spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 13

    Ketum PP Muhammadiyah : Muhammadiyah Kehilangan Sosok Ulama, Intelektual, Sekaligus Cendekiawan Muslim yang Dikenal Alim, Teduh, dan Rendah Hati

    0

    Yogyakarta, kartanusa – Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., atas nama Keluarga besar Muhammadiyah berduka atas wafatnya Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., pada Sabtu (23/05/2026) sekitar pukul 01.40 WIB di RSA UGM, Yogyakarta.

    Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Keluarga besar Muhammadiyah berduka atas wafatnya Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas, pada Sabtu (23/05/2026) sekitar pukul 01.40 WIB di RSA UGM, Yogyakarta.” Ujar Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

    Lebih lanjut, Prof. Haedar mengungkapkan bahwa almarhum sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut selama kurang lebih sepuluh hari. Setelah sempat pulang, kondisi beliau kembali menurun dan dirawat lagi sejak Rabu (20/05/2026).

    “Muhammadiyah kehilangan sosok ulama, intelektual, sekaligus cendekiawan Muslim yang dikenal alim, teduh, dan rendah hati.” Tegasnya.

    Menurutnya, pemikiran almarhum tentang Tauhid Rahamutiyah menjadi salah satu gagasan penting dalam pengembangan Islam Berkemajuan di Muhammadiyah.

    Tauhid Rahamutiyah merupakan konsep teologi Islam yang menegaskan bahwa Allah SWT Yang Maha Esa memiliki sifat dasar rahmah atau kasih sayang.” Tandas Prof. Haedar.

    Prof. Haedar juga menyampaikan bahwa gagasan yang dipopulerkan Prof. Hamim Ilyas tersebut menempatkan kasih sayang transformatif sebagai inti keimanan dan amal saleh.

    “Dalam pandangan ini, seluruh ciptaan dan syariat Allah ditujukan untuk menghadirkan kemaslahatan, keadilan sosial, perdamaian, dan kesejahteraan umat manusia. Karena itu, ajaran Islam tidak berhenti pada tataran konseptual dan ritual semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan.” Ungkapnya.

    Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT, menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di jannatun na’im. (Humas/Gus).

    Ketum PP Muhammadiyah: Muhammadiyah Tidak Pernah Lelah Membangun Kesehatan Bangsa

    0
    Oplus_16908288

    Semarang, kartanusa – Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., hadir dan melakukan Grand Opening Gedung Ibrahim Tower 13 lantai milik RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Rabu (20/05/2026).

    Selain Ketum PP Muhammadiyah, hadir sejumlah tokoh, mulai dari jajaran PP Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Semarang, jajaran RS Roemani Muhammadiyah Semarang, dan para undangan lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketum PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa hadirnya gedung ini diharapkan dapat membawa RS Roemani Muhammadiyah Semarang terus memperoleh kepercayaan masyarakat.

    “Hadirnya gedung ini diharapkan dapat membawa RS Roemani Muhammadiyah Semarang terus memperoleh kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari dakwah pelayanan kesehatan Muhammadiyah yang membawa keberkahan bagi umat.” Tuturnya.

    Prof. Haedar juga menyampaikan bahwa rumah sakit, lembaga pendidikan, sosial, ekonomi, dan berbagai institusi lain di Muhammadiyah disebut sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yang mempunyai makna filosofisnya.

    “Istilah tersebut memiliki makna filosofis yang menyatukan dimensi spiritual dan ikhtiar duniawi. Amal itu dimensi langit, sedangkan usaha itu dimensi bumi atau duniawi. Maka menyatunya keduanya itulah yang menjadi amal usaha.” Tandasnya.

    Dan Muhammadiyah, lanjut Prof. Haedar, tidak pernah lelah membangun kesehatan bangsa. Menurut, Rumah Sakit Muhammadiyah tidak hanya hadir untuk melayani masyarakat yang sakit, tetapi juga bergerak dalam pelayanan kesehatan komunitas secara luas.

    “Rumah Sakit Muhammadiyah tidak hanya hadir untuk melayani masyarakat yang sakit, tetapi juga bergerak dalam pelayanan kesehatan komunitas secara luas.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Wapres Gibran Ajak Generasi Muda Bergandengan Tangan Hadapi Tantangan Global pada Pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah

    0

    Bali, kartanusa – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming mengajak generasi muda Indonesia untuk saling bergandengan tangan menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mendukung pembangunan nasional.

    Hal tersebut disampaikan Wapres Gibran Rakabuming saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Badung, Bali. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Kamis (21/05/2026).

    Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan keterlibatan generasi muda dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan potensi daerah guna menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia maju.

