spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 10

    Rubrik Kebangsaan IPHI: Pancasila Bertanya; Mengapa IPHI Harus Membina Alumni Haji?

    0

    Rubrik Kebangsaan IPHI: Pancasila Bertanya; Mengapa IPHI Harus Membina Alumni Haji?

    Oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzen

    (Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Bidang Organisasi)

    (Refleksi Hari Lahir Pancasila, 1 Juni)

    Pada setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun pada peringatan ini, seakan-akan Pancasila mengajukan sebuah pertanyaan kepada keluarga besar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI): Mengapa IPHI harus membina alumni haji?

    Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun sesungguhnya mengandung makna yang sangat mendalam.

    Setiap tahun ribuan umat Islam Indonesia kembali dari Tanah Suci dengan membawa pengalaman spiritual yang luar biasa. Mereka telah menunaikan rukun Islam kelima, menyandang gelar haji, dan memperoleh kehormatan sebagai tamu Allah SWT. Akan tetapi, apakah perjalanan haji hanya berakhir ketika pesawat mendarat di tanah air?

    Ataukah justru setelah pulang dari Tanah Suci, dimulai sebuah perjalanan yang lebih panjang, yaitu menjaga dan mewujudkan kemabruran sepanjang hayat?

    Atas dasar itulah IPHI mengusung visi besar: Haji Mabrur Sepanjang Hayat.

    Sebuah visi mulia yang diperuntukkan bagi seluruh anggota IPHI, agar nilai-nilai haji terus hidup dalam perilaku, pengabdian, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

    Namun pada Hari Lahir Pancasila ini, kita perlu bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: Apakah visi tersebut sudah menjadi gerakan nyata, atau masih lebih sering menjadi slogan yang tertulis di spanduk, baliho, backdrop kegiatan, dan berbagai publikasi organisasi?

    Pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Sebab kemabruran adalah proses yang harus terus diperjuangkan. Tetapi justru karena itulah pembinaan alumni haji menjadi sangat penting.

    IPHI tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi para alumni haji. IPHI harus menjadi pusat pembinaan akhlak, penguatan persaudaraan, pemberdayaan umat, pengembangan kepemimpinan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

    Sebab nilai-nilai haji sesungguhnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan nilai-nilai Pancasila, yakni:

    • Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan penghambaan kepada Allah SWT.
    • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia.
    • Persatuan Indonesia mengajarkan ukhuwah dan kebersamaan.
    • Kerakyatan mengajarkan musyawarah dan tanggung jawab sosial.
    • Keadilan Sosial mengajarkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

    Bukankah seluruh nilai tersebut juga menjadi ruh dari ibadah haji?

    Karena itu, alumni haji semestinya menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Menjadi pelopor persatuan ketika masyarakat terbelah. Menjadi penjaga kejujuran ketika integritas sedang diuji. Menjadi penggerak kepedulian sosial ketika kesenjangan masih terjadi. Dan menjadi contoh dalam menjaga harmoni antara keislaman dan keindonesiaan.

    Lalu Pancasila kembali bertanya: Sudahkah para pengurus dan anggota IPHI menjadi haji mabrur dalam kehidupan sehari-hari?

    Tentu hanya Allah SWT yang mengetahui kemabruran seseorang. Namun tanda-tandanya dapat dirasakan oleh masyarakat: semakin amanah, semakin rendah hati, semakin peduli, semakin bermanfaat, dan semakin mampu menjadi perekat persaudaraan.

    Bangsa ini sesungguhnya tidak kekurangan orang yang pernah berhaji. Bangsa ini lebih membutuhkan orang-orang yang menghadirkan nilai-nilai haji dalam setiap langkah kehidupannya.

    Karena itu, visi “Haji Mabrur Sepanjang Hayat” tidak boleh berhenti sebagai semboyan organisasi. Ia harus menjadi budaya, karakter, dan gerakan nyata yang hidup dalam diri setiap anggota IPHI.

