spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 16

    Tingkatkan Profesionalisme, LKSA PDM Kabupaten Madiun Ikuti Upgrading AUMSOS MPKS PWM Jawa Timur

    0

    Surabaya, kartanusa – Sebagai upaya peningkatan kapasitas dan peneguhan pengelolaan lembaga kesejahteraan sosial di lingkungan Muhammadiyah, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Kabupaten Madiun turut berpartisipasi dalam kegiatan Upgrading Pengelolaan Amal Usaha Sosial Muhammadiyah (AUMSOS).

    Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada tanggal 15–17 Mei 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur.

    Dalam kegiatan tersebut, MPKS PDM Kabupaten Madiun mengirimkan tiga orang peserta sebagai representasi daerah dalam Penguatan Tata Kelola Amal Usaha Sosial Muhammadiyah (AUMSOS); dua orang dari LKSA Muhammadiyah Kabupaten Madiun, sedangkan satu orang peserta berasal dari MPKS PDM Kabupaten Madiun.

    Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen PDM Kabupaten Madiun dalam meningkatkan profesionalisme, kapasitas kelembagaan, serta kualitas pelayanan sosial yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan pengelola Amal Usaha Sosial Muhammadiyah (AUMSOS) dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Timur ini menjadi forum strategis dalam memperkuat manajemen kelembagaan, tata kelola pelayanan sosial, serta konsolidasi gerakan sosial Muhammadiyah agar semakin profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.

    Hadir memberikan sambutan, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ustadz M. Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa Amal Usaha Sosial Muhammadiyah harus terus berkembang menjadi lembaga pelayanan umat yang unggul, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

    Dalam sambutannya, Ustadz M. Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan sosial yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

    “Amal Usaha Sosial Muhammadiyah harus menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang dikelola secara profesional, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Spirit pelayanan sosial adalah bagian dari dakwah Muhammadiyah untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.” Ujarnya.

    Kegiatan Upgrading ini secara resmi dibuka oleh Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya transformasi pengelolaan lembaga sosial Muhammadiyah agar semakin modern, responsif, dan berorientasi pada keberlanjutan pelayanan.

    Menurut Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen tersebut, tantangan sosial saat ini membutuhkan tata kelola lembaga yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta kemampuan membangun jejaring kolaborasi yang luas.

    “Muhammadiyah memiliki tradisi panjang dalam pelayanan sosial. Karena itu, pengelolaan Amal Usaha Sosial harus terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas, inovasi, dan tata kelola yang profesional agar mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.” Tegasnya.

    Senada, Ketua MPKS PWM Jawa Timur, Ustadz Muhammad Himawan Sutanto, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pelayanan sosial Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan di Jawa Timur.

    Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi manajerial, tetapi juga memperteguh komitmen ideologis dan kemanusiaan dalam mengelola Amal Usaha Sosial Muhammadiyah.

    Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis terkait tata kelola lembaga sosial, penguatan kelembagaan, manajemen pelayanan sosial, pengembangan jejaring, hingga strategi inovasi layanan sosial berbasis kebutuhan masyarakat.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi gerakan sosial Muhammadiyah untuk terus menghadirkan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial masyarakat.

    Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Muhammadiyah Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor gerakan sosial yang mencerahkan dan memberdayakan umat menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. (Alif).

    Presiden Prabowo Subianto Terima Delegasi Hisense dan Saksikan MoU dengan Danantara

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Jum’at, 15 Mei 2026.

    Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi dan kemitraan strategis antara Indonesia dengan pelaku industri global.

    “Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense. MoU tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama di bidang teknologi.” Ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya.

    Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, serta Chairman Hisense Group Jia Shaoqian, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo bersama sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih.

     

    Presiden Prabowo turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense

    Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil (ESDM) Lahadalia, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan (Menahan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pertanian Sudarsono.

    “Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Presiden Prabowo menyambut baik minat Hisense untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, peningkatan investasi, serta penguatan ekosistem industri dalam negeri.” Ungkapnya.

    Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menarik investasi berkualitas, mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing Indonesia di sektor industri strategis.

