spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 14

    Kepsek Spemma Pucang Surabaya: Komitmen Program Tahfidz dalam Wujudkan Generasi Qur’ani

    0

    Surabaya, kartanusa – Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Tahun 2026 yang digelar oleh Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM) SMP/MTs Muhammadiyah Surabaya merupakan agenda tahunan di lingkungan Sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

    Acara ini merupakan puncak apresiasi bagi para siswa SMP/MTs Muhammadiyah yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mereka melalui proses ujian yang ketat (Munaqosah), yang digelar di Smamda Tower SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Pucang Surabaya. Rabu (20/05/2026).

    “​Acara ini merupakan wadah bersama bagi 18 SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya.” Ujar Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM.

    Lebih lanjut, Ustadz Misbach, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa FOSKAM menyelenggarakan wisuda ini secara kolektif untuk mensinergikan program keagamaan antar-sekolah dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat (fastabiqul khairat) dalam menghafal Al-Qur’an.

    “Target hafalan yang diwisuda bervariasi, mulai dari Juz 30, Juz 29, hingga ada siswa yang mencapai target Mumtaz hingga belasan Juz.” Ungkapnya.

    Menurutnya, ​keikutsertaan 15 siswa SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya pada acara tersebut, membuktikan bahwa Spemma juga mengembangkan sistem Boarding School (pesantren), melalui Program Tahfidz.

    “Program Tahfidz adalah salah satu pilar keunggulan akademik dan spiritual di Spemma Pucang Surabaya.” Tegasnya.

    Profesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an

    Ustadz Misbach juga menjelaskan bahwa ada ​Uji Publik (Imtihan), untuk beberapa perwakilan wisudawan terbaik, yang akan diuji secara acak di atas panggung oleh tokoh Muhammadiyah dan wali murid.

    “Jadi, perwakilan wisudawan terbaik, akan diuji secara acak di atas panggung oleh tokoh Muhammadiyah atau wali murid melalui metode sambung ayat.” Ungkapnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan ​penyematan Mahkota dan Sertifikat yang dilakukan secara simbolis, di mana siswa memberikan mahkota kemudian sungkem kepada orang tua mereka masing-masing.

    “Nah, pada proses ini, siswa memberikan mahkota dan sungkem kepada orang tua mereka, sebagai tanda terima kasih karena telah dididik menjadi seorang hafidz/hafidzah.” Katanya.

    Dalam kesempatan tersebut juga, FOSKAM memberikan penghargaan khusus bagi siswa dengan predikat nilai kelulusan sempurna (nilai 100) atau dengan jumlah hafalan terbanyak.

    ​Tujuan Kegiatan Bagi Internal Spemma Pucang Surabaya 

    Dalam kesempatan tersebut juga, ​Ustadz Misbach Noehruddin, Kepala Spemma Pucang Surabaya menegaskan bahwa Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ini bukan sekadar seremonial kelulusan saja, melainkan mempunyai beberapa tujuan, yakni:

    Pertama, Menumbuhkan kecintaan yang mendalam dan berkelanjutan terhadap Al-Qur’an (istiqamah).

    Kedua, ​Memotivasi adik-adik kelas agar terpacu untuk ikut serta dalam angkatan wisuda berikutnya.

    “Terakhir, dalam rangka ​membentuk karakter generasi muda Muslim Kota Surabaya yang berakhlak mulia dan tangguh di era modern.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Presiden Prabowo Subianto: Arah Kebijakan Ekonomi Nasional Melalui KEM PPKF 2027, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Capai 6,5 Persen

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2027 melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (20/05/2026).

    Dalam pidatonya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pendapatan negara dalam APBN 2027 ditargetkan mencapai 11,82-12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia juga mengatakan bahwa belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62-14,80 persen PDB guna mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

    “Belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62-14,80 persen PDB guna mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Defisit APBN akan dijaga pada kisaran 1,80-2,40 persen PDB.” Tegas Presiden Prabowo Subianto.

    Pemerintah juga menargetkan stabilitas sektor keuangan dan moneter nasional. Suku bunga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun dijaga pada kisaran 6,5-7,3 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditargetkan berada pada rentang Rp16.800-17.500/USD dan inflasi pada kisaran 1,5-3,5 persen.

    Menurutnya, dengan strategi ekonomi yang tepat, serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027.

    “Pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen tahun 2029 tersebut, harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.” Tandas Presiden Prabowo Subianto dengan penuh semangat dan optimis.

    Pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan ke rentang 6,0-6,5 persen dan tingkat pengangguran terbuka di kisaran 4,30-4,87 persen. Sementara itu, rasio gini ditargetkan semakin membaik pada rentang 0,362-0,367. (Humas/Gus).

    SMPM 15 Boarding School Jadi Peserta Terbanyak dan Torehkan Prestasi Wisudawan Terbaik

    0

    Surabaya, kartanusa – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah (Foskam) SMP/MTs Muhammadiyah Surabaya sukses menyelenggarakan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an pada Rabu, 20 Mei 2026 di Smamda Tower SMP Muhammadiyah 2 (Smamda) Pucang Surabaya.

    Mengusung tema; “Kebangkitan Nasional, Kebangkitan Generasi Qur’an: Menjaga Cahaya di Era Digital”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk generasi muda Muhammadiyah yang berkarakter Qur’ani di tengah perkembangan teknologi modern.

    Dalam kegiatan tersebut, SMP Muhammadiyah 15 Boarding School tampil membanggakan sebagai sekolah dengan peserta wisuda terbanyak, yakni sebanyak 136 siswa dan siswi. Jumlah tersebut menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membina budaya cinta Al-Qur’an serta mencetak generasi penghafal Qur’an yang unggul dan berakhlak mulia.

    Prestasi gemilang juga berhasil diraih para siswa SMP Muhammadiyah 15 Boarding School. Wisudawan terbaik nomor urut 4 putra diraih oleh Hilal Azmi dari kelas 9H dengan capaian hafalan 9 juz dan nilai 94. Sementara itu, wisudawati terbaik nomor urut 5 putri diraih oleh Qudwatul Azka kelas 8G dengan hafalan 7 juz dan nilai 91.

    Suasana haru dan penuh kebanggaan terasa sepanjang prosesi wisuda. Para siswa yang diwisuda mendapatkan apresiasi atas perjuangan mereka dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah kesibukan belajar dan aktivitas sehari-hari.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School, Ustadz Banjar, menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa dan berharap keberhasilan ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi penerus yang selalu dekat dengan Al-Qur’an.

    “Semoga para wisudawan dan wisudawati terus menjaga hafalannya, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi Qur’ani yang mampu menjaga cahaya Islam di era digital. Kami berharap anak-anak menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan membawa manfaat bagi umat dan bangsa.” Ungkapnya.

    Melalui Wisuda Tahfidz Foskam Muhammadiyah Surabaya ini, semangat kebangkitan generasi Qur’ani semakin diperkuat sebagai bagian dari upaya mencetak pelajar Islam yang unggul, religius, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan cahaya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. (Didik Hermawan).

    Hadiri Sidang Paripurna DPR RI ke-19, Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta dengan penuh khidmat. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (20/05/2026).

    Kepala Negara RI Prabowo Subianto tiba di lokasi acara disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, selanjutnya disambut oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Wakil Ketua DPR RI.

    Rapat paripurna dibuka oleh Ketua DPR RI sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan yang hadir.

    Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan RAPBN Tahun 2027 dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

    “Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan alat perjuangan membangun bangsa, yang disusun untuk mewujudkan cita-cita yang telah diamanatkan dalam UUD 1945.” Tegas Presiden Prabowo Subianto.

    Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga optimisme ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi dunia yang penuh ketegangan dan ketidakpastian.

    “Pemerintah berkomitmen untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui pengelolaan fiskal yang sehat, tepat sasaran, dan mendukung agenda prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikas UMMAD (UMJT) Bersiap Gelar DowerRUN 5K Kota Madiun 2026

    0

    Madiun, kartanusa – Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) Bersiap menyelenggarakan DowerRun 5K Kota Madiun 2026.

    DowerRun 5K Kota Madiun 2026 merupakan bentuk kolaborasi antara budaya dan olahraga yang dirancang sebagai ajang rekreatif, sekaligus kontribusi akademik dalam memperkuat City Branding Madiun sebagai; “Kota Pendekar”.

    Project ini menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama dalam merancang, mengelola, hingga mengomunikasikan event berbasis budaya lokal. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai pencak silat ke dalam kegiatan lari.

    DowerRun menjadi representasi pendekatan komunikasi kreatif dapat mengemas identitas tradisional ke dalam format yang lebih modern, inklusif, dan partisipatif.