    Pada Hari Lahir Pancasila ini, marilah kita menjadikan refleksi tersebut sebagai bahan muhasabah bersama.

    Sebab pada akhirnya, kemabruran bukan diukur dari berapa kali seseorang pergi ke Mekkah, melainkan dari seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada umat, bangsa, dan negara.

    Dan mungkin itulah jawaban atas pertanyaan Pancasila: IPHI harus membina alumni haji agar kemabruran tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dan memberi manfaat sepanjang hayat bagi Indonesia.

    Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Pancasila Konsensus Agung Pemersatu Bangsa

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin (01/06/2026).

    Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara Indonesia. Kepala Negara mengingatkan bahwa 81 tahun lalu, gagasan besar tentang Pancasila disampaikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno.

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan bahwa Pancasila merupakan sebuah konsensus agung yang memungkinkan bangsa Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda, untuk hidup sebagai satu bangsa.

    Tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini yaitu; “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” dinilai Presiden memiliki makna yang sangat mendalam di tengah berbagai tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian.

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta

    Dalam kesempatan tersebut juga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama dalam pembangunan nasional, termasuk dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen sejarah maupun sekadar slogan yang diucapkan dalam setiap upacara kenegaraan.

    “Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara.” Tegasnya.

    Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berdaulat.

    “Ekonomi Pancasila bukan sekadar konsep, melainkan jalan untuk memastikan kekayaan bangsa benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Spemma Pucang Surabaya Bagikan 721 Paket Daging Qurban pada Idul Adha 1447 Hijriyah

    0

    Surabaya, kartanusa – Momentum merajut kebersamaan di hari Idul Adha 1447 Hijriyah, Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya bagikan 721 paket daging qurban. Paket tersebut berasal dari 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang disembelih di Sekolah.

    Selain itu, 11 ekor kambing lainnya didistribusikan penyembelihannya di 7 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Ngagel; Ngagel Rejo, Bratang, Pucangan, Juwingan, Bagong, Manyar, dan Kalibokor, serta rekanan terdekat.

    Kegiatan penyembelihan diselenggarakan di halaman Spemma Pucang Surabaya pada Rabu (27/05/2026) bertepatan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah, dengan penuh khidmat dan antusias oleh Guru-Karyawan Spemma Pucang Surabaya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Idul Adha 1447 Hijriyah Spemma Pucang Surabaya, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya Idul Adha 1447 Hijriyah.

    Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas supportnya, khususnya para pengqurban yang telah menitipkan amanahnya ke Spemma Pucang Surabaya.

    “Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT atas pelaksanaan kegiatan Qurban SMP Muhammadiyah 5 Surabaya tahun 1447 H/2026 M telah berjalan dengan lancar. Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak, khususnya para pengqurban yang mengamanahkan kepada Spemma Pucang Surabaya, semoga Allah SWT mengganti yang lebih baik, Aamiin.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia berharap ke depannya di Idul Adha 1448 Hijriyah, perolehan hewan qurban bisa bertambah, sehingga bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat di sekitar Spemma Pucang Surabaya.

    “Bismillah tahun depan mendapatkan 5 sampai 6 sapi, dan 20 ekor kambing, Aamiin.” Pungkasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Panitia Idul Adha 1447 Hijriyah Spemma Pucang Surabaya, Ustadz Barriq Faiz Aulia Ihya’u, M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan perolehan dan distribusi hewan qurban, yakni; 4 ekor sapi dan 15 ekor kambing.

    “Alhamdulillah, distribusi dilakukan dengan amanah dan tepat sasaran, dimana 11 ekor kambing didistribusikan ke PRM di lingkup PCM Ngagel. Sedangkan penyembelihan di sekolah meliputi; 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing, dengan total 721 kantong daging berhasil didistribusikan kepada yang berhak menerima.” Ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia atas panitia mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh mudhohhi (pequrban), bapak/ibu guru & karyawan serta semua pihak yang telah membantu proses persiapan, penyembelihan, hingga pendistribusian hewan qurban.

