spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 201

    Ini Pesan KH Mahsun Djayadi Dalam Halalbihalal Fokal IMM se-FAI UMSurabaya

    0

    Ini Pesan KH Mahsun Djayadi Dalam Halalbihalal Fokal IMM se-FAI UMSurabaya

    Surabaya, liputanmu – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Qossam Universitas Muhammadiyah Surabaya melaksanakan acara Halalbihalal IMM bersama Fokal IMM se-Fakultas Agama Islam; Al-Qossam, FIAD dan Al-Faruq. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 01 Mei 2024 Gedung At-Tauhid Tower UMSurabaya lantai 13.

    Sejumlah Fokal IMM se-Fakultas Agama Islam UMSurabaya hadir, Dr Thoat Setiawan MHI (Ketua Fokal IMM FAI, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Surabaya), Dr KH Mahsun Djayadi MAg (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya 2015-2022, Ketua DPD PAN Kota Surabaya, Direktur Ma’had Umar Ibnu Al-Khattab), Arin Setiyowati SHI MA (Ketua Fokal IMM UMSurabaya). Rabu, (1/5/24).

    Diawali sambutan oleh Ketua IMM Al-Qossam, Ketua Fokal IMM FIAD, dan Ketua Fokal IMM UMSurabaya. Dilanjutkan tausyiah oleh Dr KH Mahsun Jayadi MAg dan sharing session Fokal IMM se-FAI UMSurabaya lintas generasi dan latar belakang. Kemudian ditutup dengan do’a oleh Ustadz Gandung Fajar Panjalu MA.

    Dr KH Mahsun Djayadi MAg selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya 2015-2022 dan alumni IMM FIAD UMSurabaya menyampaikan, “Saya ini alumni IMM FIAD, perjuangan mahasiswa pada waktu itu sangat luar biasa, termasuk ketika awal mendirikan IMM FIAD. Dulu sepeda (ontel) menjadi trand, dalam kegiatan IMM, mulai kegiatan perkuliahan, kajian dan menyebarkan proposal kegiatan”.

    “Saya teringat betul, bagaimana dinamika organisasi dan perkuliahan kala itu, nilai perjuangan dalam mencari ilmu menjadi pelajaran tersendiri yang harus terus diteladani bagi para kader. Selanjutnya dalam acara halalbihalal kali ini, halalbihalal itu sendiri adalah sebuah rangkaian budaya yang ada nilai keagamaannya, kalau jaman nabi tidak ada,” tuturnya.

    Masih KH Mahsun, dalam halalbihalal, ada 2 momentum yang bisa kita fahami bersama, yaitu :

    Pertama, Momentum Silaturrahim; menyambung kekerabatan, menyambung kekeluargaan dalam ini adalah alumni dan kader IMM se-FAI Universitas Muhammadiyah Surabaya. Memontem ini harus kita jaga bersama dalam rangka menguatkan ukhuwah Islamiyah.

    Kedua, Selain Memonten Silaturrahim Menyambung Kekeluargaan, Juga Silaturrahim Afkar; sinergi pemikiran, sambung rasa pemikiran yang merupakan salah satu identas asli IMM, yaitu intelektualitas.

    “Bedanya dengan Pemuda Muhammadiyah, karena lebih banyak berkecimpung di Pemuda Muhammadiyah, dimana Pemuda Muhammadiyah lebih kuat, lebih kental nuasa politiknya, sedangkan IMM lebih kental kepada intelektualnya. Saya masih ingat betul, dulu Pak Wahyudi dan teman-teman kala itu menyampaikan; setiap bicara harus bisa dalil, kalau tidak punya dalil tidak sah,” ujarnya.

    Nah, dalam hal Silaturrahim Afkar, maka ada 3 hal yang harus menjadi kebiasaan baik kader dan alumni IMM, yaitu :

    Pertama, Fikroh Diniyah (Pemikiran Keagamaan); Kajian rutin harus dilakukan, sebagai bagian dari penguatan pemahaman keagamaan dan penguatan akhlak. Bisa kajian hadits, bulughul maram, riyadus sholihin, dll. Termasuk kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT), harus bisa memahami isinya, apalagi kita bagian dari pimpinan dan warga Persyarikatan Muhammadiyah.

    Kedua, Fikroh Intima’iyah (Pemikiran Sosial Kemasyarakatan); Kepedulian terhadap sesama, Kita harus update dengan perkembangan masyarakat, mencarikan solusi terhadap masalah keumatan. Ini bagian dari nilai-nilai yang ada dalam IMM, yaitu humanitas yang merupakan ruh dakwah Muhammadiyah yang sangat kental dengan filantropinya.

