spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 12

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.095 perwira siswa Sesko TNI dan Sespimti Polri, perwira siswa Sesko AD, AL, AU, dan Sespimmen Polri, Senin (25/05/2026), di Kompleks Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Jawa Barat. Taklimat ini menjadi ruang pembekalan strategis bagi para perwira dalam menghadapi dinamika tantangan nasional maupun global ke depan.

    Rangkaian pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars TNI, mars masing-masing matra TNI, hingga mars Polri yang diikuti secara serempak oleh seluruh peserta yang hadir.

    Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.095 perwira siswa Sesko TNI dan Sespimti Polri, perwira siswa Sesko AD, AL, AU, dan Sespimmen Polri, Senin (25/05/2026), di Kompleks Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Jawa Barat

    Sebelum memberikan taklimat, Presiden Prabowo menyalami sejumlah perwira yang hadir dan menciptakan suasana hangat dengan penuh kedekatan. Taklimat Presiden pun diikuti dengan khidmat dan seksama oleh seluruh peserta.

    Kegiatan taklimat ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Presiden aktif hadir secara langsung untuk memberikan kuliah dan pengarahan kepada para perwira siswa. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Tangisan Sang Kiai untuk Masa Depan Santri Ponpes Muhammadiyah Al-Munawwir

    0

    Bojonegoro, kartanusa — Suasana Kompleks Perguruan Muhammadiyah Balen tampak berbeda pada Ahad (24/05/2026). Ratusan wali santri dan tamu undangan memadati lokasi untuk menghadiri acara Tahtimul Qur’an dan Imtihan Tajwid, Gharib, serta Tahfidz yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Munawwir Balen.

    Sejak pagi, rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para santri menampilkan kemampuan terbaiknya dalam hafalan Al-Qur’an, bacaan tajwid, dan gharib di hadapan para tamu undangan.

    Penampilan para santri mendapat apresiasi dan perhatian besar dari para hadirin yang menyaksikan secara langsung hasil proses pendidikan dan pembinaan yang selama ini dijalankan di pondok.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balen, Ustadz Abdul Malik, menyampaikan harapannya agar para santri terus istiqamah belajar Al-Qur’an. Menurutnya, Pondok Pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader umat yang siap terjun di tengah masyarakat.

    “Kami berharap para santri kelak mampu menjadi penggerak kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Ilmu yang diperoleh di pondok hendaknya menjadi bekal untuk membangun dan melayani umat.” Tuturnya.

    Sementara itu, harapan serupa juga disampaikan oleh Rudi Suparno, salah satu wali santri kelas IX SMP Muhammadiyah 4 Balen. Ia mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya agar melanjutkan pendidikan hingga jenjang setara Aliyah di pondok pesantren.

    “Enam tahun masa pendidikan di pondok akan memberikan bekal ilmu dan karakter yang lebih kuat. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu agama dan umum, tetapi juga pembiasaan hidup yang baik.” Ungkapnya.

    Senada dengan itu, Ustadz Chandra selaku pembina santri Pondok Al-Munawwir Balen juga menegaskan pentingnya keberlanjutan pendidikan santri hingga tuntas agar proses pembinaan karakter dan keilmuan dapat berjalan secara optimal.

    Namun, puncak acara berubah menjadi momen yang sangat mengharukan ketika Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Balen, KH. Abdul Haris, menyampaikan tausiyah penutup. Dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca, beliau beberapa kali menghentikan kalimatnya untuk menahan tangis.

    Di hadapan para santri dan wali santri, sang kiai mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya yang begitu besar kepada anak-anak didiknya. Tangisan itu bukan sekadar luapan emosi, melainkan wujud kecintaan seorang guru yang menginginkan masa depan terbaik bagi para santrinya.

    KH. Abdul Haris juga berharap para santri dapat menuntaskan pendidikan di pondok hingga enam tahun. Menurutnya, pendidikan pesantren merupakan proses pembentukan manusia yang utuh, memadukan ilmu agama, ilmu umum, akhlak, adab, serta pembiasaan hidup yang positif.

    “Di pondok, anak-anak tidak hanya belajar ilmu. Mereka belajar adab, tata krama, kesopanan, kedisiplinan, dan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi bekal sepanjang hidupnya.” Pesannya dengan suara yang masih terbata-bata.

