag kepada peserta didik baru. Jadi, Matsama ini nama kegiatan pengenalan madrasah yang bernaung pada Kementerian Agama (Kemenag).

    Fortasi itu kepanjangannya adalah Forum Ta’aruf Siswa, dimana fortasi ini juga pengenalan madrasah atau sekolah muhammadiyah kepada peserta didik baru.

    MTs Muhammadiyah 2 Jogoroto Kabupaten Jombang memulai masa pengenalan madrasah kepada peserta didik baru ini pada hari senin 15 Juli 2024. Fortasi ini dibuka oleh Ustadz H. Ahmad Zaenal selaku Komite MTs Muhammadiyah 2 Jogoroto.

    “Kepada peserta didik baru bahwasanya peserta didik baru harus selalu bersemangat dalam menuntut ilmu serta belajar dan menghafal Al-Qur’an tanpa pantang menyerah. Karena ketika engkau menghafal Al-Qur’an, maka engkau telah menghafal petunjuk hidup dari Sang Pencipta Yang Maha Kuasa, dan seorang penghafal Al-Qur’an itu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Maka cintailah Al-Qur’an itu seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” Ujarnya .

    Susana Pembukaan Fortasi MTs Muhammadiyah 2 Jogoroto Kabupaten Jombang

    Sementara itu, Ustadz Imam Hadi Susilo, SP., Kepala MTs Muhammadiyah 2 Jogoroto Kabupaten Jombang menuturkan bahwa selama 3 tahun ini, tepatnya sejak bulan Juli 2022, berkomitmen untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

    “Bukan hanya sekedar penghafal Al-Qur’an saja, tapi benar-benar penghafal yang bisa menerapkan apa yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.” Tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki akhlaq dan sopan santun, sangat beruntung bagi orang yang diberikan anugerah terbesar menghafal Al-Qur’an. Dengan Al-Qur’an hidup kita akan menjadi teratur, dengan kita selalu mengingat ayat-ayat Al-Qur’an yang kita hafalkan pasti kita akan berfikir berkali-kali jika akan melangkah melakukan sesuatu.

    “Maka, bisa juga menjadi penjaga diri kita dari perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Dan sekali lagi selamat datang di MTs Muhammadiyah 2 Jogoroto ini.” Tandasnya. (Humas/Imam).

    Welcoming Day Awali Kegiatan MPLS di Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya terus melakukan penguatan branding karakter, memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS di Sekolah Karakter, bukan hanya diikuti siswa namun juga diikuti oleh wali murid. Mengawali hari pertama masuk sekolah, wali murid diajak ikut bersama dalam kegiatan Welcoming Day for Parent. Tema Welcoming Day for Parent tahun ini adalah “Sinergi Bersama Membangun Karakter Siswa”.  Rabu (17/7/2024).

    Kegiatan Welcoming Day for Parent ini dimaksudkan untuk membangun kesamaan visi, misi dan mensukseskan program sekolah. Sinergi yang kuat antara sekolah dengan wali murid menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan pendidikan. MPLS dimulai Senin-Sabtu (15-20 Juli 2024).

    Kepala Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Welcoming Day for Parent merupakan rangkaian kegiatan MPLS yang wajib diikuti oleh seluruh wali siswa baru. Di hari pertama masuk sekolah, wali murid akan disambut dengan pengenalan visi misi sekolah, program, dan budaya sekolah serta kegiatan parenting.

    “Kegiatan Welcoming Day for parent ini penting sebagai media pengenalan visi misi, program dan budaya sekolah. Kami berharap melalui kegiatan ini, sekolah dan wali murid memiliki pandangan dan visi yang sama untuk bersinergi membangun karakter siswa sehingga terwujud generasi yang unggul, berkarakter dan berprestasi.” Ujarnya.

    Ustadzah Siti Fauziah, S.Pd., M.Si., CBHC. Menyampaikan Materi Parenting

    Ia mengatakan bahwa kegiatan parenting tahun ini menghadirkan Ustadzah Siti Fauziah, S.Pd., M.Si., CBHC, selaku pemateri.

    Lebih lanjut Ia menjelaskan rangkaian kegiatan hari pertama MPLS yaitu welcoming day for parent dan penyambutan siswa dengan memasangkan mahkota emas sebagai simbul dan doa agar seluruh siswa kelas 1 hari ini kelak menjadi hafidz hafidzah yang insyaAllah akan memberikan mahkota cahaya pada orang tua di akhirat nanti.