    Tak lupa, lanjut Ustadz Barriq, panggilan akrabnya, kami segenap panitia qurban memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan, pendistribusian, maupun hal-hal lain yang kurang berkenan.

    “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah qurban kita semua dan membalas dengan keberkahan yang berlimpah, Aamiin ya Rabbal ‘aalamin.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Family Gathering Spemma Pucang Surabaya 2026, Upaya Tingkatkan Sense of Belonging

    0

    Yogyakarta, kartanusa – Kegiatan Family Gathering yang diselenggarakan oleh keluarga besar Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya pada tanggal 29-30 Mei 2026 di Yogyakarta merupakan agenda strategis yang memadukan unsur rekreasi (refreshing), mempererat tali silaturahmi dan konsolidasi organisasi.

    Istimewanya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh internal sekolah, tetapi juga dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel dan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Ngagel Surabaya sebagai pihak pemangku kebijakan (persyarikatan).

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., menyampaikan bahwa ada beberapa tujuan utama, yakni; Pertama, Penyegaran Emosional (Charging Spirit) bagi Guru-Karyawan Spemma Pucang Surabaya.

    “Sengaja dilaksanakan di penghujung bulan Mei 2026, menjelang akhir tahun ajaran, karena kegiatan ini berfungsi sebagai sarana relaksasi bagi guru dan karyawan setelah mendampingi siswa dalam berbagai agenda akademik dan ujian sekolah.” Ujarnya.

    Kedua, Mempererat Ukhuwah Keluarga Besar: Melibatkan anggota keluarga (suami, istri, dan anak) dari guru dan karyawan, sehingga tercipta ikatan emosional dan rasa saling memiliki (sense of belonging) yang kuat di luar lingkungan kerja formal.

    “Yang Ketiga, kegiatan ini sebagai media sinergi dan harmonisasi dengan PCM Ngagel. Kehadiran jajaran PCM Ngagel berfungsi sebagai bentuk dukungan nyata (support system) dari pimpinan persyarikatan terhadap kesejahteraan serta soliditas para pejuang pendidikan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).” Tandas Ustadz Misbach, panggilan akrabnya.

    Rangkaian Kegiatan Family Gathering Spemma Pucang Surabaya 

    Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini dikemas dengan konsep yang santai namun tetap sarat akan nilai-nilai kebersamaan:

    • Hari Pertama (Jumat, 29 Mei 2026): Keberangkatan, eksplore tempat wisata dan malam keakraban. Rombongan berangkat dari Surabaya menuju Yogyakarta.
    • Di tengah perjalanan atau setibanya di lokasi, rombongan pria dan PCM tetap menjaga tertib ibadah dengan melaksanakan Shalat Jumat berjamaah. Dilanjutkan dengan makan siang dan eksplore tempat wisata Pitcniq Land.
    • Pada malam hari, diadakan acara formal-santai di restoran tempat makan malam. Agenda diisi dengan makan malam bersama, sambutan motivasi dari Kepala Sekolah Spemma, serta pengarahan/tausiyah dari Ketua PCM Ngagel Surabaya. Sesi ini biasanya dihangatkan dengan pembagian doorprize dan penampilan hiburan spontan dari guru-karyawan.
    • Hari Kedua (Sabtu, 30 Mei 2026): Berenang di Hotel dan Wisata Budaya. Pagi hari diawali dengan olahraga jalan kaki dan berenang yang melibatkan interaksi antara guru, karyawan, anak-anak, dan jajaran pimpinan PCM untuk mencairkan suasana.
    • Eksplorasi Yogyakarta: Agenda dilanjutkan dengan mengunjungi destinasi wisata ikonik atau pusat edukasi/budaya di Yogyakarta (seperti kawasan Malioboro dan pusat oleh-oleh khas Jogja).
    • Kembali ke Surabaya: Sore hari, setelah makan siang dan membeli buah tangan, rombongan bertolak kembali ke Surabaya dengan membawa semangat baru. (Humas/Gus).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri upacara persemayaman dan pelepasan jenazah Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026.