    Suasana aula seketika berubah haru. Banyak wali santri yang tampak menundukkan kepala, sementara sebagian lainnya mengusap air mata yang tak mampu dibendung. Tangisan sang kiai menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati lahir dari ketulusan cinta, kesabaran, dan pengorbanan.

    Tahtimul Qur’an dan Imtihan tahun ini akhirnya ditutup dengan doa dan harapan besar agar para santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Munawwir Balen tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat. (Al Mahmuda Bungkal Damai).

    Presiden Prabowo : Panen Raya Udang di BUBK Kebumen, Upaya Perkuat Budi Daya Modern dan Ketahanan Pangan Nasional

    0

    Kebumen, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyaksikan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Sabtu (23/05/2026).

    Di lokasi tambak dengan luas lahan mencapai 100 hektare tersebut, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung konsep best practice budi daya udang modern melalui sistem tata kelola terpadu. Sistem ini mencakup saluran air masuk (intake), kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas pendukung lainnya.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut bahwa dengan potensi yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia.

    “Sebagai contoh, BUBK Kebumen yang memiliki 206 petak kolam ini mampu menghasilkan nilai produksi sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun, sekaligus menyerap ratusan tenaga kerja.” Ungkap Presiden Prabowo Subianto.

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyaksikan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah

    Pemerintah memandang udang sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan berpotensi menjadi mesin devisa yang berkelanjutan.

    Melalui pengelolaan tambak secara modern serta penerapan kaidah-kaidah good aquaculture practices seperti model di BUBK Kebumen, komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekspor perikanan Indonesia di pasar global.

    Presiden Prabowo pun menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat perekonomian nasional. (Humas/Gus).

    Sukses dan Humanis, Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Embarkasi Surabaya 1447 H/2026 M Berjalan Lancar

    0

    Sukses dan Humanis, Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Embarkasi Surabaya 1447 H/2026 M Berjalan Lancar

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Timur, Wakil Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur)

    Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Embarkasi Asrama Haji Sukolilo Surabaya sukses menuntaskan fase pemberangkatan seluruh Kelompok Terbang (Kloter).

    “Sinergi yang solid antarinstansi serta komitmen pelayanan yang ramah lansia menjadi kunci utama kelancaran operasional tahun ini”

    Sejak kloter pertama memasuki asrama hingga keberangkatan kloter terakhir menuju Tanah Suci, seluruh proses dokumentasi, pemeriksaan kesehatan, hingga distribusi akomodasi berjalan relatif tanpa kendala berarti.

    Inovasi Layanan “One-Stop Service” Jadi Kunci

    Salah satu faktor penentu kelancaran tahun ini adalah optimalisasi sistem layanan satu atap (One-Stop Service) saat jamaah tiba di Asrama Haji Surabaya.
    Begitu turun dari bus daerah, jamaah langsung diarahkan ke aula untuk menyelesaikan tiga tahap sekaligus:

    Pertama, Pemeriksaan Kesehatan Akhir: Memastikan jamaah dalam kondisi fit to fly.

    Kedua, Penyerahan Dokumen & Paspor: Pembagian paspor, visa, dan gelang identitas.

    Ketiga, Pendistribusian Living Cost: Penyerahan uang saku selama di Arab Saudi.

    “Sistem ini memangkas waktu antrean secara signifikan, sehingga jamaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum terbang melalui Bandara Internasional Juanda”

    Komitmen Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas

    Melanjutkan kesuksesan tahun-tahun sebelumnya, Embarkasi Surabaya 1447 H/2026 M konsisten mengusung tagline “Haji Ramah Lansia”. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan atensi khusus kepada jamaah risiko tinggi (risti) dan lansia.

    Berikut Data Ringkas Pemberangkatan 2026, yakni:

    • Ketepatan Waktu (On-Time Performance: Di atas 95% untuk seluruh penerbangan.
    • Layanan Bagasi: Sistem fast-track koper langsung ke hotel Mekkah/Madinah berjalan lancar.
    • Kesehatan Jamaah: Angka jamaah tertunda karena faktor kesehatan menurun dibanding tahun lalu.

    Upaya Wujudkan Kemabruran Haji, MTP IPHI Surabaya 2026-2031 Susun Program Kerja 5 Tahun

    0

    Surabaya, kartanusa – Pengurus Daerah (PD) Majlis Taklim Perempuan (MTP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Surabaya menggelar pertemuan perdana pada Ahad (24/05/2026) di rumah Dewan Pembina MTP, Ustadzah Hj. Nasrul Nasihati, SE., Perum Rewwin Kabupaten Sidoarjo.