    Kota Madiun sendiri dikenal memiliki akar budaya pencak silat yang kuat, dengan berbagai perguruan yang tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari identitas sosial masyarakat.

    Nilai-nilai seperti ketahanan, sportivitas, dan semangat juang yang melekat pada pencak silat kemudian dihadirkan dalam konsep DowerRun, sehingga peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga merasakan spirit “pendekar” dalam setiap langkahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua panitia, Muhammad Syaifudin menerangkan, DowerRUN 5K Kota Madiun 2026 merupakan hasil kerja kolaboratif mahasiswa yang ingin menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.

    DowerRun ini bukan sekadar event lari, tetapi bagian dari upaya kami sebagai mahasiswa untuk berkontribusi dalam mengangkat identitas Kota Madiun. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa dikemas secara kreatif dan relevan dengan tren saat ini.” ujar mahasiswa semester 6 tersebut, dalam keterangannya Rabu (20/05/2026).

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Latutik Mukhlisin, M.I.Kom, menilai bahwa project ini mencerminkan implementasi nyata dari pembelajaran komunikasi strategis.

    “Ini adalah contoh konkret bagaimana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan komunikasi sebagai alat pembangunan citra daerah. Kolaborasi budaya dan olahraga seperti ini menjadi strategi efektif dalam memperkuat branding Kota Madiun sebagai Kota Pendekar.” Jelas Latutik.

    DowerRun 5K Kota Madiun 2026 Targetkan 750 Peserta 

    Lebih lanjut, Muhammad Syaifudin menerangkan, DowerRun 5K Kota Madiun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 5 Juli 2026, pukul 06.00–11.00 WIB, dengan rute melewati sejumlah jalan utama Kota Madiun, mulai dari Jalan Pahlawan (PSC), Jalan Panglima Soedirman, Jalan Mastrip, Jalan Thamrin, Jalan Diponegoro, Jalan dr. Soetomo, Jalan Jawa, dan kembali ke Jalan Pahlawan.

    DowerRUN 5K Kota Madiun 2026 menargetkan 750 peserta dari kalangan umum dan pelajar.” Terang Syaif.

    Syaif lantas mengungkapkan bahwa DowerRUN 5K Kota Madiun 2026 mendorong gaya hidup sehat yang diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal, serta menjadi daya tarik wisata yang memperluas promosi Kota Madiun.(Humas/Joko).

    Cerita Mahasiswa Kebidanan UMJT (UMMAD) Ikuti Praktik Kebidanan: Hadapi Momen Krusial Bantu Ibu Hamil Melahirkan

    0

    Madiun, kartanusa – Mahasiswa semester 6 Prodi Kebidanan D3 Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melaksanakan praktik kebidanan selama dua pekan, mulai 20 April hingga 3 Mei 2026 di wilayah kerja Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Madiun.

    Berikut penuturan salah satu mahasiswa Prodi Kebidanan UMMAD (UMJT) yang mengikuti praktik kebidanan tersebut, Lutfiah Indriani.

    “Saya mengikuti praktik kebidanan di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Tutik Yuliawati, SST yang berada di (Kecamatan) Jiwan, (Kabupaten) Madiun, sesuai jam kerja pagi dan jam kerja sore.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat mengikuti praktik, ia melakukan pemeriksaaan tanda-tanda vital (TTV), pemeriksaan ibu hamil (ANC terpadu), membantu pelayanan persalinan, serta melakukan pemantauan ibu nifas dan neonatus.

    “Selain itu juga ikut dalam pelayanan imunisasi anak, pelayanan KB, dan membantu pemeriksaan pasien yang datang berobat.” Ujar mahasiswa kelahiran Malang tersebut.

    Menurut Lutfiah, panggilan akrabnya, praktik kebidanan yang dikerjakan tersebut juga sekaligus untuk mencari pasien yang akan mendapat asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas sampai KB sebagai bagian dari Laporan Tugas Akhir.

    Momen Krusial yang Bermakna 

    Lutfiana menyampaikan, ada momen-momen krusial saat praktik kebidanan yang ia lakukan yang memiliki tingkat kesulitan cukup besar. Milsanya saat mengikuti proses persalinan ibu hamil.

    “Proses persalinan merupakan materi yang cukup rumit dan materi sangat penting di kebidanan karena menyangkut dua nyawa yang diselamatkan.” Tandas Lutfiah.

