spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 205

    17 Agustus 2024 Momentum Bersejarah, PCM Wonokromo Letakkan Batu Pertama 2 Gedung

    0

    Surabaya, kartanusa – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo gelar Rapat Koordinasi Peletakan Batu Pertama 2 Gedung Muhammadiyah; Gen-Q Center SDM 6 dan Muhammadiyah Tahfidz Center (MTC). Peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada momentum bersejarah 17 Agustus 2024, Hari Ulang Tahun (HUT) ke 79. Rabu (31/7/2024).

    Hadir dalam rapat, jajaran Anggota PCM Wonokromo, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya dan Kepala Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya.

    Mengawali sambutannya, Ketua PCM Wonokromo Ustadz Ir. H. Lukman menyampaikan bahwa kegiatan Peletakan Batu Pertama harus dilakukan dengan sangat menarik, sehingga menjadi berkesan bagi semua yang hadir. Para tokoh Muhammadiyah bisa dihadirkan, mulai PWM, PDM, PCM, dan PRM se-Wonokromo.

    “Jangan lupa pula, undang Ketua RW dan RT di Gadung, Ubi dan Tales, untuk menyaksikan bersama. Membangun kebersamaan, sinergi untuk pengembangan pendidikan yang bermanfaat terhadap sesama, khususnya lingkungan sekitar.” Ujarnya.

    Kemudian ia mengingatkan tentang detail acaranya, dikemas yang menarik dan jangan lupa diekspos berbagai media, sebagai syiar dakwah Muhammadiyah.

    “Desain tempat acara yang menarik, kalau bisa banner besar gambar rencana gedung Gen-Q Center SDM 6 Gadung dan Muhammadiyah Tahfidz Center (MTC) Sekolah Berbasis Pesantren Spempat bisa ditampilkan.” Imbuhnya.

    Lukman berharap semoga acara peletakan batu pertama bisa berjalan baik, dan yang paling penting adalah pembangunan bisa segera dilaksanakan tidak lama setelah peletakan batu pertama tersebut.

    “Sesegera mungkin bisa direalisasikan pembangunan setelah peletakan batu pertama ini. Sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk peningkatan mutu dan pelayanan Sekolah. Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak, untuk mencari sumber pendanaan. Dengan penuh semangat ikhlas, dan semangat, semua ini bisa dilaksanakan dengan baik.” Tandasnya. (Humas/Gus).

    Ini Pesan Motivasi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Resepsi Milad Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke 61

    0

    Yogyakarta, kartanusa – Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah gelar Resepsi Milad Tapak Suci ke 61 di Gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sleman Yogyakarta. Hadir memberikan sambutan motivasi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Rabu (31/7/2024).

    Mengawali sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan bahwa selamat Milad ke-61 Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kemudian Ia juga menyampaikan harapan dalam momentum Milad ke 61 Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk komitmen bermuhammdiyah.

    “Melalui Tapak Suci ini, Saya berharap terus ditanamkan komitmen bermuhammadiyah. Bermuhammadiyah ini banyak pengorbanannya.” Tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa jika kita jalani dengan keikhlasan, pengkhidmatan, kegembiraan, sikap dan pandangan positif, kebersamaan, bisa membawa kemajuan pada Muhammadiyah.

    “Mari kita terus menjaga semangat dan komitmen dalam bermuhammadiyah.” Imbuh Haedar.

    Lebih lanjut Ia mengingatkan tentang pentingnya berjuang. Berjuanglah di jalan Allah, berat maupun ringan, dengan harta dan jiwa.

    “Menjadi anggota Muhammadiyah adalah pilihan dari kesadaran jiwa diri dan pikiran kita, bukan terbawa arus.” Tegasnya. (Humas/Gus).

    Kuatkan Dakwah Akar Rumput, PCM Wonokromo Gelar Rapat Koordinasi Rutin

    0

    Surabaya, kartanusa – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo gelar Rapat Koordinasi Rutin dengan mengundang Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Wonokromo. Semua PRM hadir dalam Rapat Koordinasi Rutin, yaitu Jagir, Jagir Mulyo, Darmo dan Wonokromo. Rabu (31/7/2024).

