spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 203

    Sukses PPDB 2024-2025, Smamga Targetkan 250 Siswa PPDB 2025-2026, Disampaikan pada Penutupan Rapat Kerja  di Villa Batu

    0
    oplus_0

    Batu, kartanusa – SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Gadung Surabaya gelar Penutupan Rapat Kerja (Raker) di Villa Batu, Jum’at-Sabtu tanggal 9-10 Agustus 2024. Pembukaan dan rangkaian kegiatan raker yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Sekolah selama beberapa hari, mematangkan berbagai macam program dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik.

    Raker kali ini mengambil tema “Membangun Sinergi untuk Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berkarakter”, dalam penutupan dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo; Ketua Ustadz Ir. H. Lukman, Sekretaris Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo; Ketua Ustadz Dr. Arfan Fahmi, M.Pd., Ustadzah Luluk Humaida, S.Pd.

    Dalam sambutannya, Ustadz Nafi’udin, S.H.I., M.Pd.I. Wakil Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Gadung Surabaya, mengatakan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi kepada Smamga, khususnya guru-karyawan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo dan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo.

    “Kami bersyukur, tahun ini PPDB 2024-2025 memenuhi target, bahkan melampaui, yaitu 180. InsyaAllah tahun depan kita targetkan PPDB 2025-2026 mencapai 250 siswa, Aamiin”. Ujar Nafi’udin yang juga Ketua PPDB Smamga.

    Sesi Foto Bersama Penuh Kebersamaan Menuju Smamga yang Unggul dan Berkarakter

    Ia lantas menjelaskan bahwa kebersamaan dan kekompakan kami, menjadi semangat tersendiri dalam membesarkan Smamga kedepan. Kam yakin Smamga akan semakin baik, menjadi Sekolah yang sesuai dengan brand kami; Unggul dan Berkarakter.

    “Persaingan semakin ketat, kita harus bersinergi bersama target 250 siswa itu tidak muda. Mohon dukungan semuanya termasuk oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo.” Imbuhnya.

    Sementara itu, Ustadzah Erlina Wulandari, S.Pd. Kepala SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Gadung Surabaya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, atas segala kemudahan dan kelancaran dalam mengembangkan Smamga menjadi lebih baik; Unggul dan Berkarakter.

    “Terimakasih atas kehadirannya para pimpinan, baik PCM maupun Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, memberikan motivasi kepada kami untuk semakin semangat meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen Smamga kedepannya.” Tuturnya.

    Erlina mengatakan bahwa Kami melakukan pembinaan internal secara rutin, mulai dengan ngaji bersama dan dilanjutkan diskusi tentang persoalan dan mencari solusi terbaik untuk kemajuan Smamga.

    “Alhamdulillah seperti yang disampaikan oleh Ketua PPDB, Ustadz Nafi’ bahwa PPDB tahun ini naik, dan sudah terupdate di PDM Kota Surabaya.” Ungkapnya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa RAPBS Tahun 2024-2025 juga sudah diverifikasi dan ada tidak revisi, sehingga kita bisa fokus untuk melaksanakan program kerja dengan baik.

    “Tadi juga kita berbincang santai tentang program strategi PPDB yang direncanakan kedepan, akan segera kami matangkan dengan tim, segera mungkin kami sampaikan kepada Pimpinan”. Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Wafiqoh Nur Azizah, Kader IMM Heksos Unesa Runner-up di Kompetisi Inovasi Sains Internasional

    0

    Surabaya, kartanusa – Kader IMM Komisariat Heksos Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Wafiqoh Nur Azizah menjadi Runner-up (silver) dalam ajang International Science and Social Sciense Innovation Competition (ISIC) VI yang diselenggarakan Academic International Dialogue Academy. Dalam rilisnya Jum’at (8/8/2024).

    Dalam kompetisi yang bekerjasama dengan Unesa dan Universitas Gunadharma itu, Wafiqoh, panggilan akrabnya, tergabung dalam tim beranggotakan 5 mahasiswa lintas program studi (prodi).

    Mereka adalah Galuh Ratulangi dari Prodi S1 Ekonomi Islam sebagai ketua tim, lalu Dini Amelia dari Prodi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Umiati Nur, Wafiqoh Nur Azizah, serta Sania Ardiana yang sama-sama berasal dari Prodi S1 Ekonomi Islam.

    “Ide yang diusung oleh timnya terkait produk bisnis roll on untuk meredakan stress dan melegakan pernafasan dalam bentuk poster ide dan video gagasan.” Ujarnya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa tim yang diampu oleh Dosen Fitriah Dwi Susilowati itu, mampu mengungguli 50 tim lain dari berbagai negara dan berhasil menjadi Runner-up.

    Atas pencapaian tersebut, Wafiqoh mengaku berbangga. Sebab berhasil mencapai salah satu mimpinya untuk bisa mengukir prestasi di ajang internasional.