    Wapres Gibran Rakabuming membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Badung, Bali

    Dalam sambutannya, Wapres RI Gibran Rakabuming menilai kondisi global saat ini penuh dinamika dan membutuhkan kolaborasi antargenerasi muda. Menurut Wapres, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

    “Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, terlebih Indonesia akan memasuki bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif, yang harus dimanfaatkan secara optimal.” Tutur Wapres RI, Gibran Rakabuming.

    Lebih lanjut, Wapres Gibran juga mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk lebih aktif terlibat dalam penguatan pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua.

    “Keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerataan pendidikan, kesehatan, dan transformasi digital di daerah-daerah terpencil.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Presiden Prabowo Subianto Pastikan Ekspor Strategis Tetap Jalan dan Ekonomi Terjaga dengan Berlakukan Kebijakan DHE

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Kamis (21/05/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terkait kesiapan implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang akan mulai berlaku pada awal Juni mendatang.

    Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tengah menuntaskan seluruh instrumen regulasi pendukung kebijakan tersebut.

    “Pemerintah tengah menuntaskan seluruh instrumen regulasi pendukung agar implementasi kebijakan berjalan tepat waktu.” Ujar Menko Bidang Perekonomian.

    Selain itu, lanjut Erlangga, bahwa pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti Crude Palm Oil (CPO), batu bara, dan Ferro Alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.

    “Selain penyusunan regulasi, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada asosiasi pelaku usaha yang berkaitan dengan sektor ekspor komoditas tersebut.” Ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut juga, Airlangga juga menegaskan bahwa di tengah situasi ketidakpastian global, pemerintah turut menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Di tengah situasi ketidakpastian global, pemerintah turut menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk kebijakan work from home selama dua bulan ke depan dan sejumlah insentif ekonomi pada kuartal kedua.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Kloter 116 Terasa Spesial, Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya Diberangkatkan Gubernur Jawa Timur 

    0

    Surabaya, kartanusa – Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Dr. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., hadir dan melepas langsung keberangkatan kelompok terbang (Kloter) terakhir Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Surabaya yang sekaligus menjadi penanda telah berakhirnya periode pemberangkatan haji Tahun 2026 M/1447 H, di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Kamis (21/05/2026).

    Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur, Dr. Mohamad As’adul Anam, M.Ag., bersama jajarannya lainnya, serta jajaran pejabat terkait dengan Penyelenggaraan Ibadah Embarkasi Surabaya.

    Dari data yang ada, sebanyak 116 kloter dengan total Perkiraan 44 ribu lebih jemaah serta petugas diberangkatkan Embarkasi Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda.

    Dalam kesempatan tersebut, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia Embarkasi Surabaya yang berjalan dengan lancar dan sukses.

    Ia juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak, lintas instansi atas supportnya dalam proses pemberangkatan haji tahun 2026 M/1447 H berjalan lancar.

    Ia kemudian mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji Jawa Timur menjadi yang terbanyak di Indonesia. Menurutnya, tingginya kuota tersebut berkaitan dengan panjangnya daftar tunggu jemaah haji di Provinsi Jatim, dan sesuai dengan regulasi Undang-undang Haji yang baru.

    “Ini jemaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya ini terbanyak di antara semua Provinsi di Indonesia. Karena memang berdasarkan undang-undang haji, prioritas adalah yang waiting list-nya paling panjang dan itu adalah Jawa Timur.” Tutur Khofifah, panggilan akrabnya, saat menyampaikan sambutannya di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

    Sesi foto bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Dr. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., usia sambutan keberangkatan Kloter 116 Embarkasi Surabaya 

    Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa tingginya angka daftar tunggu di Jatim membuat Embarkasi Surabaya mendapat tambahan kuta sebanyak 8.000 dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia untuk memangkas masa tunggu.

    “Oleh karena itu kami bersyukur dan terima kasih ini sama Pak Menteri Haji, akhirnya dari hitung-hitungan kita mendapat tambahan 8.000. Karena memang waiting list-nya paling panjang.” Pungkasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khafifah memberikan hadiah spesial untuk dua jemaah Kloter 116; yang tertua dan termuda di Kloter terakhir.

    Di akhir sambutannya, Gubernur Jawa Timur meminta supaya mendoakan Negara Tercinta Indonesia dalam keadaan aman, damai dan sejahtera, khususnya Jawa Timur, serta lebih khusus lagi untuk Surabaya dan Sidoarjo yang hari ini tergabung dalam Kloter 116. (Humas/Gus).

    Tegaskan Kekayaan Alam Harus untuk Kemakmuran Rakyat, Presiden Prabowo Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor komoditas nasional.

    Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (20/05/2026).

    Melalui kebijakan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penjualan ekspor komoditas wajib dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal.

    “Kebijakan tersebut akan dimulai dari tiga komoditas strategis, yakni minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloys).” Tegas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

    Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Selain untuk memperkuat pengawasan dan monitoring terhadap ekspor komoditas sumber daya alam. Kebijakan ini juga ditujukan untuk memberantas praktik kurang bayar, pemindahan harga, serta pelarian devisa hasil ekspor guna mengoptimalkan penerimaan negara.