    Melalui penandatanganan MoU tersebut, Indonesia dan Hisense menegaskan komitmen awal untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang. (Humas/Gus).

    Catatan Sejarah Nusantara: Pulau Dewata Bali yang Selalu di Hati

    0

    Catatan Sejarah Nusantara: Pulau Dewata Bali yang Selalu di Hati

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Guru Ismuba SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Bela Negara Jawa Timur)

    Catatan Spemma goes to Bali bersama siswa Spemma Pucang Surabaya (14-17/05/2026). Bali merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang dikenal di seluruh dunia sebagai destinasi wisata utama.

    Pulau yang selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing yang tiada bosannya berkunjung. Berikut adalah keunikan dari Bali dari beberapa literatur, yakni:

    Pertama, Julukan Pulau Dewata: Bali mendapat julukan Pulau Dewata karena kentalnya pengaruh agama Hindu Dharma dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

    “Ribuan pura (kuil) tersebar di seluruh pulau, mulai dari tepi pantai hingga puncak gunung”

    Kedua, Budaya dan Seni yang Hidup: Budaya Bali sangat unik karena tetap lestari di tengah arus modernisasi. Beberapa elemen ikonik meliputi:

    • Tari Tradisional: Seperti Tari Kecak, Barong, dan Legong.
    • Upacara Adat: Upacara pembakaran jenazah (Ngaben) dan Hari Raya Nyepi (hari keheningan total).
    • Seni Kriya: Ukiran kayu, lukisan khas Ubud, serta kerajinan perak.

    Ketiga, Bentang Alam yang Beragam: Secara geografis, Bali menawarkan variasi lanskap yang menakjubkan:

    • Pantai: Mulai dari pasir putih di wilayah selatan (Kuta, Nusa Dua) hingga pasir hitam vulkanik di wilayah utara dan timur.
    • Pegunungan: Gunung Agung merupakan titik tertinggi dan dianggap suci, serta Gunung Batur yang memiliki kaldera indah.
    • Pertanian: Terasering sawah di Jatiluwih dan Tegalalang yang menggunakan sistem irigasi tradisional Subak (diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO).

    Keempat, Pusat Ekonomi dan Pariwisata: Pariwisata adalah sektor penggerak utama ekonomi Bali. Selain wisata alam dan budaya, Bali juga menjadi pusat bagi digital nomads, kuliner internasional, serta penyelenggaraan acara-acara tingkat dunia (MICE).

    Laporan Khusus Haji : 395 Kloter, 152.724 Jemaah dan 1.577 Petugas telah Diberangkatkan ke Arab Saudi

    0

    Jakarta, kartanusa – Dilansir dari laman resmi media sosial Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia (RI) telah dilaporkan bahwa update hari ke-24 Operasional Haji 2026 M/1447 H, hingga tanggal 14 Mei 2026, sebanyak 395 kloter dengan 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

    “Sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah telah tiba di Makkah, sementara 120 kloter dengan 45.914 jemaah tiba melalui Jeddah pada gelombang kedua.” Ujar Maria Assegaff Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh RI.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa menjelang fase Armuzna, Kemenhaj Republik Indonesia mengimbau jemaah untuk mulai mengatur aktivitas, menjaga stamina, dan membatasi kegiatan yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat puncak haji.

    “PPIH Arab Saudi juga terus mematangkan kesiapan layanan Armuzna, mulai dari tenda, transportasi, hingga mitigasi pergerakan jemaah.” Pungkasnya.

    Armuzna adalah singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ketiga lokasi ini merupakan titik pusat pelaksanaan rangkaian ibadah puncak dan wajib dalam ibadah haji, yang biasanya berlangsung sekitar 6 hari (tanggal 8 hingga 13 Zulhijah) dan membutuhkan ketahanan fisik serta mental yang tinggi.