    Para siswa juga diajak senam bersama dan mengikuti berbagai kegiatan yang menarik yang memberikan pengalaman bermakna, dan menyenangkan bagi anak-anak sehingga menambah motivasi untuk belajar bersama di Sekolah Karakter.

    “Ketika anak-anak merasa senang, bahagia dan nyaman, maka akan memberikan makna dalam proses pembelajaran yang mungkin menjadi pengalaman mengesankan bagi anak di masa pertama masuk sekolah.” Tandasnya.

    Sementara itu, Bapak Arya, salah satu wali murid kelas 1 mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas adanya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan Welcoming Day for Parent ini sangat penting untuk membangun sinergi yang kuat antara sekolah dan wali murid, sekaligus langkah awal untuk menyamakan pandangan dan visi bersama.

    “Saya sangat berterima kasih dengan kegiatan parenting ini karena sangat berguna bagi saya. Saya yang awalnya tidak memiliki pengetahuan tentang pola asuh hari ini jadi tambah ilmu dan mengetahui psikologi secara ilmiah.” Tuturnya. (Humas/Gus).

    Ini Pesan Sekretaris PWM Jawa Timur Dalam FGD Nderes Politik

    0
    oplus_0

    Surabaya, kartanusa – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LKHP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur gelar Focus Group Discussion (FGD); Nderes Politik dengan tema “Amandemen UUD 45 dan Urgensinya Bagi Bangsa”. Senin (15/7/2024).

    Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Bapak AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sebagai pembicara utama. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari PWM Jawa Timur.

    Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., mengatakan bahwa organisasinya memiliki kepentingan besar terhadap tema yang diambil dalam kegiatan ini, yakni Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya Bagi Bangsa. Sebab, kata dia, wacana amandemen ini tak hanya persoalan hari ini saja, tetapi juga di masa mendatang.

    “Maka harus dibahas secara serius dan mendalam, agar jangan sampai terjadi seperti di Era Reformasi, dimana kepentingan bangsa diambil tanpa pertimbangan panjang. Seperti apa yang disampaikan Pak Amien Rais.” Tuturnya.

    Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki jaringan kampus yang siap berkontribusi untuk melakukan riset mendalam dalam menjajaki dan mengkaji kemungkinan peluang bagi perbaikan bangsa ke depan.

    “Kami siap bersinergi dan kampus kami siap melakukan riset mendalam terkait amandemen, agar hal yang dipilih misalnya, dilakukan dengan batas yang terukur, sehingga tak ada penyesalan di kemudian hari.” Imbuh Prof. Biyanto.

    Sementara itu, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Muhammad Mirdasy menyampaikan bahwa FGD ini merupakan kegiatan rutin setiap dua bulan yang diselenggarakan pada tahun ini. Dinamika politik kebangsaan menjadi tema-tema dalam acara tersebut.

    “Sebab, hiruk pikuknya itu sangat luar biasa. Misalnya mengapa saat ini demokrasi kita berubah dan menjelma menjadi mobokrasi. Kami ingin mendiskusikan hal itu, agar kami dapat memberikan saran untuk bangsa ini, apa yang perlu kita perbaiki untuk kemajuan bangsa dan negara ke depan.” Ujarnya.

    Ketua DPD RI Menyampaikan Matari

    FGD yang diselenggarakan di Aula KH. Mas Mansyur Kantor PW Muhammadiyah Jawa Timur yang menghadirkan tiga narasumber, yakni; Pengamat Ekonomi-Politik, Dr. Ichsanuddin Noorsy, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Dr. Mulyadi, dan M. Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., (Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim).

    Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI, didampingi Staf Khusus Sefdin Syaifudin. Sedangkan dari PW Muhammadiyah hadir diantaranya Wakil Ketua; Muh Khoirul Abduh, Dr. Sholihin Fanani, Sekretaris Prof. Biyanto, Bendara dr. Zainul Muslimin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jawa Timur Muhammad Mirdasy dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Humas/Ubay).