    Presiden Prabowo turut menyampaikan penguatan kebijakan devisa hasil ekspor dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan pengolahan sumber daya alam untuk memastikan kontribusi pelaku usaha sektor sumber daya alam dapat dioptimalkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

    Dalam kesempatan tersebut juga, Kepala Negara menegaskan keyakinannya bahwa pelaksanaan sistem perekonomian nasional harus sesuai dengan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), yang menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan berkeadilan.

    “Pelaksanaan sistem perekonomian nasional sesuai pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan berkeadilan.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Harkitnas 2026, Teguhkan Komitmen Aktualisasi Nilai-nilai Bela Negara 

    0

    Harkitnas 2026, Teguhkan Komitmen Aktualisasi Nilai-nilai Bela Negara 

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Bela Negara Jawa Timur)

    Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang diperingati setiap tanggal 20 Mei bukan sekadar seremoni historis untuk mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Dalam konteks modern, Harkitnas merupakan momentum krusial untuk mereaktualisasi nilai-nilai Bela Negara.

    Jika dahulu fajar kebangkitan diarsiteki oleh kaum pergerakan melalui diplomasi dan organisasi, hari ini esensi “kebangkitan” harus diterjemahkan ke dalam ketahanan ideologi, ekonomi, budaya, dan kedaulatan digital.

    Mereaktualisasi nilai-nilai Bela Negara di Hari Kebangkitan Nasional adalah sebagai berikut:

    Pertama, Transformasi Makna “Ancaman” dan Manifestasi Bela Negara: Pada tahun 1908, musuh bangsa bersifat fisik dan terlihat jelas: kolonialisme imperialis.

    “Bela Negara saat itu mewujud dalam bentuk kesadaran nasional untuk bersatu mengakhiri sekat-sekat kedaerahan”

    Nah, di era kontemporer, ancaman beralih menjadi asimetris, hibrida, dan non-militer. Kebangkitan nasional hari ini adalah tentang bagaimana setiap warga negara membela negaranya dari ancaman modern seperti:

    • Penjajahan Ekonomi: Ketergantungan pada produk asing dan kerentanan pangan/energi.
    • Perang Siber dan Informasi: Penyesatan informasi (hoaks), polarisasi sosial, dan infiltrasi ideologi yang merongrong Pancasila.
    • Pelemahan Karakter Bangsa: Memudarnya etos kerja, integritas, dan rasa bangga terhadap identitas nasional.

    Kedua, Implementasi 5 Pilar Bela Negara dalam Esensi Harkitnas: Mengaitkan momentum Harkitnas ke-118 dengan 5 nilai dasar Bela Negara menghasilkan panduan aksi yang nyata bagi seluruh elemen bangsa, yakni:

    • Cinta Tanah Air: Kebangkitan nasional dimulai dari rasa memiliki. Di era digital, cinta tanah air tidak hanya diwujudkan dengan mengagumi masa lalu, tetapi dengan menjaga ruang digital kita tetap sehat, mempromosikan narasi positif tentang Indonesia, serta bangga dan konsisten menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemandirian ekonomi.
    • Kesadaran Berbangsa dan Bernegara: Boedi Oetomo lahir untuk menyatukan visi kelumpuhan bangsa yang terkotak-kotak. Menghidupkan kembali semangat ini berarti mengikis ego sektoral, kelompok, atau politik.

    “Kesadaran ini menuntut kita untuk mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau golongan, terutama dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman”

    • Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara: Harkitnas adalah momentum untuk membentengi masyarakat dari radikalisme dan liberalisme ekstrem.

    “Pancasila harus diposisikan sebagai working ideology—ideologi yang bekerja dalam kebijakan publik, tata kelola media, pendidikan karakter, dan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan teks”

    • Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara: Para pendiri bangsa mengorbankan waktu, harta, bahkan nyawa demi memicu kesadaran nasional. Hari ini, rela berkorban diwujudkan melalui kontribusi profesional.

    “Seorang jurnalis yang berkomitmen menyajikan berita objektif dan mengedukasi publik, atau seorang guru yang berdedikasi membangun karakter generasi muda di pelosok, adalah bentuk nyata dari kerelaan berkorban ini”

    • Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara: Kemampuan ini mencakup aspek fisik (kesehatan dan ketahanan diri) serta non-fisik (kecerdasan intelektual, literasi digital, dan keahlian profesi). Bangsa yang bangkit adalah bangsa yang diisi oleh individu-individu kompeten yang siap bersaing di kancah global demi mengangkat martabat negaranya.