    Mengawali sambutannya, Ustadz Ir. H. Lukman Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo menyampaikan bahwa PCM mengingatkan kembali tentang program yang telah diputuskan oleh masing-masing PRM bisa segera direalisasikan.

    “Hal ini sehubungan dengan amanah yang menjadi tanggung jawab PRM, termasuk melaksanakan amanah AD/ART. Dimana PRM harus mempunyai Amal Usaha yang dilaksanakan, sebagai syarat pendirian Ranting”. Ujarnya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa minimal PRM bisa melaksanakan Kajian Rutin sebagai Amal Usaha Muhammadiyah. Sambil berjalan mendirikan Amal Usaha lainnya. Tak lupa ia mengingatkan tentang pentingnya Rapat Periodik PRM, sebagai bagian dari ruh gerakan Muhammadiyah.

    “Kami mohon, PRM bisa mengagendakan sebulan sekali melaksanakan Rapat Periodik. Sehingga bisa bersilaturrahim, berdiskusi, memikirkan apa yang akan dilakukan dalam mengembangkan dakwah Muhammadiyah di akar rumput.” Tegasnya.

    Sementara itu, di tempat yang sama, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I. mengatakan bahwa PRM bisa menggunakan Amal Usaha Muhammadiyah yang ada untuk digunakan sebagai basis gerakan, pesat kegiatan.

    “Amal Usaha Muhammadiyah di Wonokromo ada banyak, itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan, baik rapat rutin maupun kegiatan lainnya.” Tuturnya.

    Kemudian ia mengarahkan PRM menggunakan AUM sebagai pusat gerakan; PRM Wonokromo bisa menggunakan Masjid Al-Mufidah atau Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya, PRM Jagir Mulyo bisa menggunakan Masjid Syuhada’ atau Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya, PRM Jagir bisa menggunakan Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya.

    “Sedangkan PRM Darmo, bisa sinergi dengan DPW PAN Jawa Timur. Disitu ada Mushola yang bisa dimanfaatkan, dikelola sebagai basis kegiatan.” Imbuhnya.

    Kemudian Salman mengingatkan bahwa kegiatan Rapat Koordinasi Rutin ini, akan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali untuk silaturrahim, evaluasi, diskusi dan menentukan langkah strategis kedepannya.

    “PRM se-Wonokromo, jangan sungkan-sungkan kalau ada kendala dalam melaksanakan program untuk bisa disampaikan kepada PCM, InsyaAllah semua ada jalan keluarnya. Kita diskusikan bersama, cari solusi dan sinergi dengan semua elemen Muhammadiyah di Wonokromo.” Tandasnya. (Humas/Gus).

    Ini Pesan Motivasi Dekan FH Unair pada Review Kurikulum FH UMSurabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan review kurikulum pada Rabu (31/7) bertempat di Lantai 13 At Tauhid Tower untuk menjawab tantangan yang ada di masyarakat dalam bidang pendidikan hukum di Indonesia.

    Dr. Iman Prihandono Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga Surabaya menyampaikan bahwa saat ini pendidikan hukum akan memasuki usia 100 tahun yang dimulai dari Universitas Indonesia (UI).

    “Termasuk masih muda pendidikan hukum di Indonesia ini. Di Amerika saja punya konstitusi sejak tahun 1776.” Terang Dr. Iman Prihandono

    Kalau kurikulum diperlukan redesign untuk mengikuti perkembangan yang ada. Misalnya saja mengenai pertambangan yang sudah menjadi kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka diperlukan keahlian terhadap kebijakan di bidang tersebut.

    Ia menjelaskan bahwa setiap prodi harus mempunyai CPL sendiri yang diturunkan dari visi dan misi perguruan tinggi.

    “Fakultas Hukum Unair tidak bisa sedetail Universitas Ciputra dalam membangun keahliannya.” Tutur Dr. Iman dalam mencontohkan ciri-ciri dalam membangun fakultas hukum.

    “Semua program studi yang ada di Universitas Ciputra CPLnya berkaitan dengan enterpreneur.” Imbuh Dr. Iman, Dekan Unair di depan audiens yang hadir. Hal ini bisa dilihat dari pendirinya, Ciputra, yang berlatarbelakang bisnis.