    Rumah Sakinah, AUMSOS MPKS PP Muhammadiyah Tasharufkan Bantuan Modal Usaha

    0

    Jakarta, kartanusa – Sejak berdirinya Rumah Sakinah MPKS PP Muhammadiyah kegiatan pendampingan dan pemberdayaan terhadap masyarakat marjinal terus digerakkan. Pengajian Sakinah dan bantuan usaha diadakan Senin 15 Juli 2024 di Rumah Sakinah dengan pembicara Ustadzah Hj. Syamsidar Siregar. Juga dihadiri oleh Mariman Darto Ketua MPKS PP Muhammadiyah, M. Arif’an Ketua Rumah Sakinah dan Dedi Warman Wakil Ketua Rumah Sakinah.

    “Rumah Sakinah ini adalah AUMSOS khusus bagi masyarakat yang terpapar KDRT, traficking, ABH, TPPO, dalam rangka mewujudkan amanah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk itu pilot projectnya di Kemayoran dan Tamansari Jakarta banyak warga yang sangat membutuhkan, diharapkan ada komitmen, punya visi bersama yaitu kehidupan yang lebih baik, khususnya kehidupan keagamaan. Diantaranya ada pengajian rutin sakinah.” Ujar Dedi Warman yang akrab dipanggil Dewa Wakil Ketua Rumah Sakinah.

    Sementara itu, dalam taushiyah Ustadzah Hj. Syamsidar Siregar menekankan tentang selalu bersyukur dalam kondisi apapun.

    “Kita datang pengajian bukan karena dapat bantuan. Ikhlas dan harus banyak bersyukur. Harapannya agar anak kita jadi sholeh-sholehah, dengan mensyukuri nikmat itu. Apapun yang kita berikan akan jadi amal sholeh.” Ujar Hj. Syamsidar Siregar yang juga Ketua PD. ‘Aisyiyah Jakarta Pusat.

    Ia menjelaskan bahwa Rumah Sakinah yang dalam tahap mulai membangun program pemberdayaan dan berkelanjutan perlu peran dan dukungan semua pihak.

    Foto Bersama Setelah Penyerahan Bantuan Modal Usaha

    Sementara itu dalam sambutan pengarahannya, Mariman Darto Ketua MPKS PP Muhammadiyah menyampaikan rasa senang sekali dengan keberadaan Rumah Sakinah ini, dimana sudah diapresiasi oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Mas Abdul Mukti. Beliau (Abdul Mukti) berharap bahwa rumah sakinah bisa didirikan di seluruh daerah. Ia pun minta bantuan dan dukungan semua pihak, agar apa yang bisa kita berikan ini ada harapan baru, untuk memulai memutus hal-hal yang sebelumnya tidak baik.

    “Tidak salah masuk di Rumah Sakinah untuk membuka harapan baru. Semangat untuk memberi, suatu ketika Allah akan membalik kehidupan dari kita yang dapat bantuan atau diberi, kedepannya kita harus punya harapan agar bisa memberi pada orang lain.” Katanya.

    Sebagai informasi bahwa bantuan modal usaha untuk 12 orang ini bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

    “Bantuan ini, dimaksimalkan untuk usaha kecil seperti warung kopi, minuman, kue keliling dan lain-lain khususnya untuk warga gang laler Kemayoran Jakarta Pusat.” Tandasnya. (Humas/BMR).

    Pesan Ketua DPD RI, Perlunya MPR RI Menjadi Lembaga Tertinggi Negara

    0
    oplus_0

    Surabaya, kartanusa – Lembaga Hikmah Dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Gelar Focus Group Discussion (FGD); Nderes Politik dengan tema “Amandemen UUD 45 dan Urgensinya Bagi Bangsa”. Senin (15/7/2024).

    Tantangan dunia ke depan akan lebih berat. Karena diwarnai ketidakpastian, akibat ketegangan geopolitik kawasan, disrupsi teknologi dan disrupsi lingkungan akibat climate change, yang dampaknya bisa membuat negara mengalami krisis. Oleh karena itu, perjalanan berbangsa dan bernegara ke depan harus dikawal dengan tekad bersama yang kuat.

    Penegasan itu disampaikan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ketika memberikan pidato utama dalam Focus Group Discussion yang digelar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, di Kantor PW Muhammadiyah Jatim di Surabaya.