    “Mengharumkan nama universitas, terlebih di kancah internasional merupakan impian bagi setiap mahasiswa, menjadi sosok yang menginspirasi dan dikenal banyak orang karena sebuah karya adalah sebuah kebanggaan bagi tiap diri mahasiswa. Karena sejatinya mahasiswa dikenal dan dikenang bukan dari gaya, mahasiswa dikenal dan dikenang karena sebuah karya.” Tandasnya. (Almas Faiz, Kader PK IMM Heksos).

    Kuatkan Kurikulum Merdeka, Foskam Kabupaten Gresik Gelar Penyusunan Buku Lembar Kerja ISMUBA

    0

    Gresik, kartanusa – Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah melakukan sosialisasi Kurikulum ISMUBA tahun 2024. Sesungguhnya materi ISMUBA menjadi keunggulan bagi sekolah-sekolah di Muhammadiyah. Tinggal bagaimana menjadikan materi itu berdaya tarik dan berdampak positif, terutama dalam penanam nilai-nilai moral-keagamaan. Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik gelar Penulisan Buku Lembar Kerja ISMUBA, dalam rilisnya Kamis, 8 Agustus 2024.

    Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kabupaten Gresik yang membidangi ISMUBA, yang kini sebagai Kaprodi PAI Universiotas Muhammadiyah Gresik, Noor Amirudin, M.Pd. bergerak cepat untuk merespon perubahan kurikulum ini. Menurutnya, materi ISMUBA adalah keunggulan pembeda dengan sekolah-sekolah lain.

    “Ketika materi ISMUBA dikemas dengan sebaik-baik strategi maka menjadi keunggulan nyata. Bahkan mampu membentuk kepribadian unggul bagi setiap murid, inilah value.” Tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa untuk bisa mewujudkan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kurikulum yang ada, Dikdasmen dan PNF Kabupaten Gresik meminta Ketua Forum Silaturrahim Kepala Sekolah dan Madrasah (FOSKAM) SD Muhammadiyah Kabupaten Gresik, mengadakan penulisan buku lembar kerja ISMUBA.

    Ketua Foskam, M. Nor Qomari, S.Si. mendatangkan Ustadz Drs. Najib Sulhan, MA., untuk mendampingi guru-guru SD Muhammadiyah dalam penulisan buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

    Ustadz Najib Sulhan memberikan motivasi kepada para penulis sebelum membimbing guru dalam penyusunan buku lembar kerja Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,

    “Menulis bukan sekedar kemampuan, tetapi kemauan dengan niat yang kuat. Untuk kesempurnaan tulisan, maka jam terbang sangat menentukan.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, Najib Sulhan memaparkan tentang alasan mengapa dirinya menulis dan hingga kini sudah ada lebih dari 70 buku yang sudah diterbitkan di 12 penerbit di Indonesia.

    “Bahwa menulis itu perintah Allah, merupakan budaya ulama, memaksimalkan amanah, mengabadikan gagasan/pesan, tinggalkan jejak karya, menjadikan ilmu lebih bermanfaat, mengetuk pintu pejabat, menjadi personal branding, alat berkompetisi, mendapatkan penghargaan, dan tidak kalah penting dapat income pasif.” Ungkapnya.

    Motivasi itu untuk mendorong para penulis tahu manfaat yang didapatkan dan segera bisa menuntaskan amanah menulis ini. Najib Sulhan juga mengajak para penulis untuk membongkar hambatan menulis.

    “Ada empat hal yang sering menghambat seseorang saat ingin menulis; Pertama, merasa takut dan kurang percaya diri. Kedua, merasa tidak ada ide dan kurang waktu. Ketiga, seringnya dikoreksi sebelum selesai. Keempat, banyak terbelenggu aturan.” Terang Najib yang juga sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo.

    Suasana Kegiatan Penyusunan Buku Lembar Kerja ISMUBA Kurikulum Merdeka

    Ia lantas menjelaskan, saat memulai menulis lembar kerja, harus merujuk pada kurikulum ISMUBA yang sudah disosialisasikan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

    “Ada 4 hal yang perlu diperhatikan ketika menulis Buku Lembar Kerja Kemuhammadiyahan, tentang sejarah pendirian, manhaj atau ideologi, organisasi, dan amal usaha.” Katanya.

    Sementara untuk materi Al-Islam ada lima hal yang akan menjadi perhatian, yaitu Al-Qur’an, Akidah, Akhlak, Fiqih, dan Tarikh. Untuk memudahkan teknik penulisan, maka 8 penulis dari utusan sekolah yang berbeda diberikan template lembar kerja ISMUBA 2024 sesuai Kurikulum Merdeka.

    “Sekitar tiga jam penulis menuangkan materi pada template yang sudah disiapkan. Mereka betul-betul fokus, ingin bisa mewujudkan impian membuat lembar kerja ISMUBA sendiri.” Tegasnya.