    Ketiga, Fikroh Siyasah (Politik Kebangsaan); Politik dalam arti teori politik dan politik praktis. Pemikiran politik kebangsaan harus didasarkan pada politik nilai, hal ini menjadi jalan yang dipilih oleh Persyaratan Muhammadiyah.

    “Saya dan ustadz Dikky belum dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam hal do’a, apa yang menjadi keinginan saya selalu dikabulkan, tapi khusus dalam  hal politik kali ini, Allah SWT belum mengabulkan. Dalam hal do’a, ada 3 hal yang difahami; do’a langsung dikabulkan, ditunda, dan dikabulkan dalam bentuk yang lain,” tegasnya. (Salman)

    Hangat Penuh Keakraban di Silaturrahim Syawalan 1445 Ortom Kota Surabaya

    0

    Hangat Penuh Keakraban di Silaturrahim Syawalan 1445 Ortom Kota Surabaya

    Surabaya, liputanmu – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya melaksanakan acara Silaturrahim Syawalan Idul Fitri 1445 H dengan menggandeng Ortom Tingkat Daerah; Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

    Kegiatan dilaksanakan di Aula Pusat Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, jalan Wuni No 9 dengan dihadiri ratusan kader Muhammadiyah. Selasa, (30/4/24).

    Hadir dalam acara Ustadz Muhamad Jemadi MA Wakil Ketua, dan Ustadz Drs Anang Catur Hutoyo Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, dan pemateri utama Dr Aribowo MSi Dosen dan Pakar Ilmu Politik UNAIR Surabaya dengan tema “Gagasan Anak Muda Tanggapi Pilwali”.

    Ustadz Muhamad Jemadi MA Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya yang membidangi pembinaan Ortom menyampaikan, ”Pemuda Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam hal kebangsaan dan moderasi keberagaman, serta mengedepankan etika politik yang santun dalam menghadapi Pilkada Tahun 2024″.

    “Politik nilai menjadi pilihan yang tepat, dimana memahami tentang perbedaan pilihan sebagai sunnatullah, yang harus dijaga dengan saling menghormati dan menghargai pilihan masing-masing. Perbedaan itu biasa, karena ini adalah muamalah duniawiyah, yang paling penting justru menjaga ukhuwah Islamiyah,” tuturnya.

    Sedangkan menurut Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya Cak Alfianur Rizal MPd menyampaikan, “silaturrahim Syawalan AMM ini, selain sebagai ajang memperkuat tali silaturahim pasca Idul Fitri 1445 H.

    “Juga sebagai muqaddimah dalam pandangan awal politik yang lebih solid, dengan merapatkan barisan agar tidak terpecah belah,” ujarnya.

    Sementara, Dr Aribowo MSi Dosen dan Pakar Ilmu Politik UNAIR Surabaya yang menjadi pemateri wawasan ilmu politik mengatakan, “Dimana pemilu legislatif kita memakai sistem proposional semi distrik, yaitu mengacu pada golongan dengan memperhatikan perseorangan. Sedangkan pilkada memakai sistem distrik, yaitu dengan memperhatikan personal individu”.

    “Nah, AMM harus bisa obyektif dalam bersikap, serta mengedepankan kemaslahatan generasi penerus Muhammadiyah ke depannya. Lebih smart lagi kalau mengambil keputusan tentang pilihan, untuk memperhatikan input dan masukan dari lembaga survey yang hasil elektabilitasnya valid dan diakui,” tegasnya. (Salman)

    LSF RI Kerjasama UM Surabaya Gelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri

    0

    LSF RI Kerjasama UM Surabaya Gelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri

    Surabaya, liputanmu – Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) menggelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya di Ballroom A lantai 5 Hotel Movenpick Surabaya, Selasa (30/4/24).

    Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri bertajuk ‘Memilah dan Memilih Tontonan’ diikuti sekitar 100 peserta terdiri dari mahasiswa, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Himpunan Guru PAUD Surabaya, SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, konten kreator, Komunitas Film, wartawan, serta alumni mahasiswa UM Surabaya.