    Ada pula momen saat harus menghitung detak jantung janin (DJJ) didalam perut ibu hamil. Lalu proses palpasi abdomen (pemeriksaan fisik perut dengan cara meraba).

    “Begitu pula saat harus berhadapan dengan neunatus (bayi baru lahir), dimana pada saat lahir itu ada penilaian selintas bayinya cukup umur atau tidak, menangis kuat atau tidak, kondisi kulitnya bagaimana.” Terang Lutfiah.

    Kemudian saat periode pemulihan (nifas), menurut Lutfiana, peserta praktik harus bisa mengetahui tanda-tanda bahaya seperti ada pendarahan, uterus berkontraksi atau tidak.

    “Kalau KB itu juga harus benar entah posisi, atau obat KB yang diberikan. Misalnya mau suntik KB yang 3 bulan harus diberikan yang 3 bulan jangan sampai salah memberikan KB.” Jelas Lutfiah.

    Lutfiah berharap dengan ikut praktik kebidanan ini bisa menambah pengalaman dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kebidanan serta dapat memberikan manfaat bagi ibu dan anak di masyarakat. (Humas/Joko).

    Geliatkan Masjid dan TPQ Muhammadiyah, Majelis Tabligh dan Lazismu Surabaya Bersinergi Lewat BOM dan BOT

    0

    Surabaya, kartanusa – Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya di Jalan Wuni Nomor 9 tidak sekadar ramai. Tetapi ada kegelisahan yang sedang dibahas, dan semangat yang sedang dibangunkan kembali. Ahad (17/05/2026).

    Dalam kesempatan tersebut hadir para takmir masjid, pengelola TPQ, aktivis dakwah, mubaligh, mereka duduk bersila, mendengar, dan sesekali mengangguk. Tema utamanya sederhana: bagaimana Masjid Muhammadiyah kembali hidup, bukan hanya bangunannya, tapi denyut dakwahnya.

    Majelis Tabligh (MT) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) PDM Kota Surabaya gelar pentasyarufan Bantuan Operasional Masjid (BOM) dan Bantuan Operasional TPA/TPQ (BOT), Ahad (17/5/2026). Namun acara itu ternyata bukan sekadar seremonial pembagian bantuan, tetapi ada pesan yang lebih besar.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Tabligh Kota PDM Surabaya, Ustadz Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa Masjid Muhammadiyah harus memiliki identitas yang jelas, mulai Surat Keputusan (SK) Ketakmiran hingga logo persyarikatan Muhammadiyah.

    “SK Takmir yang mengeluarkan adalah PDM Surabaya. Logo dan atribut Muhammadiyah juga harus ada di Masjid-masjid Muhammadiyah.” Tegasnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bukan soal simbol semata, tetapi soal arah gerakan. Ia juga mengingatkan tentang Safari Subuh, jangan hanya menjadi program di atas kertas. Masjid yang belum memiliki agenda Safari Subuh diminta segera melaksanakannya.

    Ustadz Imam, panggilan akrabnya, menegaskan bahwa bagi Masjid yang belum mampu memberikan transport mubaligh, Lazismu Kota Surabaya siap membantu. Di titik ini terasa: dakwah tidak boleh berhenti hanya karena uang transport.

    Majelis Tabligh juga memberi perhatian serius pada TPQ. Sebab banyak TPQ mulai redup, sebagian kehilangan santri, dan sebagian lagi berjalan tanpa identitas yang jelas.

    “TPQ harus dihidupkan lagi dan disemarakkan. Dipastikan legalitasnya Muhammadiyah, gurunya Muhammadiyah, santrinya juga jelas.” Ujar Ustadz Imam Sapari yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kota Surabaya ini.

    Ia bahkan menyinggung fenomena TPQ rumahan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa keterhubungan dengan Masjid.

    “Kalau ada TPQ di rumah, induknya tetap ke Masjid.” Tandas Ustadz Imam yang juga sebagai Kepala Sekolah Para Pemimpin SMP Muhammadiyah 7 Surabaya.

    Pesan lain yang cukup keras muncul soal mubaligh Jum’at. Mulai sekarang, mubaligh Jum’at dan pengisi kajian diwajibkan berasal dari mubaligh Muhammadiyah yang sudah memiliki NBM dan terdata di KMM. Bukan untuk membatasi, tetapi untuk menjaga arah manhaj dan kesinambungan dakwah.