    Berikut adalah rincian tahapan ibadah di kawasan Armuzna:

    • Arafah: Lokasi wukuf (berdiam diri dan berdoa) yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, dari tergelincir matahari hingga terbenamnya matahari.
    • Muzdalifah: Lokasi mabit (bermalam) dan mengumpulkan batu kerikil untuk persiapan melempar jumrah, yang dilakukan setelah jemaah bertolak dari Arafah pada malam tanggal 10 Zulhijah (menjelang fajar).
    • Mina: Lokasi mabit dan pelaksanaan ibadah melempar jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) selama beberapa hari (tanggal 10, 11, 12, hingga 13 Zulhijah). (Humas/Gus).

    Yonarmed 12 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Minuman di Perbatasan RI–RDTL

    0

    Belu, kartanusa – Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad TNI Angkatan Darat kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan RI–RDTL. Kali ini, sebanyak 50 krat minuman berpemanis berhasil diamankan saat hendak diselundupkan melalui jalur laut di wilayah Motaain, Kabupaten Belu. Dilansir dari laman resmi media sosial Kostrad TNI Angkatan Darat pada Kamis (14/05/2026).

    Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di kawasan pesisir perbatasan. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad bersama tim gabungan langsung melaksanakan patroli dan penyisiran di sekitar lokasi yang dicurigai menjadi jalur penyelundupan.

    Dari hasil patroli, petugas menemukan tumpukan barang yang disembunyikan di area pesisir pantai. Setelah dilakukan pemeriksaan, barang tersebut diketahui berupa 50 krat minuman berpemanis yang diduga akan diseberangkan secara ilegal ke wilayah Timor Leste melalui jalur laut.

    Seluruh barang bukti kemudian diamankan guna proses lebih lanjut untuk mencegah kerugian negara serta menekan aktivitas pelanggaran lintas batas.

    Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menegaskan bahwa pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya jalur laut, akan terus diperketat guna mencegah berbagai aktivitas ilegal.

    “Wilayah laut menjadi salah satu fokus pengamanan kami. Satgas akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan bersama unsur terkait guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran lintas batas demi menjaga keamanan dan kedaulatan negara.” Tegasnya. (Humas/Gus).

    Pelantikan ASLAMA PTMA: Perkuat Tata Kelola Asrama sebagai Pusat Pengkaderan dan Pengembangan Softskill Mahasiswa

    0

    Surabaya, kartanusa – ‎Asosiasi Pengelola Asrama Perguruan (ASLAMA) Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) resmi melaksanakan pelantikan Pengurus Periode 2026-2028 dalam rangkaian kegiatan nasional dengan mengusung tema; “Penguatan Tata Kelola Asrama sebagai Pusat Pengkaderan dan Softskill Mahasiswa.”

    Kegiatan ini diselenggarakan pada Jum’at-Sabtu, tanggal 15–16 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dan dihadiri oleh para pengelola asrama PTMA dari berbagai wilayah di Indonesia.

    ‎Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar pengelola asrama PTMA guna meningkatkan kualitas tata kelola asrama mahasiswa yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat pengkaderan, pembinaan karakter, penguatan ideologi Muhammadiyah, serta pengembangan softskill mahasiswa.

    ‎Dalam sambutannya, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. menegaskan pentingnya PTMA, khususnya pengelolaan asrama mahasiswa, untuk belajar dari kemajuan negara-negara yang mampu membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan kemandirian, salah satunya Iran.

    Menurutnya, Iran dapat berkembang di tengah berbagai keterbatasan karena memiliki semangat kuat dalam penguasaan sains, teknologi, riset, serta pendidikan karakter generasi mudanya.

    “Oleh sebab itu, asrama mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pusat lahirnya kader intelektual muslim yang tidak hanya kuat secara aqidah dan akhlak, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, riset, kepemimpinan, dan inovasi sehingga mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai kemuhammadiyahan.” Ungkapnya.

    ‎Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Muamaroh, Ph.D., selaku Ketua Terpilih menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan asrama mahasiswa saat ini semakin kompleks karena menghadapi dinamika generasi muda yang unik dan terus berkembang. Menurutnya, Asosiasi Pengelola Asrama PTMA hadir tidak hanya untuk memperkuat tata kelola asrama, tetapi juga sebagai sarana pembangunan aqidah, akhlak, dan pembentukan karakter mahasiswa.