    Hadir Wakil Rektor III Bidang Inovasi, Sumber Daya Manusia, Kemahasiswaan dan Alumni UM Surabaya Dr Ma’aruf Sya’ban ST SE MAk, serta Sekretaris Komisi II Lembaga Sensor Film Republik Indonesia, Saptari Novia Stri SH, dengan menghadirkan narasumber Dewan Pengawas LPP TVRI Hardly Stefano Fanelon Pariela SE MKP, Sekretaris Komisi I LSF Republik Indonesia Mukayat Al Amin MSosio, serta Dekan Fakultas Agama Islam UM Surabaya Dr Thoat Setiawan MHI.

    Menurut Sekretaris Komisi III LSF, Saptari Novia Stri SH, sosialisasi ini merupakan program LSF yang merupakan Gerakan Nasional Sensor Mandiri yang sudah dicanangkan tahun 2020/2021 diharapkan program ini terus berlanjut.

    Dalam program ini juga ditandatangani MoU antara LSF dan UMS, bahkan tidak hanya dengan UMS saja tetapi juga ada universitas lain yang juga ditandatangani MoU hingga Sosialisasi Sensor Mandiri.

    ‘’Jadi LSF ini merupakan lembaga independen yang tugasnya melakukan penelitian dan penilaian terhadap film dan iklan film yang akan diedarkan dan dipertunjukkan kepada khalayak umum, maka setiap film yang mengandung kaidah senematografi ini wajib disensorkan di LSF untuk mendapatkan surat tanda lulus sensor film. Kami pun juga bekerja sama dengan lembaga penyiaran dalam melaksanakan tugas sensor film,’’ jelas Saptari.

    Maka, tegas Saptari, LSF berharap program ini terus disosialisasikan sehingga tidak berhenti pada sosialisasi ini saja, tetapi diharapkan peserta sosialisasi yang hadir juga dapat menyampaikan kepada keluarganya, terutama adik – adiknya, untuk dapat memilah dan memilih tontonan sesuai dengan klasifikasi usia, sebab LSF mempunyai empat jenis penggolongan usia yakni untuk Semua Umur (SU), 13 ke atas (13+), 17 ke atas (17+) dan 21 ke atas (21+), dan dalam bekerja pun LSF tidak lepas dengan Peraturan Perundang – undangan, yakni UU Nomor 33 tahun 2009, PP 18, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bahkan tidak terlepas juga dengan UU lainnya, seperti UU Pornografi, UU Narkotika, serta UU yang menyangkut Harkat dan Martabat Manusia.

    ‘’Maka, ketika film itu akan diedarkan dan dipertunjukan pada masyarakat, harus memiliki Surat Tanda Lulus Sensor (STLS). Itulah adalah bukti film itu sudah bisa dipertunjukkan kepada masyarakat, sehingga ketika diputar di bioskop dan tiba–tiba ada protes dari masyarakat maka pihak LSF bisa menjadi mediasi, tetapi bila tidak ada STLS maka LSF tidak bisa apa–apa,’’ tegasnya.

    Sementara, Wakil Rektor III Bidang Inovasi, Sumber Daya Manusia, Kemahasiswaan dan Alumni UM Surabaya Dr Ma’aruf Sya’ban ST SE MAk menambahkan, sensor terhadap film perlu ditingkatkan dalam hal tentang kebijakan agar dalam sensor film itu tidak hanya pada perfilman bioskop saja, tetapi juga pada tayangan–tayangan yang saat ini serba online, mulai tayangan berbayar maupun non berbayar, seperti adanya Netflix, Apple TV dan platform–platform lainnya, yang tentunya Lembaga Sensor mempunyai bergaining dari sisi membatasi tayangan yang sesuai dengan budaya dan nilai – nilai, misalnya isu–isu tentang SARA.

    ‘’Maka dengan adanya LSF ini tayangan–tayangan itu bisa dilakukan filterisasi dengan sosialisasi budaya. Maka ini awal kita bisa memilih dan memilah secara cerdas tayangan yang sesuai dengan Budaya Indonesia,’’ tandasnya (yuda)

    Anggota DPRD Surabaya Dokter Zuhro Gelar Halalbihalal

    0

    Anggota DPRD Surabaya Dokter Zuhro Gelar Halalbihalal

    Surabaya, liputanmu – Guna mempererat silaturrahim, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dr Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah menggelar agenda halalbihalal yang dilaksanakan di rumah aspirasi dokter Zuhro Morokrembangan jalan Tambak Asri nomor 189-C Surabaya.

    Selaku tuan rumah, Dr Izza Anshory ST MT menyampaikan banyak terima kasih kepada para sesepuh, tokoh masyarakat, ketua RW Morokrembangan, Dupak Bangunsari, Dupak Bandarejo, ketua RT serta para warga yang telah menghadiri undangan.