    Ketiga, Pers, Literasi, dan Kedaulatan Informasi: Salah satu pilar penting dalam sejarah Kebangkitan Nasional adalah lahirnya pers bumiputera yang menjadi motor penggerak kesadaran massa.

    Dalam perspektif Bela Negara saat ini, sektor media dan informasi memegang peran taktis:

    • Media adalah Benteng Informasi: Di tengah banjir informasi, pers nasional berfungsi sebagai penyaring (clearing house) untuk menangkal disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
    • Edukasi Bela Negara Era Modern: Mengemas nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, dan wawasan kebangsaan melalui konten-konten yang relevan, solutif, dan mudah dicerna oleh generasi muda (Gen Z dan Milenial).

    Tiga Refleksi Harkitnas 2026

    Pertama, Hari Kebangkitan Nasional dalam perspektif Bela Negara bukanlah panggilan untuk angkat senjata, melainkan panggilan untuk angkat karya, integritas, dan kompetensi.

    Kedua, Bangsa ini tidak akan benar-benar bangkit jika rakyatnya sekadar menjadi konsumen di negeri sendiri atau menjadi penonton di tengah perubahan global.

    Ketiga, Kebangkitan sejati terjadi ketika setiap individu menyadari bahwa profesi dan tindakan sehari-hari mereka adalah lini terdepan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

    Menhaj RI, Gus Irfan Pimpin Misi Amirulhaj 1447 Hijriyah Bertolak Menuju Arab Saudi

    0
    Oplus_16908288

    Jakarta, kartanusa – Penyelenggaraan ibadah haji Indonesia terus berjalan lancar. Kali ini Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia (RI), Moch. Irfan Yusuf, atau Gus Irfan bertolak menuju Arab Saudi untuk memimpin misi Amirulhaj 1447 H/2026 M.

    Kegiatan tersebut sekaligus memastikan layanan jemaah Indonesia di Tanah Suci berjalan optimal menjelang fase puncak haji. Dilansir dari laman resmi media sosial Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia pada Rabu (20/05/2026).

    “Hingga saat ini, sebanyak 92,7% jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Menhaj juga mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan, mempersiapkan stamina, dan fokus menjalankan ibadah dengan mengikuti arahan petugas.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen memastikan layanan haji berjalan aman, tertib, nyaman, dan berpihak penuh kepada jemaah.

    “Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kelancaran, dan meraih haji yang mabrur. Aamiin.” Pungkasnya.

    𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐊𝐞-𝟐𝟗 𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝐇𝐚𝐣𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟔

    Hingga 19 Mei 2026, sebanyak 481 kloter dengan 186.041 jemaah dan 1.919 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sebanyak 472 kloter dengan 182.332 jemaah dan 1.888 petugas telah tiba di Makkah, sementara 208 kloter dengan 79.945 jemaah dan 832 petugas telah tiba di Jeddah. Adapun jemaah haji khusus yang sudah tiba di Arab Saudi mencapai 13.180 orang.

    Menjelang Armuzna, Kemenhaj Republik Indonesia mematangkan skema pergerakan jemaah secara bertahap dan terukur. Jemaah diimbau disiplin mengikuti jadwal, tetap bersama rombongan, membawa identitas, serta menghemat tenaga menuju puncak ibadah haji. (Humas/Gus).

    Peringati Harkitnas ke-118, Mako Kormar Bangkitkan Semangat untuk Jaga Tunas Bangsa

    0
    Oplus_16908288

    Jakarta, kartanusa – Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (AL) Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-118 tahun 2026, Prajurit dan PNS Mako Kormar laksanakan upacara bendera, bertempat di Lapangan Apel Kesatrian Jenderal KKO Ali Sadikin, Mako Kormar, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun No. 40, Jakarta Pusat. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada Rabu (20/05/2026).

    Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara adalah Paban Watpers Spers Kormar Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H., M.Tr.Opsla., yang diikuti oleh segenap prajurit dan PNS Mako Kormar dengan mengusung tema; “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

    Rangkaian Upacara Harkitnas diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara pembacaan Naskah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, pembacaan naskah pidato Menteri Komunikasi dan Digital oleh Inspektur Upacara menyanyikan lagu perjuangan nasional Bagimu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa.

    Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid yang dibacakan Inspektur Upacara, Kormar Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa momentum berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 merupakan “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa.

    Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

    “Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.” Tegasnya.

    Lebih lanjut, peringatan Harkitnas tahun ini untuk merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa.

    Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. (Humas/Gus).

    Kabar IKN : Catatan Wakil Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Wakil Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Gibran Rakabuming Raka

    Wapres Gibran Rakabuming mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/05/2026).

    Presiden menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar instrumen keuangan negara, melainkan alat perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat, memperkokoh fondasi perekonomian nasional, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

    Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui kebijakan fiskal yang tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada pencapaian sasaran pembangunan, termasuk penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. BPMI Sekretariat Presiden.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)