    Selain ada buku teks dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen dan PNF bisa menyandingkan dengan lembar kerja yang berbasis pada aktivitas.

    “Target selesai penulisan buku, tanggal 20 Agustus 2024. Buku siap cetak awal bulan September 2024. Inilah bentuk kesungguhan Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kabupaten Gresik untuk menjadikan materi ISMUBA unggulan di Muhammadiyah.” Pungkasnya. (Humas/Najib).

    Internasional Gerakan IMM, DPP IMM Kukuhkan PCLN Australia, Asia Barat dan Afrika Utara

    0

    Jakarta, kartanusa – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengukuhkan berdirinya Pimpinan Cabang Luar Negeri (PCLN) IMM Australia, Asia Barat, dan Afrika Utara periode 2024-2026, yang berlangsung secara hybrid. Rabu (7/8/2024).

    Pengukuhan tiga PCLN IMM tersebut memperluas jaringan IMM di kancah global, setelah sebelumnya juga telah berdiri PCLN lain, seperti Taiwan, Arab Saudi, hingga Malaysia. Langkah itu menandai babak baru sepak terjang internasionalisasi IMM. Diharapkan akan berdiri cabang-cabang luar negeri lain di sejumlah negara seiring berjalannya waktu.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza mengapresiasi dan mengungkap rasa syukur atas bertambahnya PCLN IMM dan menekankan pentingnya penguatan ideologi Muhammadiyah bagi kader IMM di luar negeri.

    “Apalagi gerakan mahasiswa merupakan bentuk dan interpretasi dari ideologi yang dimiliki mahasiswa.” Ujarnya.

    Tak hanya itu, Riyan berharap agar para diaspora kader IMM yang berkiprah di luar negeri senantiasa menjaga komitmen bersama, memperluas jaringan, dan memajukan visi IMM di kancah global.

    “Sebagaimana sejalan dengan tajuk pelantikan kali ini, (yaitu) MM Mendunia: Internasionalisasi Dakwah IMM.” Tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PCLN IMM Afrika Utara Fitra Mujtaba menyampaikan, pihaknya menaungi 15 kader diaspora yang tersebar di sejumlah negara kawasan Afrika Utara.

    “PCLN IMM Afrika Utara terdiri dari 15 kader diaspora yang masing-masing tersebar di sejumlah negara, di antaranya Libya sebanyak 4 kader, Mesir 9 kader, dan Maroko 2 kader.” Ungkapnya.

    Ia berharap semoga IMM nantinya mampu menjadi generasi Muhammadiyah yang melahirkan para cendekiawan muda dan berkontribusi dalam memberikan inovasi-inovasi baru untuk bangsa dan kemajuan IMM Afrika Utara itu sendiri.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PCLN IMM Asia Barat, Hisyam Sidqi menyampaikan terimakasihnya, sebab telah diresmikan atau dikukuhkan sebagai pimpinan PCLN IMM.

    “Kami merasa sangat terhormat dan bersyukur atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk memimpin IMM Asia Barat ini. Hal ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kami selesaikan selama satu periode ke depan.” Katanya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa dalam mengemban tugas sebagai ketua, membutuhkan sinergi dan kolaborasi antar seluruh pengurus dan anggota sangatlah penting.

    “Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membangun fondasi yang kokoh, berkolaborasi dengan semangat kebersamaan, bekerja keras demi mencapai tujuan bersama, dan mewujudkan visi-misi IMM Asia Barat, karena itulah yang akan menjadi kompas perjalanan kita dalam berorganisasi.” Imbuhnya.

    Lebih lanjut Ia mengatakan, para pengurus PCLN IMM Asia barat sendiri, kata Hisyam, terdiri atas beberapa kader diaspora Muhammadiyah yang tengah menempuh studi atau berkuliah di sejumlah negara, seperti di Iran, Yordania, Yaman, Suriah, hingga Lebanon.

    Sedangkan, Ketua Umum PCLN IMM Australia Riswanda Ziyad Kafa, mengingatkan pentingnya memperluas jaringan global. Internasionalisasi gerakan Muhammadiyah, termasuk IMM sebagai bagian dari organisasi otonom (ortom) adalah sebuah keniscayaan.

    “Internasionalisasi gerakan adalah suatu keniscayaan dalam merespons globalisasi, sehingga persiapan kader dan wadahnya, dalam hal ini eksistensi IMM di luar negeri, menjadi prioritas bersama saat ini.” Terangnya.

    Sebagai  informasi bahwa melalui pengukuhan kali ini ditetapkan Riswanda Ziyad Kafa sebagai Ketua Umum PCLN IMM Australia, Hisam Sidqi sebagai Ketua Umum PCLN IMM Asia Barat, dan Fitra Mujtaba sebagai Ketua Umum PCLN IMM Afrika Utara. (Sophian Amri, Kader IMM Afrika Utara)

    Ini Pesan Motivasi Wakil Ketua PDA Kota Surabaya Pada Seminar Kesehatan Reproduksi di Spempat Gadung Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Remaja merupakan masa peralihan dari fase anak anak ke dewasa. Di fase remaja, banyak perubahan pada kondisi fisiologis siswa. Hal itu yang disampaikan dalam acara Seminar Kesehatan Reproduksi, Selasa(6/8). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7 dan 9 Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya.