    “Menurut Prof Dr Quraisy Shihab, halalbihalal artinya mencairkan yang beku, menghangatkan suasana yang dingin, dan menguraikan sesuatu yang rumit,” tuturnya.

    Izza Anshory menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan para warga masyarakat yang telah berjuang bersama-sama untuk membantu meraih kursi DPRD kota Surabaya yang In syaa Allah akan dilantik sekitar bulan Oktober 2024.

    “Sekali lagi, kami mohon maaf bilamana Bu dokter Zuhro selama mengabdi ada yang kurang, karena manusia adalah tempat salah, kesempurnaan hanya milik Allah SWT, di bulan Syawal ini mari kita saling memanfaatkan,” ungkapnya.

    Sementara, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dr Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah juga memohon maaf kepada seluruh warga masyarakat bilamana selama mendampingi ada kesalahan.

    “Saya hanya memberikan 3-A, dimana A pertama adalah syukur Alhamdulillah atas semua kenikmatan dan berkah dari Allah SWT,” ujarnya.

    A yang kedua, sambung dokter Zuhro yakni, apresiasi kepada seluruh warga masyarakat khususnya dapil I yang telah berjuang dan rela memilih tanpa pamrih.

    “Sedangkan A yang ketiga yakni, asa atau harapan, mudah-mudahan kemenangan dan persahabatan kita akan terbina di dunia dan di akhirat,” tuturnya. (yud)

    “Setiap manusia pasti ada kesalahan, oleh sebab itu sekali lagi, di bulan Syawal ini kami mohon maaf lahir dan batin,” tandasnya.

    Muhammadiyah Sambikerep Surabaya Gelar Halalbihalal dan Capacity Building

    0

    Muhammadiyah Sambikerep Surabaya Gelar Halalbihalal dan Capacity Building

    Surabaya, liputanmu – Sebagai agenda kegiatan yang rutin dilaksanakan di bulan Syawal adalah adanya silaturrahim atau halalbihalal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambikerep. Tahun 2024 kali ini acara tersebut diadakan di Aula Panti At Taqwa Putri pada Ahad, 26 Syawal 1445 H bertepatan dengan 05 Mei 2024 M.

    “Sinergi Bersama Mewujudkan Kemajuan Ummat menjadi tema kegiatan kali ini yang diambil karena kalau menginginkan terwujudnya kemajuan ummat diperlukan adanya sinergi bersama,” jelas M Syafi’i, Ketua PCM Sambikerep.

    Kegiatan ini langsung dikomando dari Majelis Tabligh. “Awal agendanya PCM Sambikerep hanya mengadakan halalbihalal kemudian ketua PCM punya ide memaksimalkan kegiatan dengan Sinkronisasi agenda PDM Surabaya (Ideopolitor), upgrade pengurus PCM, PRM dan Majelis karena sebagian besar orang baru. Sehingga konsep acara ditambah dengan Capacity Building dengan mengundang pemateri dari PDM Kota Surabaya,” imbuh Mujib Ridwan, Ketua Majelis Tabligh sekaligus Ketua Panitia.

    Sinergi bersama dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut dari Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci, Panti At Taqwa Putri, dan Panti Putra At Taqwa. (Anang Dony Irawan)

    Tim UMMAD Raih Pendanaan PKM Tahun 2024 dari Ditjen Dikti Ristek

    0

    Madiun, liputanmu – Untuk pertama kalinya, Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2024.

    Penyelenggara PKM tahun 2024 adalah Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kemendikbud Ristek RI.

    Pengumunan perihal Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 dilakukan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kemendikbud Ristek RI pada Jumat, 19 April 2024.
    Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2024 sendiri dilaksanakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kemendikbud Ristek RI.

    Pendanaan PKM Tahun 2024 diperoleh tim PKM UMMAD usai proposal tim PKM UMMAD yang berjudul Menelusuri Praktik Perceraian dan Dampaknya; Mengupas Isu dari Kabupaten Ponorogo berhasil lolos penilaian dari Ditbelmawa Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek RI.

    Proposal tim PKM UMMAD tersebut berhasil menjadi salah satu proposal yang lolos pendanaan untuk PKM Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) Tahun 2024.

    Proposal mengenai problematika perceraian di Kabupaten Ponorogo tersebut disusun oleh tim PKM UMMAD yang terdiri dari 3 mahasiswa dan 1 dosen pembimbing.