    Majelis Tabligh juga meminta seluruh kegiatan dan syiar Masjid dibuatkan berita dan diviralkan di media digital. Dakwah hari ini, kata mereka, tidak cukup hanya terdengar di mimbar. Tapi juga harus hadir di layar ponsel.

    Karena itu, koordinasi dakwah digital ikut menjadi perhatian. Di sela acara, Manajer Lazismu PDM Kota Surabaya, Ustadz Moch. As’ad memunculkan isu yang lebih sensitif: pengelolaan zakat, infak, dan sedekah masjid.

    Lebih lanjut, ia menyebut pentingnya pembentukan Kantor Layanan Lazismu (KLL) di Masjid, Cabang, dan Ranting.

    “Kalau tidak ada KLL, nanti oleh Baznas dianggap tidak ada yang mengelola. Akhirnya larinya ke Baznas semua.” Ujarnya.

    Kalimat itu membuat ruangan hening beberapa detik. Ustadz As’ad lalu melanjutkan, jika KLL sudah ada, maka Baznas akan memahami bahwa dana umat Muhammadiyah sudah dikelola sendiri secara resmi dan profesional.

    “Mengelola ZIS dari jamaah kita sendiri. Tidak lari ke tempat lain.” Katanya.

    Ia kemudian memberikan contoh beberapa Masjid yang dinilai berhasil mengelola donasi jamaah dengan baik, seperti Masjid Al Mufidah, Masjid Baitul Muttaqin, hingga Masjid Gunung Sari Indah (GSI).

    Bahkan, menurutnya, Masjid Al Mufidah mampu menghimpun donasi hingga sekitar Rp150 juta per bulan dengan laporan yang rapi dan profesional.

    Skema pengelolaan dana juga dijelaskan secara terbuka. Dari donasi yang masuk, 60 persen ditasyarufkan, 20 persen disetorkan ke Lazismu Surabaya, dan 20 persen digunakan untuk kesekretariatan operasional.

    “Kalau membutuhkan dana bisa diambil kembali. Yang penting laporannya rapi.” Jelasnya.

    Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya juga membuka kesempatan bagi Masjid dan TPQ Muhammadiyah yang belum menerima bantuan operasional hingga Juni 2026 untuk segera mengajukan data.

    Sebab bagi mereka, Masjid bukan hanya tempat shalat, Masjid adalah pusat peradaban. Dan ketika TPQ hidup, Safari Shubuh berjalan, muballigh tertata, serta dana umat dikelola sendiri dengan amanah, Muhammadiyah sedang membangun masa depannya dari Masjid. (Syahroni NW).

    Erman Suparno dan Jalan Besar Masa Depan IPHI

    0

    Erman Suparno dan Jalan Besar Masa Depan IPHI

    Oleh Rd H. Holil Aksan Umarzen

    (Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia)

    Di tengah dinamika panjang yang pernah menguras energi organisasi, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sesungguhnya sedang berada pada momentum penting untuk menentukan arah masa depannya.

    “Tetap terjebak dalam konflik berkepanjangan, atau bangkit menjadi organisasi modern yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa”

    Dalam konteks itulah, sosok Ketua Umum (Ketum) PP IPHI, Erman Suparno menjadi relevan untuk dibicarakan. Erman Suparno bukan hanya figur organisasi, tetapi tokoh nasional yang memahami bagaimana membangun jembatan antara kekuatan umat, dunia pemerintahan, dan kepentingan kebangsaan.

    Pengalaman panjangnya sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, anggota DPR RI, serta kiprahnya di berbagai lingkaran strategis nasional membentuk cara pandangnya yang luas, tenang, dan realistis dalam melihat masa depan IPHI.

    Di bawah kepemimpinannya, IPHI tidak cukup hanya menjadi tempat silaturahmi para haji. IPHI harus naik kelas menjadi kekuatan moral, sosial, ekonomi, dan intelektual umat yang mampu berjalan searah dengan pembangunan bangsa tanpa kehilangan identitas dan nilai keislamannya.

    Gagasan tersebut bukan sesuatu yang berlebihan, melainkan sangat rasional. IPHI memiliki kekuatan besar:

    • Jaringan organisasi hingga pelosok daerah.
    • Sumber daya manusia yang matang.
    • Kedekatan dengan tokoh agama, birokrasi, dan masyarakat.
    • Serta kekuatan moral para haji yang tersebar di seluruh Indonesia.