    Ustadzah Luluk Humaida, S.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini terlaksana dengan baik karena adanya kolaborasi antara Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya dengan RS PKU Muhammadiyah Surabaya.

    “Kami berharap, syiar kebaikan tentang kesehatan reproduksi ini dapat disebarkan kepada remaja di sekolah-sekolah.” Tuturnya.

    Meryn Wismandari, bidan RS PKU Muhammadiyah, menyampaikan bahwa fase remaja merupakan fase krusial di dalam kehidupan seorang manusia. Di fase itu, banyak perubahan fisiologis terjadi.

    “Dulu pendidikan reproduksi adalah hal tabu untuk disampaikan. Jadinya ketika awal menstruasi, seorang anak takut dan menangis.” Ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa sekarang di dalam kurikulum, materi kesehatan reproduksi sudah disampaikan. Menurutnya, tujuan materi ini disampaikan agar menjadi bimbingan awal untuk remaja ketika menyadari perubahan fisiologi yang terjadi pada dirinya.

    Lebih lanjut Ia menjelaskan, di dalam materi ini, Meryn juga menyebutkan tentang perubahan psikologis yang terjadi pada remaja.

    “Biasanya remaja cenderung moody sehingga perasaannya cenderung berubah-ubah atau biasa disebut mood swing”. Tambahnya.

    Selain itu dalam kegiatan ini, Meryn juga menyebutkan tips menghadapi menstruasi. Menurutnya makanan yang sehat, kaya vitamin dan mineral, serta minum air putih yang cukup menjadi penolong dalam menghadapi menstruasi agar tidak sampai kekurangan cairan.

    “Selain makan makanan yang bergizi, kalian harus memperhatikan kebersihan. Minimal 4 jam harus ganti pembalut”. Ungkapnya.

    Selain tentang kesehatan reproduksi, perubahan fisiologis, dan psikologis, Meryn juga menerangkan tentang bahaya seks pra-nikah.

    “Jika kita tidak memproteksi diri kita, maka bahayanya untuk kita sendiri. Bisa hamil di luar nikah dan tertular penyakit kelamin.” Tegasnya.

    Menurutnya untuk menghindari hal-hal negatif itu, seorang remaja harus melakukan kegiatan-kegiatan positif. Kegiatan positif akan membuat seorang remaja sibuk beraktivitas menggerakkan seluruh potensi yang ada di dirinya.

    “Kalian bisa memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler serta mengikuti kegiatan organisasi yang diselenggarakan di sekolah.” Pungkasnya.

    Sesi Foto Bersama Setelah Kegiatan Seminar Kesehatan Reproduksi Spempat Gadung Surabaya

    Sementara itu Ustadzah Laili Rahmi, S.Pd., Kepala Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya, turut senang dengan kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini cocok diikuti siswa agar lebih tahu tentang seluk beluk reproduksi dan bahaya seks pra-nikah.

    “Materi ini dalam Kurikulum Merdeka sudah mulai diajarkan di kelas 9. Alhamdulillah sebagai guru IPA, saya sudah mengajarkan materi ini kepada siswa. Dalam kegiatan ini, mereka seakan mendapatkan penguatan.” Tuturnya.

    Ia mengatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan belajar tidak hanya dapat diikuti siswa di dalam kelas namun juga dapat diperoleh dari praktisi yang ahli di bidangnya.

    Nona Auryn, siswa kelas 9, mengaku senang mendapatkan tambahan ilmu tentang kesehatan reproduksi. Menurutnya dengan adanya kegiatan ini, ia semakin tahu seluk beluk perubahan fisiologis dan psikologis remaja.

    “Ternyata adanya perubahan hormon yang menyebabkan kadang kita mudah marah dan tersinggung saat hadapi menstruasi.” Ujarnya. (Humas/Taufiq).

    Ini Pesan Motivasi 3 Siswa Spempat pada Siaran di RRI Pro 1

    0

    Surabaya, kartanusa – Tiga siswa Sekolah  Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya diundang siaran RRI Pro 1, hari Ahad 4 Agustus 2024. Dalam tajuk program MOMINS (Momen Inspirasi), Ayu Azza, Syawalia Zahra Afiqa, dan Vanessa Angelica berbagi tips dan rahasia suksesnya.

    “Orang tua selalu mendukung segala kegiatan positif yang saya lakukan. Bahkan pada saat titik terendah, gagal mendapatkan juara, mereka selalu memotivasi.” ujar Vanessa Angelica, siswa kelas 8 yang juga alumni Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.

