spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaAntisipasi Kekeringan Ekstrem El Nino, LAZISMU dan MDMC Jatim Disiagakan Pasok 3...

    Antisipasi Kekeringan Ekstrem El Nino, LAZISMU dan MDMC Jatim Disiagakan Pasok 3 Juta Liter Air Bersih

    Sidoarjo, kartanusa — Terus berkemajuan dan mencerahkan, menyikapi ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino ekstrem di Jawa Timur, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim menyiapkan langkah tanggap darurat dengan menargetkan penyaluran 3 juta liter air bersih bagi daerah terdampak. Rabu (30/09/2026).

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jatim, puncak suhu panas ekstrem diprediksi berlangsung pada Oktober hingga November 2026 dan dapat bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan kritis, krisis air bersih, risiko gagal panen, hingga bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Ustadz M. Rofi’i, M.T., menegaskan bahwa pihak MDMC telah memetakan kawasan rawan kekeringan, mulai dari wilayah Tapal Kuda, Mataraman, hingga Kepulauan Madura. Melalui skema One Muhammadiyah One Response (OMOR), relawan dikerahkan untuk mempercepat distribusi bantuan dan penanganan bencana secara terkoordinasi.

    “Aksi ini merupakan sinergi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah, LAZISMU, dan MDMC di tingkat kabupaten/kota. Rencana aksi meliputi distribusi air bersih, penyediaan sumur dalam, serta edukasi hemat air dan pencegahan karhutla.” Ujar Ustadz Rofi’i dalam sosialisasi virtual bersama Amil LAZISMU se-Jatim, Senin (28/09/2026).

    Pada kesempatan terpisah, perwakilan LAZISMU Jatim, Ustadz Aditio Yudono, memastikan kesiapan dana cadangan kesiapsiagaan bencana guna mendukung aksi kemanusiaan tersebut.

    “Target suplai air bersih sebanyak 3 juta liter ini ditujukan bagi warga terdampak selama periode September hingga November 2026, berkolaborasi dengan BPBD setempat.” Ujar Aditio saat ditemui di Gedung Kemanusiaan LAZISMU Jatim, Sidoarjo.

    Selain pasokan air bersih emergency, LAZISMU dan MDMC tengah mengkaji opsi pembuatan sumur bor serta instalasi pipanisasi air berkelanjutan di titik-titik krusial. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui LAZISMU Jatim guna mendukung keberlanjutan program penanggulangan bencana ini. (Media LAZISMU Jatim).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here