    Mereka adalah Halimah sebagai ketua, serta Afnan Habri Ramadhani serta Kiki Andriani yang merupakan anggota. Sementara dosen pembimbingnya adalah Malik Ibrahim, M.Sos.

    Halimah dan Kiki Andriani saat ini merupakan mahasiswa semester 2 dan 8 Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMMAD. Sedang Afnan Hari Ramadhani adalah mahasiswa semester 2 Prodi Ilmu Aktuaria FIFIT UMMAD.

    Kiki Andriani mengaku tidak menyangka akhirnya proposal PKM yang ia buat bersama Halimah dan Afnan dengan bimbingan Malik Ibrahim, M.Sos yang dosen Prodi Ilkom UMMAD tersebut bisa memperoleh pendanaan dari Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek RI.

    “Sebenarnya kita tidak menyangka proposal yang kami susun bisa mendapat pendanaan dari Ditjen Dikti Ristek. Kita buat proposalnya juga hampir mendekati deadline pengiriman,” kata Kiki Andriani, Senin, 29 April 2024.

    Dosen pembimbing tim PKM UMMAD, Malik Ibrahim, M.Sos menerangkan pembuatan proposal PKM yang dilakukan mahasiswa Prodi Ilkom dan ilmu Aktuaria tersebut dilakukan tidak sampai satu pekan.

    “Proses bimbingan dilakukan mulai dari judul, latar belakang, literasi, data, urgensi, novelty sampai jadi proposal masih dibimbing oleh dosen,” terang Malik Ibrahim.

    Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UMMAD, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. menjelaskan, keberhasilan tim PKM UMMAD mendapatkan pendanaan PKM Tahun 2024 dari Ditjen Dikti Ristek tersebut merupakan prestasi yang membanggakan yang diperoleh melalui kerja keras dan bersama-sama oleh tim penyusun proposal.

    “Ini adalah momentum besar perubahan di bidang kemahasiswaan UMMAD. Kegiatan kemahasiswaan di UMMAD selain menfasilitasi minat bakat mahasiswa, juga diarahkan untuk berani berkompetisi di ajang nasional dan internasional,” ujar Ihwan Susila. (red)

    Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Meraih 2 Juara Dalam Lomba ACIPRAJA XIII PMI Tingkat Jawa Timur

    0

    Surabaya, liputanmu – Tim Palang Merah Remaja (PMR) Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya berhasil Meraih 2 Gelar Juara; Juara 3 Madya & Juara 2 Cerdas Cermat Lomba ACIPRAJA XXIII PMI Tingkat Jawa Timur. Komitmen Sekolah Karakter untuk mewujudkan Visi Sekolah; Menjadi Sekolah Unggul, Berkarakter dan Berprestasi. Keunggulan dari segi manajemen dan Kurikulum Sekolah, Penguatan Karakter Warga Sekolah dan Selalu Berprestasi, baik akademik maupun non-akademik, baik siswanya maupun gurunya. Sabtu, (27/4/2024).

    Kepala Urusan Kesiswaan Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya Ustadz Rizqy Samsul Abidin, S.Or menyampaikan “Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT atas karunia yang luar biasa. Sekolah Karakter selalu mendapatkan prestasi, kali ini dari Tim Palang Merah Remaja (PMR) Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Kami berhasil Meraih 2 Gelar Juara sekaligus, yaitu Juara 3 Madya & Juara 2 Cerdas Cermat Lomba ACIPRAJA XXIII PMI Tingkat Jawa Timur. Komitmen Sekolah Karakter untuk mewujudkan Visi Sekolah; Menjadi Sekolah Unggul, Berkarakter dan Berprestasi”. Tuturnya.

    Masih Ustadz Rizqy “Keunggulan yang dimaksud dalam Visi Sekolah adalah dari segi manajemen dan Kurikulum Sekolah, Penguatan Karakter Warga Sekolah dan Selalu Berprestasi, baik akademik maupun non-akademik, baik siswanya maupun gurunya. Dalam minggu, salah satu Ustadzah Zuli Asiatul Umroh, S.Pd mengikuti Olimpiade Matematika Nasional (KNMR-19 Tahun 2024) dan masuk ke babak final pada hari Ahad, tanggal 28 April 2024 di Ecovention Hall Ancol. Meskipun belum juara, tapi ini adalah perjuangan dan proses yang harus terus dilalui. Untuk Ustadzah Zuli terus semangat mengikuti lomba berikutnya, untuk anak-anak yang mendapat juara, terus semangat belajar dan berlatih, raih prestasi di lomba berikutnya”. Tegas Ustadz Rizqy yang juga aktif di LPO PDM Kota Surabaya. (Salman Al Farisi)

    Halalbihalal Fokal IMM FAI Akan Digelar di Lantai 13 Gedung At-Tauhid Tower UMSurabaya

    0

    Surabaya, liputanmu – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Qossam Universitas Muhammadiyah Surabaya akan melaksanakan acara Halalbihalal IMM bersama Fokal IMM se-Fakultas Agama Islam. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Rabu, 01 Mei 2024 Gedung At-Tauhid Tower UMSurabaya lantai 13.