    Foto Bersama Setelah Acara Review Kurikulum Fakultas Hukum UMSurabaya

    Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa lulusan dari FH UMSurabaya lebih kuat dimana ? Hal itu akan menentukan profil lulusan yang ada untuk mencapai CPLnya. Sesi 2 ini lebih menekankan bagaimana CPL ditentukan dari Profil lulusannya. Lalu baru bisa membuat CPMK dan sub CPMKnya.

    Profesi-profesi yang berbasis keahlian tidak akan mengalami perubahan. Misalnya saja Hakim, putusan-putusan walau ada AI belum tentu bisa digantikan dengan keahlian hakim. Ini menurut prediksi World Bank kalau 20-30 tahun masih akan tetap sama, profesi Hakim dan Jaksa tidak akan mengalami banyak perubahan.

    “Sudah banyak masukan yang disampaikan oleh pak Iman agar lebih baik dalam penerapan kurikulum FH UMSurabaya.” Sambung Satria Unggul, Dekan FH UMSurabaya. Memang ada keterampilan khusus yang menjadi ciri bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah. (Anang Dony Irawan).

    Fakultas Hukum UMSurabaya Gelar Review Kurikulum 2024 di At-Tauhid Tower

    0
    Foto Bersama Setelah Acara Review Kurikulum Fakultas Hukum UMSurabaya

    Surabaya, kartanusa – Untuk menjawab tantangan yang ada di masyarakat dalam bidang pendidikan hukum, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Surabaya melakukan review kurikulum pada Rabu (31/7) bertempat di Lantai 13 At Tauhid Tower UMSurabaya.

    Dr. Levina Yustitianingtyas, S.H., L.LM, Kaprodi FH UMSurabaya menyampaikan bahwa kali ini kurikulum yang akan diterapkan adalah Kurikulum OBE (Outcome Based Education).

    “Kurikulum ini lebih pada pengembangan kemampuan mahasiswa hukum ke depannya. Diantaranya kemahiran mahasiswa.” Ujar Dr. Levina.

    Pada sesi pertama, pendampingan review kurikulum oleh Dr. Sujinah, M.Pd selaku Ketua LP3 yang berfokus dalam pengembangan kurikulum di UMSurabaya. Banyak sekali masukan yang diberikan, mulai dari Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) sampai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

    “Perlu ditekankan dalam bagaimana ketercapaian teori dan praktiknya di mata kuliah.” Tuturnya.

    Foto Bersama Setelah Acara Review Kurikulum Fakultas Hukum UMSurabaya

    Sementara itu, Satria Unggul Wicaksana Prakasa, SH., MH., Dekan Fakultas Hukum UMSurabaya bahwa dalam pembelajaran dengan mata kuliah yang spesifik di kelas digunakan bermain peran.

    “Termasuk dalam menentukan kurikulum ke depannya ini kami pun terus menggali dan sesuai dengan kebutuhan akreditasi internasional nantinya.” Ujarnya.

    Beberapa masukan dari stakeholder, mulai  dari mahasiswa, alumni, mitra, dan user sangat beragam.

    “Perlu kemahiran yang dalam praktik bidang hukum, misalnya saja membuat surat tuntutan. Ini perlu dimiliki oleh mahasiswa hukum.” Jelas Sahura, salah 1 alumni yang hadir. (Anang Dony Irawan)

    Tim Tapak Suci Surabaya Siap Unjuk Prestasi di Kejurcab IPSI Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Menjadi salah satu semangat dalam Milad Tapak Suci yang ke 61 tahun ini, tim Tapak Suci Surabaya melakukan pelepasan tim pada Kejuaraan Cabang (Kejurcab) IPSI Surabaya pada Selasa (30/07) di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.

    Dalam Kejurcab IPSI Surabaya ini, tim Tapak Suci menurunkan 48 atlitnya, hampir di semua kelas yang dipertandingkan. Para atlit ini terlebih dahulu mengikuti seleksi dan pemusatan latihan lebih dari 2 bulan. Diharapakan para atlit yang turun bertanding di kejuaraan ini tidak mudah untuk mundur.

    “Kalian harus fokus dalam bertanding. Tidak perlu mundur dalam 1 langkah pun di gelanggang.” Tutur Drs. Mahfud, P.Ua selaku Ketua Pimda 06 Tapak Suci Kota Surabaya.