    Ia mengatakan bahwa tekad bersama itu hanya bisa dirajut melalui saluran dan sarana yang memberikan ruang kedaulatan kepada rakyat, sebagai pemilik negara ini. Dalam sebuah ikatan yang mampu menyatukan, mampu memberikan keadilan, serta mampu menjawab tantangan masa depan melalui jati diri bangsa ini.

    “Itulah mengapa MPR harus kembali menjadi Lembaga Tertinggi Negara, yang diisi bukan saja oleh mereka yang dipilih melalui Pemilu Legislatif, tetapi juga mereka-meraka yang diutus dari bawah, yang meliputi semua elemen bangsa ini, tanpa ada yang ditinggalkan. Sehingga benar-benar terwujud penjelmaan rakyat dan para hikmat, yang menentukan Arah Perjalanan Bangsa dengan satu tolak ukur mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.” Ujarnya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa sistem bernegara hasil Amandemen Konstitusi di tahun 1999 hingga 2002 itu telah menghasilkan Sistem Politik yang mahal. Dan Sistem Politik yang mahal itu menghasilkan High-Class Economy, atau dengan kata lain, Oligarki Ekonomi untuk membiayai Sistem Politik yang mahal itu. Dan Oligarki itu kemudian mendikte Kebijakan dan Sistem Politik.

    “Akibatnya, bangsa kita lambat laun menjadi bangsa lain. Akar budaya dan watak bangsa Indonesia perlahan tercerabut. Dari bangsa yang integralistik, gotong-royong dan spiritualistik-patriotis, menjadi bangsa yang individualistik, kapitalistik dan materialistik-pragmatis. Sehingga dalam dua dekade Reformasi, indikator ketidakadilan dalam wujud kesenjangan ekonomi dan sosial semakin tinggi.” Imbuhnya.

    Sambutan Ketua DPD-RI Pada FGD LHKP PWM Jawa Timur

    Secara teori, lanjutnya, kesenjangan dan ketidakadilan terhadap penguasaan ekonomi, penguasaan tanah, alat produksi, akses pendidikan dan akses kesehatan, telah menghasilkan kemiskinan struktural yang sulit diselesaikan. Dan jika jalan yang ditempuh hanya melalui subsidi dan bantuan sosial, maka akan terus menjadi beban Fiskal negara, yang pada suatu titik akan mengalami Fiskal akan default.

    “Oleh karena itu harus ada jalan keluar, agar pemerintah dapat terus membangun dan berdaulat, melalui dukungan rakyat yang kuat. Dan dukungan rakyat yang kuat harus diwujudkan melalui sistem yang kembali kepada nilai-nilai Pancasila, yang membangun semangat kebersamaan, sesuai pikiran-pikiran para pendiri bangsa.” Katanya.

    Dalam kesempatan itu pula, Ia juga menyampaikan Lima Proposal Kenegaraan sebagai penyempurnaan dan penguatan Konstitusi yang dirumuskan DPD RI sebagai tindak lanjut Sidang Paripurna DPD RI pada 23 Juli 2023 yang lalu. Dimana salah satunya, DPD RI sebagai peserta Pemilu Legislatif dari Unsur Perseorangan. Idealnya juga memiliki kewenangan sebagai pembentuk Undang-Undang seperti Anggota DPR RI, yang merupakan peserta Pemilu Legislatif dari Unsur Anggota Partai Politik.(Humas/Ubay)

    Semarak Milad ke 107, PWA Gelar TOT Relawan GACA Jawa Timur

    0

    Surabaya, kartanusa – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur pada tanggal 13-14 Juli 2024 dalam moment Milad ‘Aisyiyah ke 107 dan Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2024, gelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Relawan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu, 13 Juli 2024 secara online dan Ahad,14 Juli 2024 di Aula KH. Mas Mansur Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Jl. Kertomenanggal IV/1 Surabaya.

    TOT Relawan GACA yang dihadiri 134 peserta dari unsur Korbid dan Ketua MKS, MTK, MHH, Pengelola BIKKSA, BAKESOS, POSBAKUM Se-Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan mengembangkan kemampuan serta ketrampilan Relawan GACA dalam melakukan pendampingan kepada korban kekerasan anak dan perempuan.

    Bunda Agnis Fauziah, Psikolog UPTD PPA Jawa Timur menekankan pentingnya kebijakan layanan dan penanganan kasus perempuan dan anak berbasis cekatan PPA KPPA.

