spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 11

    Inspirasi Kehidupan: Bahagia itu Sederhana, Bersama Keluarga 

    0

    Inspirasi Kehidupan: Bahagia itu Sederhana, Bersama Keluarga

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Guru Ismuba SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya)

    Refleksi Family Gathering Keluarga Besar Spemma Pucang Surabaya, Jum’at-Sabtu (29-30/05/2026) di Yogyakarta.

    Di era modern yang serba cepat ini, definisi bahagia sering kali terdistorsi oleh pencapaian materi, status sosial, atau validasi di media sosial. Kita berlomba-lomba mengejar sesuatu yang jauh, sampai sering kali melewatkan apa yang ada di depan mata.

    Padahal, jika kita mau menengok kembali ke dalam rumah, kita akan menyadari satu hal: “bahagia itu sederhana, cukup dengan berada di tengah-tengah keluarga”.

    Keluarga adalah tempat di mana kita bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu memakai “topeng”. Di luar sana, dunia mungkin menuntut kita untuk menjadi sempurna, namun di dalam hangatnya keluarga, kita diterima dengan segala kekurangan kita.

    “Bahagia bersama keluarga tidak butuh kemewahan; ia hadir dalam kepulan asap kopi di pagi hari, candawa tawa di ruang tamu, atau sekadar duduk bersama menceritakan lelahnya hari yang telah lewat”

    Memaknai Filosofi Jawa: “Mangan Ora Mangan, Seng Penting Kumpul”

    Bicara tentang kebersamaan keluarga, masyarakat Jawa memiliki sebuah pepatah legendaris yang sangat mendalam: “Mangan ora mangan, seng penting kumpul” (Makan tidak makan, yang penting kumpul).

    Bagi sebagian orang yang melihatnya secara harfiah, peribahasa ini mungkin terdengar tidak realistis atau pasrah pada keadaan. Bagaimana mungkin makan tidak penting?

    Namun, jika kita menyelami maknanya lebih dalam, pepatah ini membawa pesan psikologis dan spiritual yang sangat kuat tentang prioritas hidup dan resiliensi (daya tahan).

    Pertama, Ikatan Jiwa Lebih Utama dari Materi: Pepatah ini menegaskan bahwa nilai kebersamaan dan keutuhan keluarga jauh lebih tinggi nilainya daripada materi semata.

    Hidup mungkin sedang sulit, cobaan finansial mungkin sedang menerpa hingga urusan isi piring pun terbatas, namun selama keluarga tetap bersatu dan saling menguatkan, penderitaan itu akan terasa jauh lebih ringan.

    Kedua, Solidaritas dan Saling Berbagi: Dalam konteks masyarakat komunal, “kumpul” bukan sekadar duduk bersama. Di dalamnya ada semangat sharing.

    Ketika satu anggota keluarga kekurangan, yang lain akan mengulurkan tangan. Saat semua berkumpul, beban yang berat dibagi rata, dan kegembiraan yang kecil dilipatgandakan.

    Ketiga, Ketenangan Pikiran (Tentrem): Kekayaan materi yang melimpah tidak akan ada artinya jika di dalam rumah penuh dengan keheningan, keegoisan, dan perpecahan. Sebaliknya, kesederhanaan yang diiringi dengan keharmonisan akan melahirkan rasa aman dan damai di dalam hati.

    “Mangan ora mangan, seng penting kumpul” adalah sebuah simbol perlawanan terhadap individualisme. Ia mengingatkan kita bahwa sekaya apa pun kita, harta terbaik yang kita miliki di dunia ini adalah orang-orang yang mengasihi kita tanpa syarat.