    Sejumlah Fokal IMM se-Fakultas Agama Islam akan hadir; Dr. Thoat Setiawan, M.H.I, (Ketua Fokal IMM FAI, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Surabaya), Muhammad Jemadi, MA (Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Sekretaris MGMP dan KKG Pendidikan Agama Nasional, Anggota Dewan Pembina DPP AGPAII), Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya 2015-2022), Ketua DPD PAN Kota Surabaya, Direktur Ma’had Umar Ibnu Al-Khattab), Ahmad Labib, S.H.I., M.H (LPHU PP Muhammadiyah, Caleg DPR RI Fraksi Partai Golkar Terpilih 2024), Arin Setiyowati, S.H.I.,M.A., (Ketua Fokal IMM UMSurabaya). Sabtu, (27/4/2024).

    Imam Khurdianto Ketua Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Qossam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus Ketua Panitia Halalbihalal IMM Komisariat Se-FAI menyampaikan “Sehubungan dengan akan di adakannya Halalbihalal IMM Komisariat Se-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, kami mohon kepada seluruh kader dan alumni berkenan hadir dalam acara tersebut. InsyaAllah, acara akan kami laksanakan pada hari Rabu 1 Mei 2024, pukul 09.00 di Gedung At-Tauhid Tower lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya. IMM di Fakultas Agama Islam ada 3 Komisariat, yaitu Al-Qossam, FIAD dan Al-Faruq”. Tuturnya.

    Masih Imam “Maka dengan ini kami atas nama Kader, Ketua Komisariat dan Ketua Panitia mengundang seluruh kader dan alumni IMM se-FAI, baik Al-Qossam, FIAD maupun Al-Faruq dengan mengisi google form kehadiran yang kami sediakan. Kegiatan ini adalah momentum silaturrahim kader dan alumni yang diselenggarakan setiap tahun. Tahun 1444 H/2023 M diselenggarakan di Aula The Millennium Building SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Sejumlah alumni dan tokoh siap hadir memberikan ilmu dan motivasi untuk menguatkan keilmuan, jaringan dan pengalaman. Hubungan baik ini harus terus dijaga dalam rangka menguatkan ukhuwah Islamiyah”. Tuturnya.

    Lembah Giri Tempat Pelantikan Kader Tapak Suci Jawa Timur

    0

    Jombang, liputanmu – Untuk menjaga ghirah dan keilmuan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Jawa Timur, diadakanlah pelantikan kader Tapak Suci yang telah mengikuti ujian kenaikan tingkat pada 8-10 Desember 2023 lalu di kabupaten Bojonegoro.

    Setelah adanya ujian Kenaikan tingkat, maka Pimpinan Wilayah II Tapak Suci Jawa Timur mengadakan acara silaturrahim dan pelantikan kader di Lembah Giri, Wonosalam, Kabupaten Jombang pada Sabtu-Ahad, 27-28 April 2024.

    Kegiatan yang sedianya dimulai pukul 19.30 WIB mengalami penundaan dikarenakan turunnya hujan yang tidak memungkinkan pelaksanaannya. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat para kader untuk mengikuti kegiatan tersebut.

    Para kader yang hadir pun tidak hanya dari sekitaran Jombang saja, namun ada yang dari Banyuwangi, Pacitan, Tuban, Sampang, Jember, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Blitar, Malang, Bojonegoro, Lamongan, dan Mojokerto. Begitu pun para pendekar senantiasa bersemangat untuk turut mendampingi kegiatan para kader tersebut.

    “Acara ini spesial karena peserta pelantikan kader diikuti dari berbagai latar belakang yang ada. Mulai dari guru TK hingga Wakil Rektor menjadi pesertanya,” terang Pendekar Utama Robby, Sekretaris Pimwil II Tapak Suci Jawa Timur.