    Selain motivasi orang tua, dukungan sekolah terhadap prestasinya juga sangat berperan besar. Ia mengaku bahwa guru-guru di sekolah selalu membimbingnya hingga ia menemukan bakat dan keterampilannya.

    ”Bakat anak-anak diasah di sekolah. Sekolah memberikan pendampingan pada saat akan mengikuti lomba.” Imbuhnya.

    Sementara itu, Syawalian Zahra Afiqa siswa kelas 9 ini menyampaikan bahwa bakat terbesarnya di bidang penulisan. Baca puisi dan syair menjadi kesenangannya.

    “Sekolah sering mengikutkan lomba sesuai dengan bakat siswanya. Dukungan dan motivasi dari guru membuat kami bersemangat.” Ujarnya.

    Selanjutnya, siswa yang akrab disapa Afiqa ini, tidak jarang ia gagal pada saat lomba. Kekalahan dan kegagalan pada saat mengikuti lomba selalu ia jadikan pelajaran.

    “Tentunya saya beserta guru pendamping di sekolah selalu mengevaluasi jika menemui kegagalan dalam partisipasi lomba. Dari evaluasi itu, kami ambil pelajaran untuk dapat lebih baik lagi.” Ungkapnya.

    Selanjutnya, Ayu Azza juga tak mau kalah, Ia juga menerangkan beberapa tips prestasinya. Siswa yang berprestasi dalam bidang tartil dan tahfiz ini membeberkan upayanya ketika akan mengikuti lomba.

    “Persiapan lomba pastinya sepekan sebelum keikutsertaan. Guru pendamping all out untuk persiapan lomba.” Jelas penuh semangat Ayu yang juga alumni Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.

    Sementara itu, Sari Julia, presenter RRI Pro 1, mengapresiasi prestasi siswa Spempat. Menurutnya dalam usia yang masih belia, siswa-siswa ini sudah mampu berprestasi di berbagai bidang.

    “Yang saya salut ini yang ikut bela diri Tapak Suci. Perempuan biasanya jarang tertarik pada bidang bela diri, namun ini malah berprestasi.” Ungkapnya.

    Ia kagum atas capaian Ayu Azza dan Afiqa. Menurutnya ketika siswa sudah bersekolah di sekolah umum, jarang sekali yang sangat berminat pada bidang hafalan Alquran.

    “Teman-teman ini malah prestasinya di bidang hafalan Al-Qur’an dan tartil, luar biasa ya. Apalagi kalau ikuti lomba persiapannya juga singkat.” Tambahnya.

    Di akhir sesi, setiap siswa ditanya tentang cita-citanya. Afiqa tertarik ingin menjadi presenter. Ia terkesan dengan profesi itu karena bisa tampil di depan banyak orang.

    Lain lagi cita-cita Vanessa. Ia tertarik menjadi dokter. Cita-cita itu katanya, dapat membantu orang-orang yang sedang sakit.

    Pun yang diutarakan Ayu Azza. Ia tertarik untuk menjadi guru. Menurutnya, jadi guru itu asyik. Dengan profesi itu, ia dapat berinteraksi dengan banyak anak serta berusaha untuk memajukan pendidikan Indonesia.

    “Saya pilih profesi itu karena suka sama anak-anak dan dulu mama saya juga pernah berprofesi menjadi guru PAUD.” Pungkasnya. (Humas/Taufiq).

    Catatan Kritis Penyediaan Kontrasepsi bagi Generasi Muda dalam PP 28/2024

    0

    Surabaya, kartanusa – Sektor kesehatan merupakan bidang yang krusial dari suatu bangsa mengingat manusia merupakan makhluk ragawi. Visi Indonesia emas 2045 tentu membutuhkan SDM sehat guna realisasinya dan hal tersebut secara akumulatif dimulai sejak saat ini.

    Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang terbit harus diapresiasi sebagai wujud konkret negara dalam meregulasi soal sektor strategis ini. Akan tetapi apresiasi bukan berarti tanpa kritik terlebih jika terdapat permasalahan krusial bahkan konstitusional yang berisiko terlanggar jika regulasi tidak diteliti secara mendalam.

    Salah satu isu krusial dalam PP 28/2024 yang patut untuk dikritisi adalah ketentuan dalam Pasal 103 ayat (4) huruf (e) yang pada pokoknya membuka celah ruang bagi generasi muda khususnya usia sekolah dan remaja untuk berhubungan seksual secara bebas atau diluar hukum. Bagaimana penjelasannya?

    Wakil Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, H.M.I. el Hakim, S.H., M.H., C.L.A., C.C.D., CPArb, mengatakan bahwa hal pertama yang harus diperhatikan dalam PP ini adalah ketentuan Pasal 98 yang bermuatan ideologis bahwa Upaya Kesehatan reproduksi dilaksanakan dengan menghormati nilai luhur yang tidak merendahkan martabat manusia sesuai dengan norma agama. Posisi agama sebagai norma fundamental dalam agenda upaya kesehatan reproduksi harus ada baik secara substansial maupun prosedural pada implementasi setiap regulasinya.