    Foto Bersama Atlit Setelah Pembekalan oleh Pelatih

    Sementara itu, para atlit sangat optimis bisa meraih hasil yang terbaik. Hal ini, terlihat wajah-wajah penuh semangat para atlit yang hadir dalam pelepasan tim. Mereka tentu memiliki keinginan untuk mempersembahkan yang terbaik.

    “Harapan kami tentu prestasi Tapak Suci Surabaya masih tetap yang terbaik diantara peserta perguruan lain yang mengikuti kejuaraan ini.” Ungkap Fiqanda, salah 1 atlit yang turun dikategori seni tunggal putra.

    Selanjutnya, para pelatih berharap dengan latihan yang sudah dilakukan, atlit bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam Kejurcab IPSI kali ini.

    “Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan oleh tim pelatih, tentu bukanlah hal yang tidak mungkin untuk meraih prestasi yang terbaik dalam Kejurcab kali ini.” Harap Imam Haromain, salah 1 tim pelatih yang hadir dalam pelepasan tim Kejurcab IPSI Surabaya.

    Kejurcab ini diselenggarakan pada tanggal 1-4 Agustus 2024 di Gelanggang Remaja, Tambaksari, Surabaya. Gelanggang yang menjadi saksi akan prestasi-prestasi yang sudah pernah diukir oleh Tapak Suci Surabaya. (Anang Dony Irawan)

    Inspirasi Kehidupan : Dampak Berprasangka Buruk

    0

    Dampak Berprasangka Buruk

    Oleh Ustadz Moh. Helman Sueb, MA.

    (Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan)

    Dalam pergaulan antara sesama, ada istilah to take and give artinya saling memberi dan menerima sudah lazim adanya. Bagi yang sering bergaul, hal ini merupakan pengalaman yang telah menjadi kebiasaan, sehingga menjauhkan diri ketersinggungan dengan pihak lain. Memang bergaul itu, menambah wawasan serta mengasah diri untuk lebih teruji.

    Berprasangka buruk itu dilarang, yang dianjurkan adalah berprasangka yang baik. Jika kita berpikir sejenak, ternyata berprasangka baik memiliki pengaruh terhadap kesehatan hati, yang melimpah pada kesehatan jasmani. Berprasangka baik berpengaruh positif terhadap apa yang kita pikirkan dan membuat orang lain merasa dihargai dan menaruh simpati.

    Berbeda dengan berprasangka buruk yang dilarang agama, karena sedusta-dusta ucapan yang harus dijauhi.

     عن أبي هريرة -رضي الله عنه- أنّ النّبي -صلى الله عليه وسلم- قال: (إيَّاكُمْ والظَّنَّ؛ فإنَّ الظَّنَّ أكْذَبُ الحديث….)

    Artinya :“Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu : Sesungguhnya Rasulullah Saw. Bersabda : “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk itu, sedusta-dusta omongan.” (HR. Bukhori).

    Berprasangka buruk kepada orang lain, baik yang sudah kenal maupun belum kenal sangat dilarang agama, sebab apa yang diucapkan atau muncul dari perasaan itu, merupakan prasangka yang tidak berdasar, sehingga larangan Nabi SAW, sangat tepat dan dapat mengantarkan seseorang pada sifat yang terpuji.

    Berprasangka baik bersumber dari perasaan hati, yang menimbulkan sesuatu yang baik. Jika perasaan hati buruk, maka buruklah prasangka kepada orang lain. Prasangka ini mengakibatkan diri seseorang tidak menghargai orang lain, bahkan sampai pada tingkat menghina karena ditunggangi kesombongan.

    Adapun orang yang terbiasa berprasangka buruk, akan dibenci dan tidak dipercaya, dirinyapun terbuang di tengah pergaulan. Bahkan berprasangka buruk itu merupakan suatu dosa.

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ

    Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.” (Al Hujurat : 12).

    “Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pembahasan yang singkat ini, dan dapat menjadi catatan dalam pergaulan untuk dijauhi.”

    Inspirasi Kehidupan : Motivasi dan Manajemen Pengembangan Diri

    0

    Motivasi dan Manajemen Pengembangan Diri

    Oleh Ustadz Koko Soesantho, S.Ag.,M.Si.