    Bahagia itu memang sederhana. Ia tidak selalu berwujud kemewahan yang dikejar hingga ujung dunia, melainkan kehangatan yang tercipta di ruang makan rumah kita sendiri. Menghidupkan kembali esensi dari pepatah Jawa di atas membuat kita sadar:

    “Materi bisa dicari, namun waktu dan kebersamaan dengan keluarga adalah sesuatu yang tak pernah bisa dibeli kembali”

    Refleksi Milad Muhammadiyah Ke-117: Meneguhkan Dakwah Islam yang Mencerahkan dan Berkemajuan

    0

    Refleksi Milad Muhammadiyah Ke-117: Meneguhkan Dakwah Islam yang Mencerahkan dan Berkemajuan

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris LPHU PWM, Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur)

    Milad Muhammadiyah ke-117 (08 Dzulhijjah 1330 H-08 Dzulhijjah 1447 H) menjadi momentum krusial untuk melakukan refleksi mendalam mengenai langkah perjuangan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

    Mengusung tema yang senada dengan napas perjuangannya, “Meneguhkan Dakwah Islam yang Mencerahkan dan Berkemajuan,” refleksi ini bukan sekadar perayaan angka, melainkan sebuah komitmen ulang, re-commitment, terhadap visi awal KH. Ahmad Dahlan.

    Berikut adalah beberapa poin refleksi penting dalam memaknai Milad Muhammadiyah ke-117, yakni:

    Pertama, Reaktualisasi “Islam Berkemajuan” di Era Digital: Muhammadiyah selalu dikenal dengan karakternya yang rasional, moderat, dan adaptif terhadap zaman.

    Di usia ke-117, tantangan dakwah telah bergeser ke ruang-ruang digital, kecerdasan buatan (AI), dan globalisasi yang masif. Ada beberapa hal penting yang mestinya menjadi konsen kita, yakni:

    • Dakwah Digital: Mencerahkan umat berarti hadir di ruang digital dengan narasi yang menyejukkan, berbasis data, dan menyebarkan nilai-nilai toleransi, guna membendung arus polarisasi serta hoaks.
    • Transformasi Berpikir: Berkemajuan berarti tidak antipati terhadap perubahan zaman, melainkan mampu mengontekstualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk menjawab persoalan kontemporer (sosial, ekonomi, dan teknologi).

    Kedua, Internasionalisasi Gerakan dan Kemanusiaan Semesta: Dakwah Muhammadiyah tidak lagi terbatas pada batas-batas geopolitik Indonesia.

    “Melalui konsep Cosmopolitan Islam, Muhammadiyah semakin meneguhkan perannya di kancah global”

    • Pengembangan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai belahan dunia, menjadi bukti nyata Internasionalisasi Gerakan dan Kemanusiaan Semesta.
    • Aksi kemanusiaan universal melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan LAZISMU (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah) yang menembus sekat agama dan negara, membuktikan bahwa Islam adalah Rahmatan lil ‘Alamin.

    Ketiga, Merawat Pilar Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial (PKS): Kekuatan utama Muhammadiyah terletak pada gerakan amalnya (Amal Usaha Muhammadiyah/AUM).

    Refleksi ke-117 ini menuntut adanya peningkatan kualitas, bukan sekadar kuantitas:

    • Pendidikan yang Membebaskan: Sekolah dan Universitas Muhammadiyah harus melahirkan generasi yang unggul secara intelektual (IPTEK) sekaligus kokoh secara spiritual (IMTAK).
    • Kesehatan dan Filantropi: Rumah sakit dan panti asuhan Muhammadiyah harus tetap inklusif, melayani masyarakat tanpa memandang latar belakang, sebagai wujud nyata dari Teologi Al-Ma’un.

    Keempat, Menjadi Kompas Moral Bangsa: Di tengah dinamika politik dan sosial domestik, Muhammadiyah harus tetap konsisten menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik (high politics/politik nilai).

    “Muhammadiyah berkewajiban moral untuk terus mengawal jalannya pemerintahan, memberikan kritik yang konstruktif, serta menjaga persatuan bangsa di atas kepentingan golongan”

    Dakwah yang mencerahkan adalah dakwah yang membebaskan umat dari kebodohan dan kemiskinan. Dakwah yang berkemajuan adalah dakwah yang membawa umat menatap masa depan dengan optimisme, ilmu pengetahuan, dan akhlak yang mulia.

    “Selamat Milad ke-117 Muhammadiyah. Semoga terus konsisten memahat peradaban, mencerahkan semesta, dan membawa Indonesia menuju gerbang kemakmuran yang berkemajuan”

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto tiba di tanah air, Sabtu (30/05/2026), usai menyelesaikan rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis. Ketibaan Kepala Negara di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, disambut oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.

    Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting dalam rangka memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis. Salah satunya menghadiri upacara penyambutan resmi kenegaraan yang berlangsung di kompleks Les Invalides, sebagai bentuk penghormatan resmi dari Pemerintah Prancis kepada Kepala Negara Indonesia.

    Selain itu, Presiden Prabowo juga menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, yang membahas berbagai isu strategis serta peluang peningkatan kerja sama di sejumlah sektor yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.

    Kedua pemimpin juga turut menghadiri peluncuran France–Indonesia High Level Business Council. Momentum peluncuran dewan bisnis ini turut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

    Di sela agenda kenegaraan, Presiden Prabowo melaksanakan salat Iduladha di Wisma Indonesia, Paris bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Prancis. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Inspirasi Kehidupan : Ilmu Tanpa Adab, Cahaya yang Kehilangan Arah

    0

    Inspirasi Kehidupan : Ilmu Tanpa Adab, Cahaya yang Kehilangan Arah

    Oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzen

    (Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia)

    Dakwah atau Ghibah? “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi para sahabat dan keluarga besar IPHI yang dirahmati Allah SWT.

    Di era media sosial saat ini, setiap orang dapat dengan mudah berbicara, berkomentar, mengkritik, bahkan menghakimi. Tidak sedikit yang mengatasnamakan dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, atau perjuangan menegakkan kebenaran.

    Namun muncul pertanyaan yang patut kita renungkan bersama: apakah yang kita sampaikan benar-benar dakwah, atau justru tanpa disadari telah berubah menjadi ghibah?

    Dakwah mengajak kepada kebaikan. Dakwah lahir dari ilmu, hikmah, kasih sayang, dan niat memperbaiki. Sementara ghibah lahir dari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain, membuka aib, memperbesar kesalahan, atau menyebarkan prasangka yang belum tentu benar.

    Kritik memang diperlukan. Amar ma’ruf nahi munkar juga merupakan kewajiban. Namun Islam tidak hanya mengajarkan tujuan yang baik, melainkan juga cara yang baik. Karena itu Allah SWT memerintahkan agar seruan kepada kebaikan dilakukan dengan hikmah dan pelajaran yang baik.

    Tidak semua yang viral adalah kebenaran. Tidak semua yang keras adalah keberanian. Tidak semua yang lantang adalah dakwah. Sebab ukuran dakwah bukan seberapa keras suara kita, melainkan seberapa besar manfaat dan perbaikan yang dihasilkannya.

    “Para ulama mengajarkan bahwa ilmu tanpa adab dapat berubah menjadi kesombongan”

    Orang yang banyak mengetahui belum tentu bijaksana. Sebaliknya, orang yang beradab akan berhati-hati dalam berbicara, memeriksa kebenaran informasi, menjaga kehormatan sesama, dan menghindari ucapan yang berpotensi menimbulkan fitnah serta perpecahan.

    Sebagai keluarga besar IPHI, para haji yang telah menempuh perjalanan spiritual menuju Baitullah, sudah selayaknya kita menjadi teladan dalam menjaga lisan, menjaga persaudaraan, dan menjaga marwah umat.

    “Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi adab harus tetap berada di atas segalanya”

    Mari kita bertanya kepada diri sendiri sebelum menekan tombol kirim, sebelum membagikan video, berita, atau komentar: Apakah ini dakwah yang menghadirkan hikmah? Ataukah hanya ghibah yang menambah kegaduhan?

    Semoga Allah SWT membimbing lisan kita agar selalu menjadi jalan kebaikan, bukan sumber perpecahan.

    “Ilmu tanpa adab adalah cahaya yang kehilangan arah. Dakwah tanpa hikmah dapat berubah menjadi ghibah”

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Peluncuran France–Indonesia High Level Business Council atau Dewan Bisnis Indonesia – Prancis merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis, sekaligus mempercepat realisasi investasi dan perdagangan antara kedua negara.

    Dewan bisnis yang diluncurkan Kamis (28/05/2026) di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron ini mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika Serikat (AS).