    Ia juga menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa penguatan spiritualitas dan nilai-nilai keislaman, sehingga kaderisasi di asrama harus menjadi proses pembinaan yang melahirkan generasi berkemajuan dan berdaya saing global.

    “Kaderisasi di asrama harus menjadi proses pembinaan yang melahirkan generasi berkemajuan, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan Islam (leadership muslim) yang mampu menjadi teladan dan penggerak perubahan di tengah tantangan globalisasi.” Tegasnya.

    ‎Dalam forum tersebut, terpilih jajaran pengurus inti ASLAMA PTMA Periode 2026-2028 sebagai berikut:

    1. ‎Ketua: Muamaroh, Ph.D., (UM Surakarta).
    2. ‎Wakil Ketua I: Dr. Muhammad Ali Bakri, M.Pd., (UM Makassar).
    3. ‎Wakil Ketua II :Mahfud Khoirul Amin, S.IP., M.A., (UM Yogyakarta).
    4. ‎Wakil Ketua III: Bruri Abdussalam, Lc., M.A., ‎(UM Purwokerto).
    5. ‎Sekertaris: Budi Jaya Putra, S.Th.I.,M.H.,‎(UAD).
    6. ‎Wakil Sekretaris: Diyan Faturahman, S.Ag., M.Pd. (UAD).
    7. ‎Bendahara: Dwi Wahyuning Indah F., S.H.I., LL.M., (UNISA Yogyakarta).
    8. ‎Wakil Bendahara: Arifah Nur Hidayati, S.E., (UAD).

    ‎Bidang I Pengembangan Kurikulum

    1. ‎Ketua: Arif Pramana Aji, M.Pd., ‎(UNIMUDA Sorong).
    2. ‎Anggota: Dr. Zainal Muttaqin,M.Pd.I.,‎(UM Tasikmalaya).
    3. ‎Arif Ganda Nugroho, M.Pd.,‎ (UM Banjarmasin).
    4. ‎Suwandi, S.Pd., M.Pd., (POLTEKKES Aisyiyah Banten).
    5. ‎Dr. Heni Ani Nuraeni, MA., (UHAMKA).
    6. ‎Novan Hardiyanto, S.Pd.I., M.M., ‎(UM CIREBON).
    7. ‎Dr. Dandi Sunardi, M.Kom., ‎(UM Bengkulu).
    8. ‎Dr. Kamaludin, S.S., M.M., ‎(UM Sorong).
    9. ‎M. Aziz Husnarrijal, S.Th.I., M.Pd., (UM CIREBON).
    10. ‎Ahmad Arfian Hafis, S.Ag., ‎(UM Surakarta).

    ‎Bidang II Pengembangan Kerjasama, Jaringan dan Publikasi

    1. ‎Ketua: Dr. Supardi, S.E., M.Kes., ‎(UM Kudus).
    2. ‎Anggota: Dr. Thoat Stiawan, M.H.I.,(UMSURA).
    3. ‎Mustofa Ahyar, M.Pd., (UAD).
    4. ‎Dr. Fal. Arovah Windiani, S.H., M.H., ‎(UM Jakarta).
    5. ‎Dr. Suyanto, S.Pd.I, M.Pd.I., (UM PKU Surakarta).
    6. ‎Dr. dr. Atthariq, MPH., (UM Jakarta).
    7. Sri Musfiroh, S.Si.T., M.Kes., ‎(UMMADA Cirebon).
    8. ‎Dr. Muhammad Anwar (UNISA Bandung).
    9. ‎Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd.‎

    ‎Bidang III‎ Pengembangan Pelatihan dan Kaderisasi

    1. ‎Ketua‎: Sitti Chaerani Djaya, S.Sos., M.Pd., (UM Makassar).
    2. ‎Anggota‎: Irfatul Hidayah, S.Ag., M.Ag., M.A., (UNISA Jogja).
    3. ‎Siti Shofiyatun, M.Pd., ‎(UM PKU Surakarta).
    4. ‎Dr. Siti Aminah, M.Si., ‎(UM Semarang).
    5. ‎Rokhmani, M.Pd. ‎(UHAMKA).
    6. ‎Talqis Nurdianto, Lc., MA., Ph.D. ‎(UM Yogyakarta).
    7. ‎Dr. Mujazin ‎(UM Surakarta).
    8. ‎Muhlizardy, S.Kep., MARS (UNISA SURAKARTA).
    9. ‎Dr. Nurul Abidin (UM PONOROGO).