    (Motivator, Guru Ismuba SMA Muhammadiyah 3 Gadung Surabaya, dan Wakil Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur)

    Pada umumnya dalam upaya mencapai pertumbuhan dan perkembangan diri sekaligus juga memperkokoh rasa harga diri positif adalah menemukan titik dan pola keseimbangan antara menerima cinta dan menerima tekanan, tuntutan dan paksaan dari orang tua.

    Pertimbangan seorang manusia yang berperan sebagai orang tua kita, yang membentuk harga diri kita, bagaimanapun mereka adalah hanyalah manusia biasa. Sadarilah bahwa orang tua kita juga dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dirinya yang belum selesai, yang dalam perjalanan hidupnya memasuki jalur menjadi orang tua.

    Mereka dibentuk oleh orang tua mereka. Mereka memiliki pengalaman pahit kekecewaan, kejengkelan dan kemarahan. Namun, mereka juga mendapatkan kebutuhannya terpenuhi, walau juga ada yang tidak terpenuhi. Mereka mendapatkan pengalaman hidup yang baik juga pengalaman hidup yang buruk.

    Bahkan menjadi korban dari luncuran kata-kata yang menyakitkan, merendahkan dan meremehkan. Itulah orang yang telah dan sekarang menjadi orang tua kita. Mereka hanya beda kulit dan umur dengan kita, namun bisa jadi jiwa dan hatinya masih dalam perjalanan menuju kedewasaan, kematangan dan kebijaksanaan.

    Jadi, bagaimana sikap kita? Bagaimana kalau kita memilih sikap mengerti, memahami, bersabar, mengalah bahkan bisa memaafkan perlakuan mereka terhadap kita. Alih-alih mengobati luka hati mereka atas perlakuan orang tua mereka dulu, mereka akhirnya bisa bertumbuh lebih dewasa, lebih matang dan lebih bijak atas sikap yang kita pilih. Mudah-mudahan.

    “Berterima kasihlah dan bersyukurlah anda dipertemukan dengan manusia yang belum sempurna yang ditakdirkan menjadi orang tua anda, yang bisa menjadi cermin untuk mendewasakan, mematangkan serta mendorong anda menjadi manusia yang lebih baik dan mulia.”

    Inspirasi Kehidupan : Darurat Adab 

    0

    Darurat Adab

    Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani bernasehat :“Hidup itu untuk mengingat Allah, bukan mengingat kesalahan orang lain”.

    Abu Yazid Al-Bhustami menambahkan :“Betapa beratnya mendendam pada kesalahan kesalahan orang lain yang sudah di taubati. Sementara sibuk mendendam dan mengingat kesalahan orang lain, ia lupa mentaubati kekhilafan sendiri karena sibuk mengingat kesalahan orang lain”. 

    Apa karena kita terlalu egaliter. Terlalu demokratis atau karena kolektif kolegial sehingga menghilang jarak menghapus kelas, semua dianggap sama, dianggap setara. Lantas bebas berbicara seenak hati? Atau karena dunia memang sudah demikian bebas lepas semua bisa bicara : mengkritik, membully, perkusi tanpa adab.

    Jadi benarkah kita tak punya adab ? Sebagai aktifis saya sangat paham tentang perilaku keberagamaan kita, termasuk saya yang besar di lingkungan orientasi ilmu. Adab adalah sesuatu yang tak pernah dipelajari serius kecuali sesekali dengan durasi yang sangat sedikit.

    Saya pikir ini problem krusial, bagaimana adab menerima tamu termasuk beberapa kejadian saat tamu undangan sekelas jokowi diperlakukan kurang baik padahal beliau adalah tamu undangan yang layak mendapat penghormatan dijaga marwah dan martabatnya sebagai tamu yang di undang. Jika tak suka kenapa diundang sebagai tamu ?

    Adab rakyat kepada Raja. Adab menyampaikan pendapat, adab mengkritik, adab ketika berbeda pendapat, adab terhadap pimpinan, adab terhadap ulama atau ustad, adab terhadap senior, adab terhadap para pendahulu, adab terhadap musuh yang sangat kita benci sekalipun adalah sesuatu yang urgent di bincangkan di tengah kebebasan yang sangat.