    Dalam pernyataannya, Jumat (29/05/2026), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan momentum peluncuran dewan bisnis tersebut turut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

    Menteri Investasi turut menyampaikan bahwa pembentukan dewan bisnis ini juga untuk mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi kedua negara yang telah disepakati sebelumnya. Dewan bisnis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto 

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menghadiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan (State Visit) di Republik Prancis pada Kamis, 28 Mei 2026.

    Upacara penyambutan kenegaraan di Prancis, salah satu negara besar yang menjadi pintu gerbang ekonomi di Eropa, yang juga salah satu pemegang hak Veto PBB tersebut digelar di Les Invalides, Paris, dengan rangkaian kehormatan militer. Setibanya di Les Invalides, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Perdana Menteri Prancis, Yang Mulia Sébastien Lecornu.

    Usai mengikuti upacara kenegaraan di Les Invalides, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan menuju Istana Élysée, Paris, Prancis, dengan pengawalan kehormatan dari 146 pasukan berkuda serta 27 personel motoris.

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menghadiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan (State Visit) di Republik Prancis pada Kamis, 28 Mei 2026

    Selanjutnya, Presiden Prabowo diterima langsung oleh Presiden Republik Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron dan Ibu Brigitte Macron di bawah tangga utama Istana Élysée.

    Setelah melakukan pertemuan bilateral serta pertemuan empat mata, Presiden Prabowo dan Presiden Macron juga menghadiri peluncuran forum bisnis France–Indonesia High Level Business Council, yang diinisiasi oleh Kadin Indonesia dan MEDEF International:

    • Forum bisnis ini mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun.
    • Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, tercapai 4 kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
    • Forum juga berkomitmen mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman (MoU) dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya. Pada kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat 27 MoU ditandatangani dengan nilai lebih dari USD 11 miliar.

    Rangkaian upacara kenegaraan yang berlangsung dengan penuh kehormatan tersebut mencerminkan penghargaan tinggi Republik Prancis atas kunjungan Presiden Prabowo. Catatan Seskab.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Smamga Juara! 29 Siswa SMA Muhammadiyah 3 Surabaya Gebrak SNBT, Sukses Tembus Deretan Kampus Top Indonesia

    0

    Surabaya, kartanusa – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti lingkungan Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Surabaya. Sebanyak 29 siswa terbaiknya dinyatakan lolos dalam seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) yang diumumkan pada tanggal 25 Mei 2026.

    Angka ini mencatatkan capaian luar biasa karena para siswa sukses bersaing ketat dan menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia.

    Para siswa Smamga Surabaya berhasil mengamankan kursi di universitas papan atas, mulai dari Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), hingga beberapa kampus negeri ternama lainnya di luar Jawa Timur.

    Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh seluruh warga sekolah. Kepala SMA Muhammadiyah 3 Surabaya, Ustadzah Erlina Wulandari, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas perjuangan keras anak didiknya serta dedikasi luar biasa dari para guru.

    “Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, doa, dan konsistensi anak-anak selama tiga tahun di Smamga. Lolosnya 29 siswa ke PTN favorit melalui jalur SNBT yang sangat ketat ini membuktikan bahwa kualitas akademik siswa kami mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap pencapaian ini menjadi batu loncatan bagi mereka untuk sukses di masa depan dan menjadi motivasi bagi adik-adik kelasnya.” Ujar Erlina saat dihubungi via Video WhatsApp saat perjalanan dari Jakarta.

    Di balik kesuksesan yang diraih, ternyata ada strategi matang dan sistematis yang telah disiapkan oleh tim kurikulum dan guru BK sekolah jauh-jauh hari. Wakil Kepala (Waka) Sekolah Bidang Kurikulum Smamga Surabaya, Ustadzah Heriyatini, S.Pd., membeberkan kunci sukses sekolah dalam mengawal para siswa hingga lolos ke kampus impian.

    “Kami tidak membiarkan anak-anak berjuang sendiri tanpa arah. Sejak awal, tim kurikulum dan BK sudah memfasilitasi mereka dengan program try out berkala, pendalaman materi UTBK yang intensif, hingga konseling satu per satu (one-on-one) untuk pemilihan jurusan. Kami memetakan minat dan kemampuan mereka secara realistis agar strategi menembus PTN menjadi tepat sasaran. Keberhasilan 29 siswa ini adalah validasi bahwa sistem pendampingan kami berjalan efektif.” Jelas Ustadzah Heriyatini dengan penuh semangat.