    ‎Melalui kepengurusan baru ini, Asosiasi Pengelola Asrama PTMA diharapkan mampu menjadi wadah kolaboratif dalam memperkuat tata kelola asrama mahasiswa di lingkungan PTMA sekaligus menjadikan asrama sebagai pusat pengembangan kader persyarikatan dan softskill mahasiswa yang berkemajuan. (Salman Jr).

    Melihat Aspek Hukum Perdata dalam Kasus Kekerasan Seksual oleh Tokoh Agama

    0

    Melihat Aspek Hukum Perdata dalam Kasus Kekerasan Seksual oleh Tokoh Agama

    Oleh Anita Prawardani, S.H., M.Hum.

    Dosen Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) sekarang Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT)

    Pada sekitar akhir April 2026 kita dikejutkan dengan terkuaknya berita tentang kekerasan seksual yang kembali terjadi di lingkungan pondok pesantren. Kali ini terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo yang berada di Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah.

    Perbuatan tidak bermoral ini dilakukan sendiri oleh pengasuh Pondok Pesantren bernama Ashari (AS). Kasus ini menjadi ramai setelah laporan adanya penggerebekan pondok pesantren oleh warga karena merasa lambat penanganan yang sempat mandek 2 tahun sejak laporan pertama pada tahun 2024 dengan aduan yang sama.

    Pada saat itu laporan diawali adanya pengakuan korban yang mengalami trauma akibat perbuatan pelaku yang diduga telah dilakukan selama beberapa waktu sebelumnya.

    Seiring perkembangan proses hukum diperoleh informasi bahwa jumlah korban kekerasan seksual di Pondok Pesantren mencapai 50 orang santriwati yang mayoritas anak dibawah umur dengan kisaran usia dibawah 16 tahun.

    Modus yang digunakan oleh AS adalah dengan cara mendoktrin para korban bahwa santriwati harus patuh terhadap perintah kyai dengan dalih mengikuti ajaran ilmu agama (thoriqoh) dan guna untuk menyembuhkan penyakit hati yang dimiliki oleh santriwati.

    Kasus kekerasan seksual di lembaga keagamaan khususnya pondok pesantren menunjukkan bahwa bahaya terbesar bukan hanya terletak pada pelakunya melainkan pada sistemnya yang tertutup sehingga santri/santriwati yang berada didalamnya dituntut untuk patuh dengan doktrin agama yang tumbuh didalamnya dan tidak berani berbicara tentang apa saja yang mereka alami karena takut dianggap melawan agama, melawan guru atau mencemarkan kehormatan lembaga, dalam kondisi seperti inilah unsur keagamaan berubah menjadi unsur kekuasaan.

    Selain itu, lemahnya pengawasan eksternal dari pemerintah juga belum optimal karena masih banyak ponpes yang belum menerapkan standar operasional dengan baik misalnya belum menerapkan mekanisme perlindungan anak, belum memiliki layanan pengaduan serta kurangnya pendampingan dari instansi terkait.

    Dari perspektif hukum sendiri, kasus kekerasan seksual tidak hanya berkaitan dengan hukum pidana saja, melainkan dapat dikaji juga melalui hukum perdata terutama terkait perlindungan hak korban dan tuntutan ganti rugi atas kerugian yang dialami.

    Didalam hukum perdata, kekerasan seksual dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum yang didasarkan pada pasal 1365 KUHPerdata yang menyatakan bahwa tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu mengganti kerugian tersebut.