    “Melalui Hotline Lapor Pak 129, menjadi sarana cepat untuk melakukan pengaduan.” Ujarnya

    Foto Bersama Usai TOT Relawan GACA PWA Jawa Timur

    Sementara itu, Bunda Budiyati Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur menyampaikan keprihatinan angka kekerasan pada anak dan perempuan semakin meningkat.

    “Angkanya mencapai 972, data dari UPTD PPA Provinsi Jatim. ‘Aisyiyah berkomitmen untuk menyediakan Pusat Layanan Terpadu Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Jatim.” Ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa tantangan dan kompleksitas kasus yang dihadapi, dengan pembekalan ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi relawan GACA ‘Aisyiyah untuk lebih efektif dalam menjalankan tugas perlindungan anak. Keberadaan Relawan GACA sangat dibutuhkan dan menjadi ujung tombak di tingkat daerah, cabang dan ranting untuk melakukan deteksi dini, kerentanan terhadap anak dan perempuan.

    “Pusat layanan terpadu ‘Aisyiyah disediakan sebagai lembaga rujukan korban kekerasan anak dan perempuan dari daerah.” Imbuhnya.

    Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa selama dua hari, peserta dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan menganalisa dan intervensi kebutuhan korban dengan pendekatan manajemen kasus. Peserta di bagi dua kelompok yang membahas; pertama, kebijakan dan program yang mendukung penguatan kelembagaan penyedia layanan.

    Kedua, menganalisa, memetakan dan mencari sumber solusi bagi korban anak berkonflik dengan hukum, kasus perkawinan anak, penelantaran, KDRT, perebutan hak asuh anak, eksploitasi dan kekerasan berbasis online.

    “Acara dihadiri juga Ketua Majelis seperti istikomah, Tri Sulistyaningsih, Arini Jauharoh.” Tandasnya. (Nurul)

    Resmi Dilantik, Salam “Padi Bersinar” Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Jombang 

    0
    Oplus_131072

    Jombang, kartanusa – Sabtu (13/07/2024) Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Jombang bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Jombang telah resmi dilantik di halaman Jombang Muhammadiyah Center (JMC).

    Ketua PDNA Kabupaten Jombang, Dwi Riwayanti, S.Pd., menyampaikan bahwa PDNA Jombang harus seperti “Padi Bersinar” yang merupakan representasi dari filosofi ilmu padi dan 12 sinar utama dari lambang Muhammadiyah (12 Langkah Muhammadiyah oleh KH. Mas Mansur).

    “Sesuai dengan filosofi ilmu padi yang terinspirasi dari tanaman padi, pada umumnya sifat padi semakin berisi semakin merunduk.” Ujarnya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa dalam setiap tangkai memiliki 12 bulir padi yang berarti bahwa setiap anggota Nasyiatul Aisyiyah senantiasa rendah hati dan berbuat kebaikan sepanjang tahun.

    Prosesi Pelantikan PDNA Kabupaten Jombang

    Selain itu, padi bersinar juga bermakna bahwa dalam menghadapai tantangan dakwah dan masalah di masyarakat Nasyiatul Aisyiyah berpedoman pada 12 langkah Muhammadiyah yang digagas oleh KH. Mas Mansur.

    12 langkah Muhammadiyah yaitu :

    1) memperdalam masuknya iman;

    2) memperluas paham agama;

    3) memperbuahkan budi pekerti;

    4) menuntun amalan intiqad;

    5) menguatkan persatuan;

    6) menegakkan keadilan;

    7) melakukan kebijaksanaan;

    8) menguatkan Majelis Tanwir;

    9) mengadakan konferensi bagian;

    10) mempermusyawarahkan putusan;

    11) mengawaskan gerakan jalan; dan

    12) mempersambungkan gerakan luar.

    “Itulah cita-cita besar PDNA Jombang dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya di masa yang akan datang.” Imbuhnya.

    Ia menjelaskan bahwa PDNA Jombang harus berilmu, bermanfaat, berdedikasi, pelopor dan perintis, tentunya mampu menyinari perempuan-perempuan muda di sekitar kita.

    “Akhirul kalam. Nun, wal qolami wa yasturun. Salam Padi Bersinar Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Jombang.” Tandasnya. (Dept. Kominfo PDNA Jombang/Imam).