Jakarta, kartanusa — Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., kembali menegaskan komitmen kebangsaannya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Di tengah dinamika global dan sosial yang kian kompleks, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia ini memandang bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus diinternalisasikan ke dalam gerakan moral kemasyarakatan yang nyata. Jum’at (31/07/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Erman Suparno, MBA., M.Si., Ketum PP IPHI, menyampaikan bahwa bagi keluarga besar IPHI seluruh Indonesia, bahwa frasa “NKRI dan Pancasila Harga Mati”, bukan sekadar slogan, melainkan sebuah manifestasi dari semangat keislaman yang moderat, toleran, dan cinta tanah air (hubbul wathan minal iman).
“Para haji dan hajjah yang tergabung dalam wadah IPHI diharapkan mampu menjadi teladan terdepan, agent of change, dalam merawat persatuan bangsa.” Tutur Ketum Erman.
Lima Agenda Strategis IPHI untuk Penguatan NKRI dan Kesejahteraan Umat
Sebagai langkah nyata dalam menerjemahkan komitmen kebangsaan tersebut, Ketum PP IPHI, Erman Suparno memaparkan sejumlah langkah strategis yang menjadi fokus utama kepengurusan PP IPHI. Dimana langkah-langkah ini dirancang agar kontribusi para alumni haji tidak hanya berorientasi pada kesalehan ritual, tetapi juga berdimensi pada kesalehan sosial dan ekonomi, yakni:
Pertama, Memperkuat Ketahanan dan Persatuan Bangsa: IPHI diarahkan untuk aktif menjadi simpul pemersatu umat, meredam potensi perpecahan sosial, serta mengambil peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Kedua, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Akhlak Mulia: Mendorong pembaruan sistem pendidikan nasional agar senantiasa melahirkan generasi bangsa yang cerdas, berintegritas tinggi, serta memiliki karakter moral yang kuat demi membentengi bangsa dari pengaruh ideologi transnasional yang bertentangan dengan Pancasila.
Ketiga, Kemandirian Ekonomi Nasional dan Pengentasan Kemiskinan: Erman Suparno menekankan pentingnya peran serta IPHI dalam membantu mengatasi persoalan riil masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan kerawanan sosial, guna memperkuat fondasi ekonomi umat dari bawah.
Keempat, Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan: Mendukung program strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian energi nasional sebagai pilar utama ketahanan negara di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Kelima, Tata Kelola Haji yang Berkelanjutan dan Mabrur: Menjaga kemabruran haji sepanjang hayat yang diimplementasikan melalui kepedulian sosial, etika bermasyarakat, serta kontribusi aktif dalam pembangunan bangsa secara keseluruhan.
Semangat Haji untuk Kejayaan Indonesia
Menurut Erman, potensi jutaan alumni haji di seluruh penjuru tanah air merupakan aset sosial yang luar biasa besar. Jika potensi tersebut dikonsolidasikan dengan baik melalui program-program yang terarah, maka IPHI akan menjadi kekuatan moral dan intelektual yang signifikan bagi kemajuan Indonesia.
“Semangat haji harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta kecintaan yang mendalam kepada bangsa dan negara. Dengan begitu, IPHI dapat terus menjadi organisasi yang memberi manfaat nyata bagi umat dan menjaga keutuhan NKRI.” Tegas Erman Suparno.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Erman Suparno optimis bahwa IPHI dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal cita-cita Proklamasi, menjaga ideologi Pancasila, serta memastikan Indonesia tetap kokoh, adil, makmur, dan berdaulat. (Humas/Gus).