    “Potensi sebesar itu tentu terlalu berharga jika hanya habis oleh konflik internal dan perdebatan yang berkepanjangan”

    Ke depan, IPHI membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga organisasi tetap on the track, terhubung dengan pemerintah tanpa kehilangan independensi moralnya, serta mampu menghadirkan program nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh umat.

    Mulai dari; pembinaan kemabruran haji sepanjang hayat, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan sosial dan kemanusiaan, pendidikan generasi muda, hingga menjadi mitra strategis pemerintah dalam isu keummatan dan kebangsaan.

    Dalam konteks itulah, pengalaman dan jejaring Erman Suparno di lingkaran pemerintahan menjadi modal penting untuk membuka ruang sinergi yang lebih luas bagi kemajuan IPHI.

    Sebab organisasi besar tidak cukup hanya dipimpin oleh semangat, tetapi juga membutuhkan pengalaman, kedewasaan, jaringan, dan kemampuan membaca arah zaman.

    Kini menjelang Muktamar VIII, harapan besar tumbuh dari banyak kader dan keluarga besar IPHI di seluruh Indonesia agar organisasi ini memasuki babak baru: lebih matang, lebih produktif, lebih teduh, dan lebih bermanfaat bagi umat.

    IPHI harus kembali menjadi rumah besar persaudaraan para haji Indonesia yang menghadirkan keteladanan, kesejukan, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

    Dan dalam perjalanan menuju masa depan itulah, jejak pengabdian Erman Suparno menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga arah dan marwah organisasi tetap berada di jalur pengabdian yang benar.

    (Rd H. Holil Aksan Umarzen; Pengurus Senior Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Mantan Ketua DPW IPHI Jawa Barat periode H. Kurdi Mustofa, Masa Peralihan PJs Ismet Hasan Putro, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PP IPHI hasil Muktamar VII Jakarta di bawah kepemimpinan Erman Suparno)

    Perkuat Pertahanan Udara Nasional, Presiden Prabowo Subianto Serahkan Pesawat MRCA Rafale dan Sistem Pertahanan Modern

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin (18/05/2026).

    Alutsista yang diserahkan, yakni; enam pesawat MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT, satu missile meteor dan enam smart weapon hammer, serta satu radar GCI GM403.

    Kehadiran berbagai platform pertahanan udara ini menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun kekuatan udara yang terintegrasi. Pesawat MRCA Rafale akan memperkuat kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat TNI AU melalui dukungan rudal jarak jauh meteor dan hammer.

    Sementara, pesawat Falcon 8X akan mendukung mobilitas strategis, misi komando, dan pengawasan. Adapun pesawat A400M MRTT menjadi elemen penting dalam memperkuat kemampuan angkut strategis dan pengisian bahan bakar di udara.

    Di sisi lain, radar GCI GM403 akan berfungsi sebagai sistem deteksi dini terhadap ancaman udara. Radar ini turut membantu mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang melanggar kedaulatan wilayah udara Indonesia.

    Suasana foto bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto usai menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta

    Dalam pengarahannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertahanan yang kuat menjadi syarat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global.

    “Pertahanan yang kuat menjadi syarat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus melindungi kepentingan strategis nasional.” Tegas Presiden Prabowo Subianto.

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa fokus penguatan tersebut mencakup pengamanan seluruh matra pertahanan.

    “Fokus penguatan tersebut mencakup pengamanan seluruh matra pertahanan baik darat, laut, maupun udara.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Sekretaris PW IPHI Jawa Timur Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Wujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat

    0

    Surabaya, kartanusa – Kuatkan konsolidasi internal organisasi pasca reorganisasi kepengurusan, Pengurus Wilayah Majelis Taklim Perempuan (MTP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) gelar Ta’aruf dan Rapat Kordinasi di Namira Syariah Hotel Surabaya, pada Ahad (17/05/2026).

    Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PW IPHI Jatim, KH. Imam Mawardi Ridlwan, Wakil Sekretaris, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., dan Ketua PW MTP IPHI Jatim, Nyai Hj. Imadul Ummah, M.Pd.I., Sekretaris Hj. Binti Rohmatin, S.Ag., M.AP., dan jajaran MTP IPHI Jatim lainnya.

    Dalam sambutannya, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan Ta’aruf dan Rapat Kordinasi PW MTP IPHI Jatim ini.