    Presiden memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhum sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasinya kepada bangsa dan negara.

    Semasa hidupnya, almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai salah satu tokoh militer nasional yang telah mengabdikan diri bagi Indonesia, termasuk saat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) 2002 – 2005 dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 – 2019.

    Setelah upacara persemayaman, jenazah almarhum akan dilepas dari Kementerian Pertahanan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Pelepasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir sebelum almarhum dimakamkan secara militer.

    Kehadiran Presiden Prabowo dalam prosesi tersebut menjadi wujud penghormatan negara atas jasa dan pengabdian almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu bagi bangsa dan negara. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Presiden Prabowo Tegaskan Semangat Perkuat Persaudaraan dan Persatuan Bangsa pada Hari Raya Waisak 2570 BE

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak 2570 BE kepada seluruh umat Buddha. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Ahad (31/05/2026).

    Dengan mengusung tema; “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”, Presiden Prabowo Subianto berharap momentum tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam menjalin kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Semangat peringatan Waisak tahun ini yang bertema; Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia, diyakini Presiden dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam menjalin kehidupan berbangsa dan bernegara.” Ujar Presiden Prabowo Subianto dalam video yang ditayangkan pada Puncak Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026, pada Ahad (31/05/2026).

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar karena keberagamannya, namun dipersatukan oleh cita-cita membangun Tanah Air menjadi lebih baik. Presiden pun turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan optimisme di tengah dinamika global.

    Dalam momentum tersebut juga, Kepala Negara menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Raya Waisak memberikan pelajaran berharga serta menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkokoh karakter bangsa.

    “Nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Raya Waisak memberikan pelajaran berharga serta menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkokoh karakter bangsa, sekaligus diharapkan dapat terus menerangi perjalanan pembangunan bangsa.” Pungkasnya.(Humas/Gus).

    Catatan Demokrasi : 1 Juni Kelahiran Siapa? Bung Karno, Pancasila or Piagam Jakarta 

    0

    Catatan Demokrasi : 1 Juni Kelahiran Siapa? Bung Karno, Pancasila or Piagam Jakarta 

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Wakil Sekretaris Gerakan Bela Negara Jawa Timur)

    Pada tanggal 1 Juni, tokoh bangsa Indonesia yang sangat terkenal sekaligus memiliki catatan sejarah yang penuh dinamika dan kontroversi terkait “kelahirannya” adalah Ir. Soekarno, yang sering dipanggil Bung Karno.

    Namun, ada tiga konteks yang berbeda mengenai kata “kelahiran” di tanggal 1 Juni ini: Kelahiran Pancasila, Piagam Jakarta dan Kelahiran fisik Bung Karno sendiri.

    Berikut adalah catatan dari beberapa literatur, yakni:

    Pertama, Kelahiran Pancasila (1 Juni 1945): Secara resmi, 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, yang merujuk pada momen saat Bung Karno menyampaikan pidato pentingnya dalam sidang BPUPKI tahun 1945.

    “Di sinilah konsep dasar negara “Pancasila” pertama kali dikemukakan”

    Kontroversi yang Perlu Pendalaman

    Sejarah penetapan hari lahir ini sempat mengalami perdebatan politik yang panjang, terutama pada masa Orde Baru. Dimana Pemerintah saat itu sempat lebih menonjolkan tanggal 18 Agustus (saat Pancasila disahkan dalam UUD 1945) atau 22 Juni (Piagam Jakarta) untuk mengurangi dominasi peran Bung Karno dalam perumusan Pancasila.

    “Setelah melalui berbagai diskusi sejarah, barulah pada tahun 2016 pemerintah secara resmi menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadikannya hari libur nasional”

    Kedua, Kelahiran Fisik Bung Karno (6 Juni vs Juni Lainnya): Jika konteksnya adalah kelahiran sang tokoh secara fisik, Bung Karno sebenarnya lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya.