    Kerugian yang dimaksud disini adalah kerugian yang dialami oleh para korban berupa kerugian fisik yang bisa meminta ganti rugi berupa biaya pengobatan, kerugian psikologis karena para korban pasti mengalami trauma atas apa yang mereka alami sehingga membutuhkan biaya untuk melakukan terapi psikologis serta kerugian kehilangan pendidikan karena dikhawatirkan rasa trauma yang ada akan membuat mereka enggan untuk kembali menimba ilmu di pondok pesantren.

    Sehingga apabila kasus kekerasan seksual ini telah masuk ke ranah perdata, maka hakim dapat memerintahkan pelaku untuk membayar kompensasi ke masing-masing korban sesuai dengan kerugian yang dialami. Selain termasuk didalam perbuatan melawan hukum pasal 1365 KUHPerdata, korban kekerasan seksual juga dapat menuntut beberapa hal sebagai berikut:

    Pertama, Ganti rugi immateriil yang berupa; penderitaan emosional, kehilangan rasa aman serta kerusakan nama baik yang akan dinilai oleh hakim berdasarkan tingkat penderitaan yang dialami korban.

    Kedua, Tanggungjawab lembaga terkait, dimana korban dapat menuntut bahwa lembaga lalai dalam melakukan pengawasan serta tidak menyediakan perlindungan hukum sehingga kasus ini menjadi tertutup dan dan tetap berlangsung.

    Ketiga, Meminta perlindungan hak korban berupa; biaya pemulihan, kompensasi, perlindungan identitas dan rehabilitasi psikologis.

    Keempat, Unsur penyalahgunaan kekuasaan dimana didalam suatu lembaga pasti terdapat susunan kepengurusan yang memiliki tanggungjawab masing-masing yang diharapkan dapat berjalan sebagaimana mestinya sehingga dapat mencegah suatu tindak pidana tertentu.

    Kelima, Terjadinya wanprestasi dimana lembaga sudah memberikan jaminan perlindungan keamanan, kenyamanan serta pendidikan keagamaan yang layak kepada santri/santriwati akan tetapi gagal dalam memenuhi jaminan tersebut.

    Dampak dari kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo ini, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku telah mendalami kasus ini dengan melakukan verifikasi faktual dan kroscek langsung ke lingkungan pondok pesantren.

    Pada tanggal 4 Mei 2026, beliau mengajukan rekomendasi untuk mencabut izin operasional pondok pesantren yang kemudian resmi disetujui pencabutan izinnya satu hari kemudian di tanggal 5 Mei 2026.

    Selanjutnya, Kementerian Agama Kabupaten Pati juga telah memulangkan seluruh santri yang berada di Ponpes Ndholo Kusumo sebanyak 252 santri/santriwati yang terdaftar baik dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA).

    Komandan Pasmar 2 Hadiri Panen Raya Kedelai Program Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026

    0
    Oplus_16908288

    Nganjuk, kartanusa – Dispen Kormar TNI Angkatan Laut Nganjuk, Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto menghadiri kegiatan Panen Raya Kedelai Program Ketahanan Pangan TNI AL tahun 2026 di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada Kamis (14/05/2026).

    Panen raya kedelai ini merupakan bentuk nyata sinergi TNI Angkatan Laut bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

    Panen raya ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi kedelai domestik guna mengurangi ketergantungan impor melalui berbagai strategi, di antaranya penggunaan varietas unggul, peningkatan teknologi pertanian, pendampingan petani, pengamanan pasca panen hingga stabilisasi harga.

    Program ketahanan pangan yang dijalankan TNI AL melalui pemberdayaan wilayah pertahanan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

    Hadir dalam kegiatan panen raya Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra Siti Hediati Soeharto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk.

    Dalam sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa program ketahanan pangan kedelai harus dilaksanakan secara bertahap, terukur dan masif melalui perluasan lahan tanam, penggunaan benih unggul, peningkatan produktivitas, perbaikan sistem irigasi serta jaminan penyerapan hasil panen yang menguntungkan petani. Panglima TNI juga berharap kegiatan panen raya tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi model gerakan nyata.

    “Kegiatan panen raya tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi model gerakan nyata yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.” Tegas Panglima TNI.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI, petani dan seluruh stakeholder menjadi kunci utama menuju swasembada pangan nasional.