    Kiyai Imam, panggilan akrabnya, mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW tentang salah satu keutamaan terbesar haji mabrur adalah janji surga sebagai balasannya. Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءً إِلَّا الجنَّة

    Artinya :“Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: Umrah satu ke umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

    Menurutnya, hadis ini menegaskan bahwa haji mabrur adalah investasi spiritual yang tak tertandingi. Surga menjadi balasan eksklusif bagi mereka yang melaksanakan haji dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan.

    Selanjutnya, Kiyai Imam juga menjelaskan tentang makna kata mabrur (مَبْرُور) berasal dari bahasa Arab, yakni dari akar kata barra-yabiruu-birrun (بَرَّ- يَبَرُّ ) yang berarti berbuat baik. Ia juga menegaskan bahwa IPHI dibentuk untuk kebaikan dalam rangka mewujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat.

    “Organisasi IPHI ini didirikan untuk kebaikan sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW tersebut, sehingga menjadi wadah untuk mewujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat.” Ujarnya.

    Menurutnya, untuk mewujudkan kemabruran haji sepanjang hayat akan lebih mudah dilakukan secara berjamaah, karena secara individu cukup sulit dilakukan, karena berbagai hal. Oleh karena itu, Kiyai Imam juga menegaskan tentang peran penting perempuan, dalam hal ini adalah Majelis Taklim Perempuan untuk bersama menggerakkan organisasi ini.

    Kiyai Imam juga menegaskan tentang tentang keluarga menjadi madrasah pertama bagi anak-anak, maka dengan hadirnya MTP IPHI memberikan perang penting perempuan dalam mendidik dan mempersiapkan generasi berakhlaq mulia ke depannya.

    Foto Bersama Pengurus Wilayah Majelis Taklim Perempuan (MTP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Usai Kegiatan Ta’aruf dan Rapat Kordinasi di Namira Syariah Hotel Surabaya

    Pentingnya Penguatan Konsolidasi Organisasi 

    Kiyai Imam kemudian menjelaskan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan PW MTP IPHI Jatim adalah lanjutan, sampai 2026 mengikuti kepengurusan PW IPHI Jatim.

    “InsyaAllah akan dilanjutkan dan dibahas dalam forum Musyawarah Wilayah (Musywil) IPHI Jawa Timur.” Tegasnya.

    Ia kemudian menjelaskan tentang beberapa program yang mestinya bisa dikolaborasikan, sehingga menghasilkan program yang luar biasa dan bermanfaat untuk kemaslahatan anggota dan pengurus IPHI, yakni:

    Pertama, Koperasi Digital: Digitalisasi Koperasi harus dilakukan dengan melibatkan generasi muda, sehingga IPHI semakin baik dan bermanfaat bagi ummat

    “Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis PW IPHI Jawa Timur adalah Dr. Fahmi, siap membantu. Kita tinggal menyiapkan peserta dan dikirim ketempat pelatihannya beliau atau di kantor PW IPHI Jatim.” Ungkapnya.

    Kedua, Sertifikat Pembimbing Haji Profesional: Program ini penting bagi pengurus IPHI dan MTP, selain bisa untuk mengikuti seleksi petugas haji, juga untuk melaksanakan pembinaan calon jama’ah haji sebelum berangkat, sehingga tujuan mewujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat dapat tercapai.

    “Kalau bisa, kita mendata calon jama’ah haji di masing-masing daerah, kemudian 2 tahun sebelum berangkat dibimbing secara matang oleh MTP IPHI, sehingga bisa mewujudkan kemabruran haji, sebab kemabruran haji tidak bisa instan.” Tegasnya.

    “MTP segera dipersiapkan, satu daerah 2 utusan, 1 IPHI dan 1 MTP IPHI. IPHI sudah melaksanakan sertifikasi ini dua kali, untuk edisi ketiga rencana dilaksanakan di bulan Juli 2026 di Malang atau Batu.” Imbuhnya.

    Ketiga, Turba Regional: Kegiatan yang dilaksanakan secara regional sehingga konsolidasi lebih maksimal. Segera akan dilaksanakan pembagian wilayah koordinasi.

    Keempat, Kartu Tanda Anggota (KTA) IPHI: Dalam perjalanannya sudah dilakukan, kerjasama dengan Bank Jatim Syariah.

    “InsyaAllah sudah dikoordinasikan, tinggal finalisasi saja, karena ada data yang kurang dari IPHI.” Pungkasnya. (Humas/Gus).