    Pemetaan Sebaran Kampus Favorit Siswa Smamga

    Berikut adalah gambaran umum sebaran ke-29 siswa SMA Muhammadiyah 3 Surabaya yang berhasil melenggang ke PTN impian mereka:

    • Universitas Khairun Ternate
    1. Naufal Ghifari Listyan – S-1 Pendidikan Dokter.
    • Universitas Mataram
    1. Talita Adinda – S-1 Pendidikan Dokter.
    • Institut Pertanian Bogor
    1. Muhammad Khoirul Huda – S-1 Agronomi dan Hortikultura.
    • Institut Teknologi Sepuluh November 
    1. Abdul Malik – D-4 Teknologi Rekayasa Otomasi.
    • Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
    1. Syifa Aqilah Anggraeni – D-4 Manajemen Bisnis.
    2. Azmil Zaini Al-Habsy – D-4 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal.
    • UIN Sunan Ampel Surabaya
    1. Kayla Thalita Azalia – S-1 Gizi.
    2. Hermandad Isnan Prabu Susilo – S-1 Ilmu Politik.
    • Universitas Airlangga
    1. Kenza Pradia Arkananta – S-1 Ilmu Komunikasi.
    2. Muhammad Zaki Saputro – S-1 Psikologi.
    • Universitas Negeri Surabaya
    1. Muhammad Fadli Trihadi – D-4 Analisis Performa Olahraga.
    2. Aisya Sellyani Putri – D-4 Tata Boga.
    3. Latifah Rachmadani – S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini.
    4. M. Iqbal Vahrul A. – S-1 Pendidikan Kepelatihan Olah.
    5. Ahmad Zakky Ubaidillah – S-1 Perencaan Wilayah dan Kota.
    6. Muhammad Ramdani – S-1 Psikologi.
    7. Maulana Galih Pramudya – S-1 Sains Aktuaria.
    • Universitas Pendidikan Indonesia
    1. Hana Zakiya Kholis – S-1 Gizi.
    • UPN Veteran Jawa Timur
    1. Hara Alifta Citrayasmin – S-1 Administrasi Bisnis.
    2. Saffana Zahra Suryadi – S1 Desain Komunikasi Visual.
    3. Kyla Elfira Anaila – S-1 Ekonomi Pembangunan.
    4. Erick Ahmad Tjauzy – S-1 Hukum.
    5. Satria Ghani Anugrah – S-1 Hukum.
    6. Moreno Dimas – S-1 Hukum.
    7. Delisha Awa Qairina – S-1 Hukum.
    8. Sarah Belinda S.F. – S-1 Hukum.
    9. Kelsey Fazila Parahita – S-1 Ilmu Komunikasi.
    10. Marsha Ardelia Kirani P. – S-1 Informatika.
    11. Farell Hasly Putra Islami – S-1 Manajemen. (Nafi’).

    Sekretaris PDM Kota Madiun Khutbah IdulAdha di Kampus UMJT, Sampaikan Keteladan Imam Penuh Hikmah Nabi Ibrahim

    0

    Madiun, kartanusa – Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun, Ustadz Drs. Suyono M.Pd., menjadi imam sekaligus khatib Sholat IdulAdha 1447 Hijriyah di Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun). Rabu (27/05/2026).

    Dalam khutbah Iduladha yang disampaikannya, Ustadz Suyono, panggilan akrabnya, yang juga Direktur Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMJT ini menerangkan keteladanan Nabi Ibrahim yang hikmah-hikmah didalamnya disebutnya sebagai mata air hikmah yang selalu relevan bagi situasi setiap zaman.

    Keteladanan Iman

    Salah keteladanan yang bisa diambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim adalah tentang pencarian kebenaran sejati dan keimanan yang tidak goyah.

    Kisah pencarian kebenaran Nabi Ibrahim AS tersebut telah dilakukan sejak kecil dengan mempertanyakan keyakinan masyarakatnya yang menyembah berhala, bintang, bulan serta matahari.

    “Hatinya yang suci serta akal sehatnya tak dapat menerima untuk menyembah selain Allah SWT sebagai Maha Pencipta.” Ujar Ustadz Suyono.