    Selain acara pelantikan juga dilanjutkan dengan adanya latihan terampil 3 jurus yang diciptakan oleh 3 Pendekar Besar dari Jawa Timur, diantaranya Jurus Harimau dari Pendekar Besar Chusnan David, Jurus Merpati dari Pendekar Besar Ismail Navianto, dan Jurus Lembu dari Pendekar Besar Buchori Achmad.

    “Para kader sebagai penerus keilmuan dari para pendekar besar sudah selayaknya mempelajari jurus-jurus yang telah diciptakan para pendekar besar tersebut,” amanat Pendekar Besar Soekarno, Ketua Dewan Guru, kepada para kader.

    “Begitu berkesan memang acara yang diadakan di lembah giri, selain sebagai ajang silaturrahim juga sebagai wahana nostalgia para pendekar yang dulunya pernah digembleng disini,” imbuh Sekum Pimwil II Tapak Suci Jawa Timur.

    Para kader pun turut senang dan semangat dalam mengikutinya. “Ini merupakan hal yang luar biasa bagi saya bisa ikut dalam kegiatan ini setelah beberapa tahun vakum dalam Tapak Suci karena ditugaskan belajar ke Jepang. Saya senang dapat bersilaturahim kembali dengan para guru, pendekar, dan dulur-dulur Tapak Suci,” ucap Prof. Andi yang merupakan Wakil Rektor 4 Universitas Brawijaya Malang.

    Begitu berkesannya acara ini, selain pelantikan yang dilakukan dipuncak gunung kuncung oleh Dewan Guru. Sekaligus mengasah kemampuan akan jurus terampil yang disajikan oleh para pendekar yang langsung dari sumber pencipta 3 jurus yang ada di Jawa Timur.

    Tapak Suci Mandiri, Tapak Suci Berprestasi, Tapak Suci Berkemajuan, Tapak Suci Mendunia. (Anang Dony Irawan)

    Air Mata Haru Orang Tua dan Siswa Membanjiri Masjid di Acara Ini

    0

    Surabaya, liputanmu – Motivator Nasional, memeras air mata orang tua dan para siswa, dan guru pada acara Qur’anic Camp di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya pada hari Jum’at (26/4/24).

    Bina mental siswa SD Musix Surabaya terapkan program Qur’anic Camp selama tiga tahap bagi siswa kelas VI. Pelaksanaannya mulai bulan Februari – April 2024 pada pekan terakhir setiap hari Jum’at – Sabtu. Para nara sumber terdiri dari para guru-guru sendiri dan dari luar.

    “Tujuan dari program Qur’anic Camp ini yang paling utama adalah membina mental para siswa kelas enam untuk meraih kesuksesan masa depan para siswa kelas VI SD Musix,” jelas Hidayatun Ni’mah SAg Kaur Ismuba.

    Selanjutnya dia menjelaskan bahwa agar sukses masa depan para alumni SD Musix harus tuntas mengaji, tahfidz, sholat dan fardhu ‘ain hafal dua juz selebihnya fardhu kifayah.

    Panitia mengatur, anak aki-laki berada dibarisan depan samping urara, anak permpuan di sisi selatan. Masing-asing adak didudukan berjarak untuk menghindari inteaksi antar anak. Sedangkan pra orag tua berada di belakang para siswa.

    Pada sesi penutupan Qur’anic Camp ini, panitia menghadirkan Afif Hidayatullah motivator nasional. Pada kesempatan ini bukan hanya siswa sebagai peserta, tetapi orang tua wali wurid juga di hadirkan.

    Motivasi bertajuk Membangun Mental Sinesgi anak dan Orang tua Mennuju Sukses Bersamaini benar-benar membekas, baih pada orang tua maupun para siswa.

    “Anak-anak, pernahkah orangtuamu membading-bandingkan kamu dengan saudara-saudara kalian” tanya Afif sapaan Afif Hidayatullah
    “Pernah…!” jawab kompak 67 peserta sambil tertawa kecil.

    “Itu hanya perasaanmu saja, bahwa tidak ada orang tua yang membading-bandingkan anak-anak, semua orang tua selalu memberikan kasih sayang yang sama kepada anak-anaknya,” jelasnya.

    Motivator yang memiliki sederet gelar ini menjelaskan bahwa anak yang merasa tidak ada kehidupan di rumahnya, maka anak tidak kerasan di rumah, bahkan sering meninggalkan rumah tanpa ijin, dan curhat terhadap orang yang tidak jelas. Ini akan membahayakan bagi masa depan anak. Dia mengilustrasikan kondisi ini dengan menggunakan air bening, betadine, dan vitamin C.