    “Hal ini yang menjadi landasan fundamental dan krusial mengingat konstitusi baik Pembukaan khususnya Pasal 29 mengamanatkan bahwa agama merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam berbangsa bernegara termasuk di sektor kesehatan. Dengan kata lain, agama sebagai kacamata analisis regulatif dapat digunakan sebagai batu uji apakah suatu regulasi sesuai atau tidak dengan norma agama, termasuk PP 28/2024.” Ujarnya.

    Selanjutnya, Pasal 103 ayat (1) PP 28/2024 mendefinisikan, upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (1) huruf b paling sedikit berupa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta Pelayanan Kesehatan reproduksi.

    “Kemudian Pasal 103 ayat (4) berbunyi, pelayanan kesehatan reproduksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit meliputi:
    a. deteksi dini penyakit atau skrining;
    b. pengobatan;
    c. rehabilitasi;
    d. konseling; dan
    e. penyediaan alat kontrasepsi.” Imbuhnya.

    Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan reproduksi dalam Pasal 103 ayat (4) huruf (e) inilah yang berpotensi problematik secara normatif khususnya dalam pandangan agama Islam (Islamic Worldview). Problematika ketentuan ini ada pada tidak adanya kejelasan dan tujuan dari penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja bahkan bagian Penjelasan PP 28/2024 menyatakan cukup jelas atas pasal ini.

    “Hal ini tentu dapat membuat ruang dan celah penyalahgunaan hukum (abuse of law) yang menjadi dalil bagi seseorang untuk melakukan hubungan seksual secara bebas dan diluar hukum yang secara jelas juga merupakan pelanggaran atas norma agama Islam.” Ungkapnya.

    “Atas hal tersebut diatas, penulis memberikan catatan dan usulan sebagaimana berikut; Pertama, Pasal 103 ayat (4) huruf (e) PP 28/2024 berpotensi disalahgunakan dan secara terang membuka celah normalisasi hubungan seksual secara bebas dan diluar hukum bagi generasi muda khususnya anak usia sekolah dan remaja.” Katanya.

    Kedua, Potensi dan risiko tersebut diatas dapat disiasati dengan menerbitkan revisi PP baik menghapus ketentuan yang ambigu tersebut atau setidak-tidaknya memberikan penjelasan secara detail perihal maksud dan tujuan dari regulasi tersebut jika diperuntukkan sebagai sarana edukasi serta perlu penegasan terkait pengawasan atas penggunaan alat kontrasepsi nya;

    Ketiga, Pemerintah Daerah kabupaten/kota sebagaimana Pasal 128 huruf (e) PP 28/2024 yang bertanggungjawab dalam penyelenggaraan Upaya Kesehatan reproduksi perlu diberikan fungsi pengawasan dan penindakan atas hal tersebut diatas, tidak hanya pemantauan dan penilaian saja;

    Keempat, Menteri Kesehatan berdasarkan Pasal 130 PP 28/2024, maupun institusi terkait lain seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bahkan Presiden harus bertanggungjawab dengan menerbitkan regulasi protektif dan preventif atas permasalahan potensi penyalahgunaan penyediaan alat kontrasepsi untuk generasi muda Indonesia agar tidak melanggar norma konstitusi dan agama termasuk budaya ketimuran (asian values) sebagaimana telah ditegaskan dalam Pasal 98 PP 28/2024;

    “Terakhir, kelima, Perlunya negara khususnya kementerian kesehatan dalam hal ini untuk melibatkan lebih banyak partisipasi (meaningful participation) dari Institusi keagamaan agar regulasi yang diterbitkan mengakomodasi substansi dan perlindungan norma agama guna mewujudkan Indonesia 2045 yang semakin berkemajuan.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Lomba Kerupuk Jumbo Meriahkan Gebyar HUT RI ke 79 di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya 

    0

    Surabaya, kartanusa – Lomba makan kerupuk jumbo meriahkan peringatan HUT RI 79 di halaman SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) yang dipandegani Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo Surabaya. Sabtu, (04/08/2024)

    Sebagaimana biasanya, untuk memeriahkan HUT RI selalu diadakan lomba yang mengundang gelak tawa. Hal ini terjadi di lingkungan SD Musix Surabaya dengan menggelar makan krupuk jumbo.

    “Lomba ini unik, beda dengan lomba kerupuk seperti biasanya.” Ujar Salman Alfarisi Sekretaris PCM Wonokromo Surabaya yang dilangsir oleh media LiputanMu.

    Selanjutnya, aktifis Pandu Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Jawa Timur ini, menjelaskan bahwa lomba makan krupuk jumbo ini dilakukan secara tim, setiap tim terdiri dari 4 orang.