    Rapat yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Daerah MTP IPHI Kota Surabaya masa bakti 2026-2031.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat oleh GQ Mecca Nada dan dipimpin langsung oleh Ketua MTP IPHI Surabaya terpilih, Ustadzah Dra Hj. Haniah. Suasana rapat tampak guyub dengan konsep lesehan, mencerminkan semangat ukhuwah dan kebersamaan ibu-ibu hajjah.

    Agenda utama pertemuan perdana ini adalah membahas rancangan program kerja MTP IPHI Surabaya untuk 5 tahun ke depan. Berbagai usulan strategis mengemuka, mulai dari; Penguatan kajian rutin bulanan, Program pemberdayaan ekonomi jamaah, Bakti sosial, hingga Sinergi dengan Majlis Taklim se-Surabaya.

    Dalam kesempatan tersebut, Pembina MTP IPHI Kota Surabaya, Nyai Hj. Lucky Puspitorini, S.H., M.H., dalam arahannya menegaskan bahwa MTP harus menjadi wadah penjaga kemabruran haji.

    “Melalui Majlis Taklim ini kita rawat ilmu, kita jaga ukhuwah, dan kita tebar manfaat untuk umat. Program yang sudah disusun bersama tadi pagi ini akan kita mantapkan lagi dalam rapat kerja di Batu, Malang bulan depan.” Tutur Nyai Hj. Lucky Puspitorini.

    Lebih lanjut, ia berpesan agar program yang dibuat tidak muluk-muluk tapi istiqomah. “Yang ringan tapi rutin, yang sederhana tapi jalan terus. Kuncinya kekompakan dan niat lillahi ta’ala.” Tambahnya.

    Rapat perdana ditutup dengan doa bersama yg dipimpin oleh KH. Dr. Syukron Jazilan, live dari Makkah Al-Mukarromah, dan foto bersama seluruh pengurus. Semangat dan antusiasme pengurus terlihat jelas untuk mengawali khidmat periode 2026-2031 ini dengan langkah menggelar pertemuan perdana. (Humas/Gus).

    Muktamar VIII IPHI : Momentum Merajut Ukhuwah Wujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat

    0

    Jakarta, kartanusa – Muktamar, kata itu selalu terdengar megah, tapi di Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Muktamar bukan sekadar forum, tetapi perjumpaan tertinggi, wadah merangkul, sekaligus ruang berkhidmat. Menjelang Muktamar VIII IPHI yang akan digelar 15–16 Juni 2026, harapan itu semakin nyata: bagaimana haji mabrur bisa diwujudkan sepanjang hayat, bukan hanya sepanjang perjalanan pulang dari tanah suci.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., pada Senin (25/5/2026) menegaskan bahwa Bali dipilih sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan.

    “Muktamar sebagai gerakan pengabdian. PP IPHI memilih Bali untuk memberi dukungan pengabdian PW IPHI Bali. Ada simbol kuat di balik pilihan itu; dukungan, kebersamaan, dan pengakuan atas kerja keras semua Pengurus Daerah dan Pengurus Wilayah.” Tutur Ketum PP IPHI, Dr. Erman, panggilan akrabnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IPHI periode 2020-2025 telah mewujudkan legalitas IPHI dan bagaimana IPHI menjaga hubungan Kelembagaan dengan eksekutif, legislatif, dan Ormas Islam.

    “IPHI yang menyampaikan usulan membentuk kementerian haji dan umroh RI.” Tegasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP IPHI, Ir. Bambang Irianto, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Muktamar VIII IPHI wujud bersatu dalam berkhidmat.

    “Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Bersatu bukan hanya soal hadir bersama, melainkan berbagi peran, berbagi tenaga, berbagi hati.” Tegasnya.

    Senada, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan menegaskan harapan yang lebih luas, dimana haji adalah puncak ibadah, yang mestinya menjadi haji yang mabrur sepanjang hayat.

    “Haji itu puncak ibadah, semoga semua yang telah ibadah haji jadi mabrur sepanjang hayat.” Tuturnya.