    “Namun, urusan tanggal lahir dan tempat lahir beliau pun sempat diselimuti kekeliruan sejarah yang cukup lama”

    • Kontroversi Tempat Lahir: Selama bertahun-tahun (bahkan di buku-buku sekolah zaman dulu), Bung Karno sering disebut lahir di Blitar.

    “Padahal, fakta sejarah yang kuat membuktikan beliau lahir di Jalan Pandean IV No. 40, Peneleh, Surabaya. Blitar adalah tempat makam beliau dan rumah masa kecilnya”

    • Kontroversi Penanggalan: Dalam beberapa catatan masa lalu, sempat ada simpang siur mengenai tanggal persisnya akibat pencatatan masa kolonial dan perubahan penanggalan, meskipun sejarah resmi akhirnya memantapkan tanggal 6 Juni sebagai Putra Sang Fajar.

    “Jadi, jika ditarik benang merahnya, 1 Juni adalah tentang “Lahirnya Pancasila” yang diarsiteki oleh Bung Karno—sebuah momen krusial yang sejarah peringatannya sempat menjadi perdebatan politik yang hangat di Indonesia”

    Inspirasi Kehidupan: Pancasila Hilang Di Mana?

    0

    Inspirasi Kehidupan: Pancasila Hilang Di Mana?

    Oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

    (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

    Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tahun. Semoga peringatan hari kelahiran Pancasila tidak berhenti pada kemegahan upacara dan pidato kata-kata. Sementara agenda terpenting mengenai implementasi nilai-nilai luhur Pancasila terabaikan di dunia nyata.

    “Tuntutan utamanya ialah lahir gerakan politik yang kuat secara kolektif dan tersistem untuk mewujudkan Pancasila dalam berbangsa dan bernegara”

    Pancasila mesti benar-benar dijadikan praktik hidup pribadi, kolektif, dan sistem bernegara. Bagaimana mewujudkan praktik berpolitik yang menggambarkan Pancasila. Yakni politik berbasis musyawarah dan hikmah kebijaksanaan, bukan politik kuasa untuk menang-menangan. Mengelola partai politik mesti menjunjung tinggi nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sebagaimana terkandung dalam lima sila Pancasila.

    Negara membikin lembaga untuk pembinaan ideologi Pancasila. Apakah nilai dasar Pancasila terbukti dilembagakan dalam sistem kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan penyelenggaraan ketatanegaraan secara nyata.

    Melembagakan Pancasila cukup pada pokok-pokok nilai dasarnya yang melahirkan alam pikiran, etika, dan orientasi kebijakan yang adiluhung. Melembagakan nilai Pancasila tidak perlu detail dan diarahkan menjadi pedoman praktis ala Orde Baru.

    Pancasila itu ideologi moderat, dengan seluruh nilai dari lima silanya bersifat tengahan yang tidak ekstrem. Pancasila tidak berwatak sekuler, liberal, dan kapitalistik maupun marxisme dan ideologi ekstrem lainnya.

    Pancasila sejalan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Paham Pancasila moderat dalam memandang agama, tidak anti dan alergi agama. Karenanya pandangan tentang Pancasila maupun paham kebangsaan dan kenegaraan harus tetap moderat, tidak dibawa ke kanan atau ke kiri.

    “Pancasila mesti menjadi nilai dasar membangun Indonesia”

    Refleksikan apakah arah dan kebijakan pemerintahan Negara Republik Indonesia saat ini benar-benar sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Apakah berbagai perundang-undangan, peraturan, dan cara mengelola pemerintahan berbanding lurus dengan Pancasila.

    Jangan sampai berbagai produk perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan strategis negara lebih berkiblat pada kepentingan-kepentingan tertentu yang tidak sejalan dengan hajat hidup orang banyak dan nilai luhur Pancasila.