    Dia meminta dua anak, Faqih Kaffa Robbani kelas VI-A dan Arya Wisanggeni Satria Wikramawardhana kelas VI-B maju ke depan. Kaffa memegang gelas berisi air bening, sedangkan Wisang panggilan akrab Arya Wisanggeni Satria Wikramawardhana meneteskan betadine hingga beberapa tetes, kemudian dia mengaduk hingga rata.

    “Bapak-ibu, ini ilustrasi yang di rasakan oleh anak-anak yang tidak kerasan di rumah,” serunya sambil menunjuk air yang keruh.

    Kemudian dia memasukkan vitamin C ke dalam gelas dan dia aduk-aduk hingga air yang keruh itu menjadi bening kembali.

    “Ini adalah gambaran,” katanya, ketika anak mulai muncul kepercayaan dirinya, orang tua tidak banyak menuntut lagi dan menjadikan anak sebagai dirinya sendiri anak akan mulai kerasan dan yang paling penting orang tua menjadi tempat curhatan anak-anaknya.

    Selanjutnya, Afif meminta Wisang untuk meneteskan betadine kembali pada air yang telah menjadi jernih, tetapi air itu tetap jernih tidak berubah warna.

    Ini, jelasnya, jika anak-anak sudah mulai kerasan di rumah tidak lagi menjadikan teman atau orang lain menjadi tempat curhat.

    Sesi yang sangat mengesankan adalah ketika Afif menghipnoterapi para peserta, baik orang tua maupun anak, mereka diajak merenungkan kesalahan dan keinginannya.

    Dengan iringi instrumen yang menyentuh sambil mengucapkan kalimat motivasi, tidak sedikit yang menangis hingga mencucurkan air mata.

    Selanjutnya, anak-anak diminta mencari orang tuanya masing-masing untuk minta maaf dan minta doa restu untuk kesuksesan masa depannya. Sesi ini benar-benar menguras air mata yang hadir. Yang lebih memilukan anak-anak yang orangtunya tidak bisa mendampingi.

    “Orang tuaku tidak datang,” rengek anak yang gak mau disebut namanya.

    “Datangi gurumu, karena dia juga orangtuamu!” Hibur Afif. Langsung saja para guru dan wali kelas menjadi tumpahan air mata bagi mereka yang tidak didampingi orangtanya.

    Sesi yang lebih sangat mengharukan ketika anak-anak diminta menulis keinginan untuk orang tuanya kelak jika sudah sukses.

    “Siapa yang mau membacakan keinginan untuk orang tuanya!,” pinta Afif. Disambut angkat tangan Kalyana Aisyah Wibowo dan Nazifa Putri Rachma Dani kedua-duanya kelas VI-A.

    “Silakan orang tuanya mendampingi,” pinta laki-laki kelahiran Gersik ini.

    “Yaa Allah, saya ingin bahagia lahir dan batin. Saya ingin membawa …… (berhenti sejenak sambil menyeka airmatanya langsung dipeluk mamanya), mama da. adik naik haji bersama,” doa Nazifa. Selanjutnya dia juga berdo’a ingin hafa Al-Qur’an, istiqomah dalam menunaikan ibadah shalat.

    Lain lagi doa Kalyana yang tidk didampingi kedua orangtunya tampak tegar. “Yaa Allah, bantu saya agar senang di rumah. Bantu saya yaa Allah agar saya bisa antarkan orang tua ke ….. (akhirnya ketegaran goyah dan bercucuran air matanya) tanah suci,” doanya. Selain itu dia berdoa ingin menjadi psikolog, dan mohon kepada Allah agar bisa menghadapi orang-orang zalim.

    “Saya sangat terkesan karena kegiatan kali ini sangat menggugah kemandirian siswa dan menambah kedekatan antara anak dan orang tua,” kesan Ika May Puspitasari orang tua Radithya Putra Adistyansyah kelas VI-A.

    Dia juga berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa cinta Al Qur’an, menumbuhkan semangat anak dalam menghafal dan memperbaiki bacaan Al Qur’an dan bisa mengamalkannya juga.

    “Dan yang terpenting dapat menumbuhkan ghiroh menyongsong kesuksesan masa depan dan kemandirian dalam beribadah,” tambahnya.

    Peluk cium, tangis haru orang tua dan anak, cucuran air mata seolah membanjiri masjid yang digunakan kegiatan mengakhiri kegiatan Qur’anic Camp sesi ketiga sebagai sesi penutup. (Basirun)