    Menurutnya, kemabruran bukan hanya soal pribadi, tapi juga sosial. Haji mabrur harus menambah kepedulian, menambah tauladan. Ia juga menegaskan bahwa peran IPHI yang sudah banyak; mulai Rumah Sakit Islam, pembinaan spiritual, bahkan yang mengusulkan pembentukan BPKH.

    “Semua itu adalah bukti bahwa IPHI bukan organisasi yang berhenti di seremoni.” Tegasnya.

    Kiyai Imam juga menegaskan bahwa IPHI bergerak dan berbuat. Maka Muktamar VIII diharapkan menjadi titik temu potensi, jika ada yang belum bersama, maka sebaiknya ada islah, damai untuk kebaikan bersama.

    “IPHI pasca Muktamar VIII sebaiknya mengeksekusi gagasan menjadi solusi kebersamaan.” Harapnya.

    Organisasi, lanjut Kiyai Imam, hanya akan efektif jika selalu menghasilkan jalan keluar. Itulah yang ditunggu dari Muktamar VIII IPHI, bukan sekadar kumpul, bukan sekadar debat.

    “Tapi jalan keluar, jalan keluar untuk merangkul, jalan keluar untuk berkhidmat. Jalan keluar untuk mewujudkan haji mabrur sepanjang hayat.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Jawa Barat. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin (25/05/2026).

    Peresmian tersebut menegaskan peran Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Seskoad tercatat telah melahirkan lulusan yang kemudian menjadi pemimpin bangsa Indonesia, yakni:

    • Presiden ke-2 RI Soeharto.
    • Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan
    • Presiden Prabowo Subianto.

    Selain itu, tiga Wakil Presiden RI juga merupakan alumni Seskoad, yakni:

    • Wakil Presiden ke-4 RI Umar Wirahadikusumah.
    • Wakil Presiden ke-5 RI Sudharmono.
    • Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.
    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Jawa Barat

    Tidak hanya berkontribusi bagi Indonesia, Seskoad juga memiliki reputasi internasional dengan melahirkan empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura yang pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

    Di museum Seskoad, sejarah, perjalanan, hingga pengabdian para pemimpin bangsa ditampilkan sebagai inspirasi bagi para perwira lainnya yang menempuh pendidikan.

    Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan besar dengan 42 ribu buku di dalamnya. Setiap tahunnya ada sekitar 500 siswa, termasuk 30 siswa mancanegara yang menempuh pendidikan di Seskoad.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Gus Ipul, Sekjen PBNU Usulkan Ploso Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU

    0

    Jakarta, kartanusa — Ketua Panitia Muktamar NU ke-35, Drs. KH. Saifullah Yusuf, S.I.P., yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), atau yang sering dipanggil Gus Ipul, mengusulkan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, sebagai lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama NU 2026. Dilansir dari laman resmi media sosial PBNU pada Kamis (21/05/2026).

    Hal ini disampaikan oleh Gus Ipul dalam Rapat Pleno PBNU di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya, Jakarta. Menurutnya, Ploso menjadi salah satu tempat yang layak dipertimbangkan karena memiliki akar sejarah, tradisi keilmuan, dan kedudukan penting dalam khazanah pesantren NU.

    Usulan menjadikan Ploso sebagai lokasi Munas dan Konbes, lanjut Gus Ipul, juga merupakan tindak lanjut dari usulan KH. Nurul Husna Djazuli dan Gus Muhammad Alkautsar yang menginginkan agar agenda permusyawaratan ulama NU tersebut digelar di Pesantren Ploso.

    “Kami bertemu dengan KH. Huda dan Gus Kautsar. Beliau berpesan dan siap Ploso dijadikan lokasi Munas dan Konbes.” Ujarnya.

    Selain itu, ia juga mengusulkan agar rangkaian pembukaan Munas dan Konbes Alim Ulama NU 2026 dilaksanakan di kawasan pesantren atau Makbarah Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan, Madura.

    “Gagasan ini penting sebagai bentuk tabarruk, penghormatan, dan penyambungan sanad perjuangan NU kepada salah satu mahaguru para ulama Nusantara.” Tegasnya.

    Dengan skema tersebut, pembukaan Munas dan Konbes dapat diawali dari Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai simbol penghormatan kepada akar spiritual dan keilmuan NU. Setelah itu, rangkaian sidang, pembahasan, dan forum-forum permusyawaratan dilanjutkan di Pondok Pesantren Ploso, Mojo, Kediri.

