Refleksi Hari Pramuka: Kolaborasi Pandu Membangun Negeri
Oleh Ramanda Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur)
“Esensi dasar gerakan kepanduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara: kolaborasi membangun negara. Selamat dan Sukses Hari Jadi Pramuka Ke-65 (14 Agustus 1961-14 Agustus 2026)“
Pertama, Kolaborasi Berkemajuan: Pramuka dan Hizbul Wathan adalah gerakan kepanduan tidak cukup hanya berjalan di tempat, melainkan harus senantiasa adaptif, progresif, dan bergerak bersama elemen bangsa lainnya untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Penting bagi kita untuk berkolaborasi membangun peradaban untuk Indonesia Emas; berakidah kuat, rajin beribadah, berakhlak mulia, dan berwawasan luas demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”
Kedua, Semangat Bela Negara: Nilai-nilai kepanduan berakar kuat pada cinta tanah air. Kolaborasi dalam bingkai bela negara menuntut setiap insan Pramuka dan Hizbul Wathan untuk siap sedia, baik secara fisik maupun mental, dalam menghadapi berbagai tantangan zaman guna melindungi kedaulatan bangsa.
“Negeri ini membutuhkan para pejuang yang ikhlas dalam segala hal. Dan ingat perjuangan harus terus dikobarkan, jangan memahami perjuangan telah usai”
Ketiga, Menjaga Keutuhan NKRI: Persatuan dan kesatuan adalah harga mati. Kepanduan Pramuka dan Hizbul Wathan hadir sebagai perekat kebhinekaan, melatih generasi muda untuk senantiasa merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
“Pramuka bagian dari kepanduan seperti halnya Hizbul Wathan bukan sekadar tentang keterampilan tali-temali atau baris-berbaris, melainkan tentang pembentukan karakter jiwa kepemimpinan yang siap berkolaborasi demi kejayaan negeri”