    Pancasila penting dibumikan ke dunia nyata Indonesia. Indonesia masih memiliki masalah-masalah serius yang bersifat struktural. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, eksploitasi sumber daya alam, kesenjangan sosial, premanisme, dan praktik oligarki masih menjadi problem serius di negeri tercinta.

    Apakah ada kebijakan-kebijakan signifikan untuk memecahkan masalah-masalah krusial itu secara masif dan sistematik dari pusat sampai daerah?

    “Agenda utama yang diperlukan saat ini ialah implementasi Pancasila secara serius dan sistemik dalam seluruh perikehidupan berbangsa-bernegara. Kuncinya terletak pada komitmen dan ikhtiar optimal seluruh aktor pelaksana Pancasila yakni para pejabat dan seluruh elite negeri yang mengawal Republik ini”

    Pola pikir dan praktik hidup para penyelenggara pemerintahan negara maupun elite dan warga bangsa penting dicek-list apakah sudah sejalan dan mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila? Jangan anomali, jauh panggang dari api.

    Apakah generasi milenial, generasi-Z, dan generasi Alfa di negeri tercinta mengetahui dan memahami Pancasila? Generasi belia Indonesia biasanya menuntut bukti dan keteladanan, bagaimana nilai-nilai luhur Pancasila itu benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan nyata.

    Mereka perlu role-model dari seluruh pejabat, elite politik, dan tokoh bangsa sebagai guru bangsa yang benar-benar dapat digugu dan ditiru. Bagaimana berbangsa dan bernegara dengan benar, baik, dan penuh keluhuran yang membawa Indonesia makin maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat sarat makna.

    Jika nilai dari setiap sila Pancasila sudah benar-benar diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan pribadi, kolektif, dan penyelenggaraan bernegara maka Pancasila itu berarti hadir di Negara Indonesia tercinta.

    “Jangan sampai wujud Pancasila itu ada seperti tiada. Kaya kata-kata tapi miskin praktik nyata. Sebab, jika Pancasila tidak terwujud dalam kehidupan nyata berbangsa dan bernegara, maka sejatinya ia hilang dari bumi Indonesia!”

    Satgas TNI Konga XXIII-T Siap Lanjutkan Misi Perdamaian Dunia

    0

    Lebanon, kartanusa – Di tengah meningkatnya eskalasi situasi keamanan di wilayah Lebanon Selatan, Satgas TNI Kontingen Garuda XXIII-S secara resmi melaksanakan tradisi Serah Terima Komandan kepada Satgas TNI Konga XXIII-T UNIFIL bertempat di Markas INDOBATT UNP 7-1, Lebanon Selatan. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Kostrad TNI Angkatan Darat pada Kamis (28/05/2026).

    Tradisi militer yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, dimana korps tersebut menandai peralihan kepemimpinan dari Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, S.I.P., M.H.I. kepada Kolonel Inf Roliyanto, S.I.P., M.I.P. sebagai Komandan Satgas TNI Konga XXIII-T UNIFIL yang baru.

    Kegiatan serah terima dilaksanakan dalam suasana penuh kehormatan sebagai simbol kesinambungan tugas dan tanggung jawab pasukan penjaga perdamaian Indonesia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

    Satgas TNI Kontingen Garuda XXIII-S secara resmi melaksanakan tradisi Serah Terima Komandan kepada Satgas TNI Konga XXIII-T UNIFIL bertempat di Markas INDOBATT UNP 7-1, Lebanon Selatan

    Momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen TNI dalam menjaga profesionalisme serta keberlanjutan misi perdamaian dunia di wilayah operasi yang saat ini menghadapi dinamika keamanan cukup kompleks.

    “Kami Ucapkan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh prajurit Satgas TNI Konga XXIII-S yg telah memberikan dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama menjalankan mandat perdamaian PBB di Lebanon Selatan.” Ujar Dansatgas Kolonel Inf Roliyanto, S.I.P.,M.I.P.