    Gus Ipul juga menegaskan bahwa Munas dan Konbes Alim Ulama merupakan forum penting bagi NU untuk merumuskan pandangan keagamaan, kebangsaan, dan organisasi. Karena itu, pelaksanaannya perlu ditempatkan di lokasi yang memiliki kekuatan simbolik, tradisi keilmuan, serta kedekatan historis dengan dunia pesantren.

    Menurutnya, Pesantren Ploso memiliki kelayakan untuk menjadi tuan rumah karena selama ini dikenal sebagai salah satu pesantren besar yang melahirkan banyak ulama, kiai, dan kader NU. Selain itu, Ploso juga memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan menjadi salah satu pusat rujukan pesantren di Jawa Timur.

    Sementara itu, Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan memiliki makna historis dan spiritual yang sangat kuat bagi Nahdlatul Ulama. Syaikhona Kholil dikenal sebagai guru dari para pendiri NU dan menjadi salah satu mata rantai penting dalam tradisi keilmuan pesantren.

    Karena itu, pembukaan Munas dan Konbes di Bangkalan diharapkan menjadi penanda bahwa keputusan-keputusan besar NU tetap berpijak pada sanad keilmuan, adab, dan ruh perjuangan para masyayikh.

    Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran PBNU. Keputusan akan ditetapkan melalui mekanisme organisasi.

    Dalam rapat pleno tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan usulan lokasi Muktamar Ke-35 NU. Secara resmi, terdapat tiga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama yang telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, yakni Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatra Barat.

    “Secara resmi ada tiga wilayah yang mengusulkan, satu Jakarta, dua NTB, tiga Sumatra Barat, dan terakhir ada Jawa Timur.” Katanya.

    Menurut Gus Ipul, NTB menjadi wilayah yang paling aktif menunjukkan kesiapan. Dukungan tidak hanya datang dari PWNU setempat, tetapi juga dari pemerintah daerah, termasuk dukungan resmi dari gubernur.

    “Gubernurnya juga ikut memberikan dukungan resmi.” Tandas Ketua Panitia Pelaksana Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU itu. (Humas/Gus).

    Tinjau Sentra Industri Garam Rote Ndao, Wapres Dorong Percepatan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Pesisir

    0

    Rote Ndao, kartanusa – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Timur, Rote Ndao, untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal.

    Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Jum’at (22/05/2026).

    Dalam keterangannya, Wapres RI Gibran Rakabuming menegaskan bahwa kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri. Menurutnya, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis.

    “Karena itu, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan nasional dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.” Tutur Wapres Gibran.

    Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Timur, Rote Ndao, untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal

    Selain mendukung swasembada, lanjut Wapres Gibran, mengingatkan tentang pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonominya segera dirasakan oleh masyarakat sekitar.

    Selain sektor garam, dalam kesempatan tersebut juga, Wapres Gibran mencermati tentang potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao, yang akan ditindaklanjuti bersama Kementerian terkait.

    “Kebutuhan penunjang aktivitas nelayan seperti pabrik es, cold storage, dan SPBU khusus nelayan, akan ditindaklanjuti bersama Kementerian terkait.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Keuangan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Terima Masukan Tokoh Ekonomi Nasional

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk pengalaman penanganan krisis ekonomi pada periode terdahulu dan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Jum’at (22/05/2026).

    Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menyampaikan para tokoh yang hadir, di antaranya Burhanuddin Abdullah (Gubernur BI periode 2003-2008), Paskah Suzetta (Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2005-2009), dan Lukita Dinarsyah Tuwo (Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas periode 2010-2014).

    “Para tokoh tersebut menyampaikan sejumlah catatan penting terkait pengalaman menghadapi tekanan ekonomi global, antara lain lonjakan harga minyak, tekanan inflasi, serta perubahan nilai tukar.” Ujar Airlangga Hartarto, Mengko Bidang Perekonomian RI.

    Menurutnya, kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dibanding periode krisis sebelumnya, dengan fundamental ekonomi yang lebih kuat dan depresiasi rupiah pada tingkat yang lebih rendah.

    Airlangga juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah meminta jajaran terkait untuk terus memonitor berbagai regulasi guna memperkuat stabilitas sektor keuangan dan menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

    “Pemerintah juga menilai perlu dilakukan penguatan permodalan perbankan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.” Pungkasnya. (Humas/Gus).