    Dalam mempertahankan keimanannya, lanjut Ustadz Suyono, Nabi Ibrahim AS diberi ujian berkali-kali. Dilempar kedalam api yang menyala-nyala oleh kaumnya akibat menghancurkan berhala yang disembah kaumnya.

    “Namun, ia tidak gentar. Imannya kepada Allah begitu kuat, hingga atas pertolongan Allah api itupun menjadi dingin dan menyelamatkan dirinya.” Tegasnya.

    Ia kemudian mengungkapkan bahwa puncak ujian keimanan Nabi Ibrahim AS datang saat ia diperintah oleh Allah untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail. Ini adalah perintah yang melampaui logika manusia, namun Nabi Ibrahim tidak ragu, tunduk sepenuhnya pada kehendak Allah.

    Demikian halnya dengan Ismail dengan keimanan yang sama kokohnya menyerahkan diri pada kehendak Allah.

    “Inilah salah satu pelajaran paling agung tentang tauhid dan ketundukan total kepada Allah.” Terangnya.

    Hikmah QS. As-Saffat: 102

    Kisah ketundukan total Nabi Ibrahim dan Ismail itu dinubuatkan dalam QS. As-Saffat ayat 102. Allah berfirman, yang artinya:

    “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya akumelihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yangdiperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102).

    Ustadz Suyono juga menerangkan bahwa ayat ini menggambarkan dialog yang sangat mengharukan, puncak dari keimanan dan ketundukan Nabi Ibrahim AS maupun Nabi Ismail AS.

    “Keduanya telah mencapai tingkatan iman yang sempurna, iman yang mengalahkan hawa nafsu, cinta dunia, dan naluri kemanusiaan. Mereka yakin bahwa setiap perintah Allah adalah kebaikan, meskipun terasa berat.” Tandasnya.

    Hikmah Jaman Sekarang

    Disampaikan Ustadz Suyono, keteladanan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ini merupakan pelajaran sangat fundamental bagi umat Islam saat ini.

    Kehidupan umat Islam saat ini berada ditengah arus globalisasi, materialisme, dan individualisme yang menggerogoti nilai-nilai baik kehidupan.

    Maka umat Islam membutuhkan iman yang kokoh seperti Nabi Ibrahim AS. Iman yang membimbing kita untuk selalu berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kejujuran sekaligus iman yang membebaskan kita dari penyembahan terhadap materi, jabatan, atau popularitas semu.

    “Iman yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran dan tujuan hidup. Dengan iman yang kuat, umat Islam akan memiliki fondasi moral yang tak tergoyahkan dalam menghadapi berbagai tantangan.” Pungkasnya. (Humas/Joko).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto 

    Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/05/2026), bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah.

    Salat Iduladha tersebut dipimpin oleh imam sekaligus khatib, Fakhruddin Arrozi. Ia merupakan alumni S2 Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan, dan saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan.

    Dalam khotbahnya, Fakhruddin menyampaikan bahwa Iduladha merupakan hari raya yang mengandung dimensi ketuhanan sekaligus kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi simbol kepatuhan kepada Allah, tetapi juga ajakan untuk berbagi, menjaga identitas keislaman, meneguhkan keluarga, serta memperkuat persatuan, khususnya bagi umat Islam yang hidup sebagai diaspora di negeri orang.

    Usai melaksanakan salat Iduladha, Presiden Prabowo bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia dan diaspora yang mengikuti salat berjemaah. Dalam suasana penuh keakraban, Presiden tampak menyapa dan menyalami para jemaah yang hadir, kemudian dilanjutkan sesi ramah tamah makan bersama. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, Selasa (26/05/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat untuk melakukan kunjungan resmi kenegaraan. Ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis dan regu jajar kehormatan.

    Di hotel tempatnya bermalam, ratusan warga negara Indonesia (WNI) menyambut kedatangan Presiden Prabowo dengan penuh antusias.

    Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan resmi kenegaraan kali ini diharapkan semakin memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis, mengingat saat ini kedua negara memiliki sejumlah kerja sama strategis di berbagai bidang.

    Sebelum memulai rangkaian acara resmi kenegaraan, Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha dengan WNI di Wisma KBRI Paris. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)