Surabaya, kartanusa— Ir. H. Chairul Djaelani, MMT., Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Bela Negara (GBN) Provinsi Jawa Timur menyampaikan pandangan strategis mengenai arah pembangunan dan keselamatan bangsa.
Dalam pandangannya, Rabu (29/07/2026), perjalanan bangsa Indonesia memerlukan keseimbangan antara penyelesaian persoalan sejarah yang adil serta langkah taktis yang tegas dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Menurut Ketua GBN Jatim, Ir. H. Chairul Djaelani, MMT., langkah awal yang fundamental adalah memvalidasi masa lalu demi tercapainya kebenaran dan keadilan.
“Validasi sejarah ini dipandang penting agar bangsa Indonesia berpijak pada fondasi yang jujur, objektif, serta bermartabat.” Tutur Chairul, panggilan akrabnya, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Timur Periode 2014-2019 ini.
Tiga Fokus Utama untuk Indonesia yang Lebih Sehat dan Mandiri
Selain menata sejarah, GBN Jatim menekankan pentingnya ketegasan dalam menghadapi realitas masa kini agar bangsa Indonesia mampu bertahan (survive), hidup secara sehat dan bersih, serta melangkah menuju kemajuan yang berkelanjutan. Terdapat tiga poin krusial yang disoroti:
Pertama, Reduksi Beban Utang: Penanganan masalah finansial negara, khususnya pengurangan beban utang secara sistematis, menjadi prioritas agar ruang fiskal nasional lebih sehat dan mandiri dari tekanan luar.
Kedua, Pengelolaan Mandiri Sumber Daya Alam (SDA): Kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara mandiri oleh bangsa sendiri. Pengelolaan ini mutlak diarahkan demi mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan pihak asing.
Ketiga, Peningkatan Keahlian dan Keterampilan SDM: Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus berfokus pada penguasaan keahlian yang kompeten.
Menurutnya, hal ini diperlukan agar SDM Indonesia mampu mengelola seluruh aspek bernegara—mulai dari Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, hingga Pertahanan dan Keamanan (Ipoleksosbudhankamtib)—sekaligus membawa bangsa Indonesia berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia.
“Masa lalu perlu divalidasi untuk kebenaran dan keadilan. Masa sekarang harus dihadapi langsung, untuk tetap survive, hidup yang sehat dan bersih, untuk lebih baik.” Tandas Ir. Chairul Djaelani Ketua GBN Jatim. (Humas/Gus).