    “Mereka harus saling berpasangan, setiap pasang harus saling menyuapi. Siapa yang habis paling cepat itulah juaranya.” Imbuhnya.

    Lomba ini dikuti oleh guru-karyawan di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Surabaya yang terdiri dari 5 lembaga; SDM 6, SDM 7, SDM 24, SMPM 4, dan SMAM 3.

    Peserta dari SD Musix ditunjuk Imam Syafi’i koordinator scurity, Taufiq driver, Farid Hakim, S.Pd., guru dan operator IT, dan Alif scurity. Mereka berempat telah membagi pasangannya.

    Imam Syafi’i berpasangan dengan Farid Hakim, sedangkan Taufiq berpasangan dengan Alif. Mereka kompak mengenakan mengenakan kostum kaos abu-abu berlengan merah.

    Setiap kelompok yang telah dibekali kerupuk jumbo berdiameter itu berlari menuju terpal warna krem. Sesampainya di tempat bersila, mereka duduk bersila Saling berhadapan.

    Kerupuk jumbo yang merak bawa dari garis start dibuka. Tampa pikir panjang, mereka berempat saling menyuapi pasangan masing. Teriakan suporter dari masing-masing lembaga tidak henti-hentinya memberikan semangat jagonya masing-masing.

    “Ayo…..! Semangat tim SD Musix…!!” Teriak suporter.

    Pasangan Taufiq dan Alif tampak bersemangat, tampak mulut mereka berdua tidak sempat berhenti, tidak jarang Taufiq harus menggambil air minum untuk mendorong kerupuk yang memenuhi mulutnya.

    Semangat juang para peserta dari SD Musix patut diacungi jempol, walaupun pada akhirnya harus menerima juara dua setelah tim SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya. (Basirun).

    Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Gelar Talk Show Kesehatan dan Kajian Islam, Peringati Tahun Baru Islam 1446 H

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya gelar Talk Show Kesehatan dan Kajian Islam memperingati Tahun Baru Islam 1446 H. Kegiatan dilaksanakan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur. Ahad (4/8/2024).

    Dengan mengambil tema “Kebersihan Sebagian dari Iman”, yang dihadiri seratusan perwakilan wali murid yang terdiri dari pengurus Koordinator Kelas (korlas), Koordinator Jenjang Kelas (korjelas) dan Komite Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.

    Hadir sebagai narasumber Kajian Islam, Ustadz Dr. H. Imam Syaukani, MA., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, sedangkan narasumber Kesehatan dr. Sabrina. Kegiatan ini kerjasama dengan biore dan komite yang memberikan cek kesehatan.

    Mengawali sambutannya, Ustadz Norma Setyaningrum, M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar. Tak lupa menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan acara kali ini.

    “Terutama narasumber Talk Show dan Kajian Islam, Ustadz Dr. H. Imam Syaukani, MA., dr. Sabrina. Tak lupa Ketua Komite Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya, Bunda Indarsyah Chalifatiyanti, M.Psi., beliau ini domisilinya di Kabupaten Malang, tetap semangat memberikan support.” Ujarnya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa di bulan Muharram, tahun baru Islam, biasanya Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya melaksanakan kegiatan lomba, yaitu Ranking 1. Lomba untuk mengasah pengetahuan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

    “Karena masih libur, ketika masuk tahun baru Hijriyah, maka belum bisa dilaksanakan. Nah, sebagai pengganti adalah kegiatan hari ini, Talk Show Kesehatan dan Kajian Islam”. Imbuhnya.

    Suasana Kebersamaan Talk Show Kesehatan dan Kajian Islam Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya

    Ia mengingatkan tentang peristiwa penting di bulan Muharram ini, salah satu bulan yang dimuliakan dari 4 bulan mulia; Rajab, Dzulkaidah, Dzulhijjah dan Muharram. Di bulan ini juga banyak kisah keteladanan Nabi, diantaranya Kisah Nabi Yunus AS dan Nabi Musa AS.

    “Di bulan mulia ini, kami mengajak ayah-bunda untuk mewakafkan sebagian hartanya untuk pengembangan sekolah, yaitu Charakter Actifity Center di Rooftop The Islamic Building (TIB) Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.” Ungkapnya.

    Norma mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya,.pengembangan Sekolah Karakter disupport betul oleh wali murid dan para donatur. Selain uang sekolah yang dibayarkan, pengembangan ini juga dari para donatur sehingga bisa berkembang lebih cepat.

    “Kali ini kami mengajak untuk wakaf pembangunan Charakter Actifity Center, dengan per meternya Rp. 1.425.000. Ayah-bunda bisa berwakaf 1 meter, 0,5 materi atau mungkin bisa menjadi donatur bulanan.” Ujar Ustadzah Norma yang juga Wakil Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Wonokromo.