    Bahkan adab terhadap sesama aktifis pergerakan, menghindari prasangka buruk, syu’udzan, mendendam hingga akhir hayat, terus mengingat kesalahan teman, hasad, dengki, iri hati, bahkan menjurus fitnah dan pembunuhan karakter.

    Pendek kata tiada maaf bagimu, satu kesalahan yang dilakukan sudah cukup menghapus semua kebaikan yang pernah dilakukan, termasuk gampang melupakan jasa dan susah melupakan kesalahan teman. Mungkin seseorang telah melakukan kekhilafan tapi sudah bertaubat sementara dirimu terus mengingat kesalahan yang sudah ditaubati itu sepanjang hidupmu.

    Nabi SAW di utus untuk menyempurnakan akhlaq, sungguh dalam diri Nabi SAW terdapat akhlak terpuji.

    Imam Malik rahimahullah berkata :“Pelajarilah adab sebelum belajar ilmu. Ibnu Mubarok berkata; Kami mempelajari masalah adab selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

    Jadi benarkah Muhammadiyah darurat adab ?

    Semoga Allah Taala memperbagus adab kita, Aamiin.

    @nurbaniyusuf

    Komunitas Padhang Makhsyar

    Ini Pesan Wakil Ketua PWM Jawa Timur pada Pengajian Guru-Karyawan Spempat

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya gelar Pengajian Rutin Guru-Karyawan. Hadir sebagai pemateri Ustadz Dr. Muhammad Sholihin Fanani, M.PSDM Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Ahad (28/7/2024).

    Mengawali materinya, Dr. Muhammad Sholihin Fanani, M.PSDM menyampaikan bahwa nomor satu kekuatan Muhammadiyah itu adalah ikhlas. Orang kalau ibadahnya ikhlas, tambah lama tambah yakin, mengerjakannya semakin mantap, dan semakin rajin.

    “Tambah suwe tambah yakin, tambah suwe tambah rajin.” Ujarnya.

    Ia menjelaskan singkat tentang konsep akhlaq yang merupakan kekuatan kedua Muhammadiyah. Menurutnya, akhlak paling tinggi dan paling baik itu ketika kita dapat menjaga perasaan orang lain.

    “Makanya hati-hati ketika memperlakukan orang lain. Orang yang teraniaya itu doanya dikabulkan.” Imbuhnya.

    Lebih lanjut, ia mengulas tentang militansi juga menonjol dalam diri orang-orang Muhammadiyah. Inilah kekuatan Muhammadiyah yang ketiga. Orang militan selalu berkeyakinan dalam bekerja dan beribadah.

    “Ia yakin bahwa pekerjaan dan ibadahnya akan dibalas oleh Allah SWT, sejahtera.” Tegasnya.

    Menurutnya, militansi dalam organisasi seperti nyawa. Jika dalam organisasi banyak yang kadernya militan, maka organisasi itu akan bertahan lama. Di Muhammadiyah juga, meskipun orangnya sedikit namun militansi orang-orang yang berjihad ibaratnya ruh.

    Suasana Kajian Rutin Guru-Karyawan Spempat

    Selanjutnya, Kekuatan Muhammadiyah, yaitu sistemnya. Di dalamnya ada yang namanya kolektif kolegial. Organisasi sebagai alat. Tidak ada untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

    “Organisasi yang baik itu adalah organisasi yang mudah untuk dikontrol, dan melalui pendekatan kolektivitas atau kebersamaan.” Jelas Ustadz Sholihin.

    Ia mengingatkan tentang pentingnya kiprah dakwah juga menjadi kekuatan Muhammadiyah. Seringkali orang lupa tentang apa itu Muhammadiyah. Padahal sudah jelas Muhammadiyah merupakan gerakan Islam Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

    “Maka semua guru dan karyawan harus berniat untuk dakwah. Siapa yang menolong agama Allah maka Allah akan memudahkannya.” Tegasnya.

    Kekuatan Muhammadiyah adalah kiprah amal usahanya. Amal usaha sejatinya mempunyai empat fungsi, yaitu mempercepat dakwah Muhammadiyah, menyiapkan kader-kader persyarikatan, sebagai lahan ibadah dan berjuang, dan mempercepat tercapainya tujuan Muhammadiyah.

    “Empat hal ini harus ada dalam sekolah kita.” Pungkasnya. (Humas/Taufiq).