    Lebih lanjut, Dansatgas Kolonel Inf Roliyanto, S.I.P.,M.I.P., juga berharap Satgas TNI Konga XXIII-T dapat melanjutkan tugas dan tanggung jawab sebagai pasukan penjaga perdamaian yang baru dengan tetap mengedepankan profesionalisme, kewaspadaan, serta semangat soliditas di tengah meningkatnya eskalasi situasi di daerah misi.

    Kehadiran Satgas TNI di bawah bendera PBB terus menjadi representasi komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia sebagaimana amanat Konstitusi, sekaligus memperkuat citra prajurit TNI sebagai pasukan profesional, humanis, dan disegani di tingkat internasional. From Indonesia for world peace, garuda prima. (Humas/Gus).

    Melati Muda Cup Jadi Ajang Silaturahmi dan Pengembangan Bakat Kader Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo

    0

    Sidoarjo, kartanusa – Keaktifan generasi muda dalam organisasi memiliki peranan penting dalam membentuk karakter kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan jiwa sosial di tengah masyarakat. Organisasi juga menjadi ruang pembinaan bagi anak muda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat nilai persaudaraan.

    Semangat tersebut terus diwujudkan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sidoarjo melalui berbagai kegiatan positif dalam rangka Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah.

    Sebagai bagian dari rangkaian peringatan milad, PDPM Sidoarjo menggelar sejumlah agenda yang melibatkan kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh cabang di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah antar kader dan meningkatkan semangat berorganisasi di kalangan pemuda.

    Agenda pertama diawali dengan Pengajian Ahad Pagi pada Ahad (17/05/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Najih Prasetiyo, S.H., M.H., Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, yang memberikan tausiyah dan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya peran pemuda dalam dakwah dan pembangunan organisasi.

    Selanjutnya, PDPM Sidoarjo melaksanakan agenda kedua bertajuk; “Melati Muda Cup”, sebuah turnamen olahraga futsal dan badminton antar Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan berlangsung pada Sabtu–Ahad, 30–31 Mei 2026, di Smamda Sport Centre, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo.

    Turnamen ini diikuti oleh seluruh perwakilan Pemuda Muhammadiyah tingkat cabang se-Kabupaten Sidoarjo. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat sportivitas dan kebersamaan antar kader muda Muhammadiyah.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Faisal Azami, S.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan olahraga seperti ini menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat hubungan antar kader di luar aktivitas dakwah dan organisasi formal.

    “Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi media untuk merekatkan ukhuwah antar PCPM se-Sidoarjo. Tidak hanya bergerak bersama dalam dakwah, tetapi juga membangun kebersamaan melalui kegiatan olahraga agar hubungan antar kader semakin hangat dan solid.” Ungkapnya.

    Sementara itu, Ahmad Alfarizi, M.Pd., yang merupakan Ketua PDPM Sidoarjo, menjelaskan bahwa Melati Muda Cup juga menjadi wadah penjaringan potensi kader di bidang olahraga, khususnya futsal dan badminton. Menurutnya, kader-kader terbaik nantinya akan dipersiapkan sebagai delegasi PDPM Sidoarjo pada ajang tingkat wilayah Provinsi Jawa Timur.

    “Ajang ini menjadi kesempatan untuk melihat potensi kader-kader Pemuda Muhammadiyah di tingkat cabang. Ke depan, mereka akan dipersiapkan untuk mewakili PDPM Sidoarjo pada kompetisi tingkat wilayah. Tahun lalu, PDPM Sidoarjo berhasil meraih Juara III dalam Melati Muda Cup yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.” Tuturnya.

    Melalui rangkaian kegiatan Milad ke-94 ini, PDPM Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang aktif, berprestasi, dan memiliki solidaritas yang kuat.

    Semangat berorganisasi di kalangan anak muda menjadi modal penting untuk melahirkan kader-kader yang tidak hanya unggul dalam dakwah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas. (Bayu Firdaus).