    Mengakhiri sambutannya, mengajak semua yang hadir untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, berdonasi yang terbaik. Ia pun mengajak untuk mengingat Visi Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.

    “Masih ingat ya, ayah-bunda Visi Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya. Mari, kita ucapkan bersama; Menjadi Sekolah Unggul, Berkarakter dan Berprestasi”. Pungkasnya. (Humas/Gus Boy).

    Ini Pesan Motivasi BPBD Kota Surabaya Pada Talk Show Kebencanaan LRB-MDMC PDM Kota Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB), Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya menggelar Talk Show Kebencanaan dengan tema; “Mencetak Kader Relawan yang Memiliki Kompetensi dan Integritas”, di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Jalan Wuni Nomor 9 Surabaya. Ahad (4/8/2024).

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Drs. Hamri Al Jauhari, M.Pd.I., puluhan peserta dari utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), seluruh anggota MDMC Surabaya dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat Surabaya.

    Talk Show Kebencanaan kali ini, menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya; Ketua MDMC Surabaya M. Adi Pramono, S.Th.I., Drs. Yanu Mardianto, M.Si., dari BPBD Kota Surabaya, Ketua MPKU Surabaya dr. Khamim Thohari, Sp.BS.FINSS., dan Ketua MDMC Jatim M. Rofi’i, ST., MT.

    Mengawali acara, Ketua MDMC Kota Surabaya, M. Adi Pramono, S.Th.I., mengatakan bahwa kegiatan Talk Show Kebencanaan ini merupakan tindak lanjut Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) IV yang berlangsung di Muhammadiyah Training Center (MTC) Wonosalam, Jombang akhir Januari 2024.

    “Setelah Diklatsar angkatan ke-4 yang diikuti 41 peserta, maka kedepannya Diklatsar akan kita laksanakan setiap tahunnya.” Ujarnya.

    Ia lantas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan ajang menyambung tali silaturrahim untuk menghimpun beberapa peserta Diklatsar yang sempat tercecer mulai dari batch 1, 2, 3, dan 4 kedepannya akan dijadikan sebagai tim yang siap terjun ke lapangan.

    Talk Show Kebencanaan ini, kami menggandeng MDMC Jawa Timur, Lazismu Surabaya yang merupakan partner kinerja kita di lapangan maupun forum, BPBD yang bidangnya memang kebencanaan di pemerintahan, serta MPKU PDM Surabaya.” Ungkapnya.

    “Hadir juga BEA menggantikan Damkar, mengingat di Surabaya potensi kebakaran sangat besar, karena padatnya penduduk, banyak gang kecil yang sulit dilalui, maka kita pun harus berperan disitu.” Tambahnya.

    Simulasi Penanganan Korban Bencana Bersama BPBD Kota Surabaya

    Adi Pramono mengingatkan kepada rekan-rekan yang telah bergabung dan sudah mendapatkan ilmu terkait kebencanaan akan di follow up serta disebar untuk menyampaikan ilmunya, disampaikan, didakwahkan, disebarkan, ke setiap cabangnya masing-masing.

    “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan terus berlanjut, MDMC Kota Surabaya akan senantiasa turun ke bawah, baik ke sekolah, cabang, panti, masjid, dan lain sebagainya.” Harapnya.

    Sementara itu, Drs. Yanu Mardianto, M.Si., pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengatakan bahwasanya pihaknya menghadiri Talk Show Kebencanaan dalam rangka penguatan kapasitas relawan MDMC Kota Surabaya.

    “Karena semakin banyak terjadinya bencana, sehingga dibutuhkan banyak relawan yang tangguh terhadap bencana untuk bersama-sama bekerja dalam penanggulangan bencana. Kalau kami saja, dari pemerintah yang bekerja, saya yakin tidak akan mampu.” Tuturnya.

    Lebih lanjut Yanu Mardianto, mengatakan bahwa materi yang diberikan diantaranya; Pertama, Terkait dengan ancaman, serta potensi bencana yang ada di kota Surabaya. Kedua, Materi terkait dengan mitigasinya, pengurangan resiko bencana, seperti apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

    Ketiga, Kita harus bisa menjadi masyarakat yang tangguh dengan pengetahuan, kita harus berbuat apa terhadap bencana karena tidak bisa menghindari ataupun memindahkan bencana. Jadi, kita harus akrab dengan bencana, sehingga timbul masyarakat yang tangguh terhadap bencana.” Ungkapnya.

    Ia menyatakan harapannya, ilmu yang telah diberikan pihak BPBD Kota Surabaya akan bisa ditularkan ke orang lain, baik keluarga, maupun masyarakat di sekitarnya.

    “Kami sangat siap bilamana diundang kembali, sehingga akan semakin banyak orang paham tentang kebencanaan. Maka, kota tercinta kita ini akan menjadi kota yang tangguh terhadap bencana.” Pungkasnya. (Humas/Yuda).