spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomePemerintahanPercepat Penanganan Bencana, Pemerintah Siapkan Skema Hunian hingga Penyesuaian APBD

    Percepat Penanganan Bencana, Pemerintah Siapkan Skema Hunian hingga Penyesuaian APBD

    Jakarta, kartanusa – Pemerintah terus berkomitmen mempercepat penanganan dampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui keterangan pers di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut disampaikan berbagai langkah strategis mulai dari skema hunian, bantuan sosial, hingga penyesuaian anggaran daerah. Dilansir dari laman media sosial BPMI Setpres pada Senin (29/12/2025).

    Dalam paparannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Tito Karnavian menjelaskan bahwa dalam penanganan hunian Pemerintah menyiapkan bantuan perbaikan rumah sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang.

    “Bagi warga dengan rumah rusak berat, disediakan pilihan hunian sementara atau bantuan biaya dengan tinggal di rumah keluarga, sembari menunggu pembangunan hunian tetap melalui skema APBN, Danantara, dan gotong royong.” Tuturnya.

    Lebih lanjut, Mendagri juga menyampaikan, sebagai langkah penyesuaian kebijakan, telah terbit surat edaran kepada 3 provinsi dan 52 kabupaten/kota terdampak untuk melakukan perubahan APBD agar alokasi anggaran daerah relevan dengan kebutuhan pemulihan pascabencana di lapangan.

    Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga, Wakil Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI), Agus Jabo Priyono menyatakan hingga saat ini total bantuan tanggap darurat yang telah tersalurkan mencapai Rp100,48 miliar dalam bentuk logistik dan kebutuhan dasar.

    “Selain itu, pemerintah telah menyalurkan santunan ahli waris senilai Rp15 juta per orang, serta menyiapkan bantuan tunai Rp3 juta per keluarga bagi penerima hunian sementara maupun hunian tetap, bantuan ekonomi Rp5 juta per keluarga, dan bantuan tambahan lauk-pauk sebesar Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan bagi warga terdampak.” Ungkapnya.

    Sedangkan terkait distribusi logistik, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memastikan bahwa laju distribusi di setiap posko mencapai di atas 80 persen dengan prinsip barang tidak menetap lebih dari 2×24 jam.

    “Untuk dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per KK, penyaluran akan dilakukan melalui mekanisme jemput bola oleh bank-bank Himbara guna memudahkan masyarakat.” Tandasnya. (Humas/Gus).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here