    “Kolaborasi antara pemerintah, TNI, petani dan seluruh stakeholder menjadi kunci utama menuju swasembada pangan nasional, termasuk swasembada kedelai.” Tandasnya. (Humas/Gus).

    Tingkatkan Kolaborasi dan Sinergi Kemajuan Pendidikan, MGMP PAI SMP Provinsi Jatim Gelar Studi Tiru di MGMP Provinsi Jateng

    0

    Semarang, kartanusa – Dalam rangka membangun kolaborasi dan sinergi demi kemajuan pendidikan agama Islam di Indonesia Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Provinsi Jatim ke MGMP PAI SMP Provinsi Jateng di pusat Kota Semarang pada Kamis (14/05/2026).

    Rombongan MGMP PAI SMP Jatim dipimpin langsung oleh Ustadz Muhamad Jemadi, MA., dan disambut langsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan oleh Ketua MGMP PAI Jawa Tengah, Ustadz Syaekhudin, M.Pd., yang didampingi oleh jajaran masing-masing.

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Muhammad Jemadi, Ketua MGMP PAI SMP Provinsi Jatim menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya silaturrahim tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat dan kekeluargaan terhadap rombongannya.

    “Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan penuh kekeluargaan yang diberikan kepada kami. Kehadiran kami dalam kegiatan ini bukan hanya untuk menjalin silaturrahim, tetapi juga untuk membangun kolaborasi dan sinergi demi kemajuan pendidikan agama Islam di Indonesia.” Ujar Ustadz Jemadi, panggilan akrabnya.

    Ia kemudian melanjutkan sambutannya dengan sebuah parikan; Pergi ke taman memetik melati, harum semerbak di pagi hari. Silaturrahim menguatkan hati, kolaborasi menyemangati GPAI.

    “Kami menyadari bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dibangun sendiri-sendiri. Dibutuhkan ruang berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan saling belajar antar daerah.” Ungkapnya.

    Oleh karena itu, lanjutnya Ustadz Jemadi, studi tiru ini menjadi momentum yang sangat berharga untuk melihat praktik-praktik baik dalam pengelolaan MAPSI dan penguatan peran MGMP PAI SMP Jawa Tengah yang selama ini dikenal aktif, inovatif, dan inspiratif.

    “Kami berharap melalui pertemuan ini akan lahir kerja sama yang produktif, baik dalam pengembangan kompetensi guru, pembinaan karakter murid, peningkatan kegiatan keagamaan, maupun penguatan prestasi siswa dalam MAPSI atau AKSI.” Tandas Ustadz Jemadi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini.

    Ustadz Jemadi kemudian menyampaikan parikan yang kedua untuk menambah semangat dan kebersamaan; Burung merpati terbang melayang, hinggap sejenak di pohon randu. Bila guru saling bergandeng tangan, PAI maju dan bermutu.

    Di akhir sambutannya, Ustadz Jemadi menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, guru PAI memiliki tanggung jawab besar bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai, akhlak, moderasi, dan keteladanan kepada generasi muda.

    “Karena itu, kolaborasi antar guru, antar daerah, dan antar lembaga menjadi kebutuhan yang sangat penting.” Katanya.

    Ia juga menyampaikan harapannya semoga pertemuan ini membawa manfaat, memperluas wawasan, mempererat ukhuwah, dan melahirkan program-program bersama yang berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Agama Islam.

    Ustadz Jemadi menutup sambutannya dengan parikan penutup; Naik perahu di pagi cerah, air tenang berkilau indah. Mari bersama kita melangkah, membangun generasi cerdas berakhlak mulia.

    “Demikian sambutan yang dapat kami sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dan kekhilafan.” Pungkasnya. (Humas/U-Je).

    Profil Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD (UMJT): Mata Kuliah Pembelajaran, Keunggulan dan Prospek Karir

    0

    Madiun, kartanusa – Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang sudah berubah nama menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) mengelola 13 program studi (prodi). Salah satu diantaranya adalah Program Studi Ilmu Aktuaria yang berada dalam naungan Fakultas Informatika, Teknologi dan Sains (FITS). Dalam rilisnya Kamis (14/05/2026).

    Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD (UMJT) memiliki visi menjadi program studi yang unggul dalam pengembangan ilmu Aktuaria dengan dasar riset dan teknologi informasi. Ciri khas Prodi Ilmu Aktuaria yang mengintegrasikan analisis data berbasis kearifan lokal, transformasi digital, serta prinsip ekonomi hijau.

    Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi Ilmu Aktuaria UMMAD, Lenny Puspita Dewi, M.Pd., menjelaskan, ditengah tranformasi dunia keuangan, Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD hadir dengan pendekatan unik yaitu mengintegrasikan analisis data berbasis kearifan lokal, dengan teknologi digital serta prinsip ekonomi hijau.

    “Kami tidak hanya mencetak ahli risiko, tetapi juga generasi profesional yang mampu membaca data, memahami konteks lokal, dan merancang solusi keuangan yang berkelanjutan.” Tandas Lenny Puspita Dewi.

    Materi Pembelajaran

    Lenny Puspita Dewi menerangkan, mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD (UMJT) mempelajari kombinasi ilmu matematika, statistika, dan keuangan untuk menganalisis serta mengelola risiko.

    “Ada mata kuliah wajib universitas, mata kuliah wajib Prodi dan mata kuliah pilihan dengan jumlah Sistem Kredit Semester sebanyak 145 SKS dengan proporsi 106 teori dan 39 praktik.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mata kuliah wajib universitas adalah Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Pancasila, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, kewirausahaan.

    Ia juga mengungkapkan bahwa mata kuliah wajib prodi antara lain Kalkulus I, Aktuaria, Teori Peluang, Komputasi Aktuaria, Financial Technology, Permodelan Aktuaria dan Simulasi Aktuaria.

    “Mata kuliah pilihan adalah Riset Pasar, Statistika dan Parametrik, dana pensiun dan Asuransi Jiwa.” Terang Lenny.

    Diterangkan Lenny, mata kuliah Prodi Ilmu Aktuaria dibentuk secara bertahap mulai dari dasar matematika/ekonomi berlanjut ke statistika lalu kepada inti Aktuaria terakhir penerapan dan penelitian.

    Dengan cakupan mata kuliah yang luas meliputi Asuransi Umum/Khusus, Manajemen Risiko,Teknologi Keuangan, Data Sains hingga Ekonomi Berkelanjutan.

    Keunggulan Prodi

    Diterangkan, Lenny Puspita Dewi, Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, merupakan ilmu langka dan dibutuhkan.

    “Ilmu Aktuaria masih sedikit peminat namun sangat dicari di industri keuangan dan asuransi di Indonesia.” Tandas Lenny.

    Kedua, Unggul dalam kurikulum yang di set up relevan dengan dunia kerja (industri) dengan menekankan pada penerapan praktis, standarisasi kerja, profesionalisme serta etika bisnis.

    “Keunggulan lainnya berupa dukungan teknologi dengan mengintegrasikan kemajuan digital dan data science sesuai kebutuhan era modern.” Ungkapnya.

    Prospek Karier

    Lalu bagaimana dengan prospek karir dari lulusan Ilmu Aktuaria UMMAD (UMJT), Lenny Puspita Dewi menerangkan, lulusan Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD dapat bekerja dalam banyak sektor pekerjaan.

    “Seperti di perusahaan asuransi & reasuransi, perbankan dan lembaga keuangan, dana pension, konsultan manajemen Risiko, instansi pemerintah serta perusahaan investasi.” Katanya.

    Kompetensi Lulusan

    Lulusan Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD memiliki kompetensi mampu melakukan perhitungan premi, cadangan teknis, dan manajemen risiko keuangan.

    Berkompetensi dalam berfikir analitis, visioner serta berorientasi pada detail. Kemudian memiliki kemampuan pemrograman dan pengolahan data yang baik.

    “Berintegritas tinggi dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Islam.” Pungkas Lenny. (Humas/Joko).