spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 17

    Hukum Memakai Gelang Kalung dan Sejenisnya untuk Menolak Balak 

    0

    Hukum Memakai Gelang Kalung dan Sejenisnya untuk Menolak Balak 

    Oleh Drs. KH. Najih Ihsan

    (Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur)

    Kitab Tauhid Bab 7, disampaikan dalam pengajian agama Islam di Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya Rabu 13 Mei 2026.

    Pertama, Keyakinan orang-orang kafir jahiliyah tentang adanya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan seisinya.

    وَلَئِنْ سَاَ لْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ لَيَـقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۗ قُلْ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ اَرَا دَنِيَ اللّٰهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كٰشِفٰتُ ضُرِّهٖۤ اَوْ اَرَا دَنِيْ بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكٰتُ رَحْمَتِهٖ ۗ قُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ ۗ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُوْنَ

    Artinya :”Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 38).

    Kedua, Pertanyaan yang bernada mengingkari disampaikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, agar Nabi Muhammad juga menanyakan kepada orang-orang musyrik.

    يامر الله نبيه محمدا صلى الله عليه وسلم ، ان يسال المشركين سؤال انكار ان اصنامهم التي يعبدونها مع الله هل تقدر على النفع والضر…؟

    Artinya :“Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan nabinya Muhammad untuk bertanya kepada orang musyrik , dengan mengingkarinya tentang berharap-berhala yang mereka sembah untuk menandingi Allah. Apakah berhala -berhala itu bisa mendatangkan manfaat atau menolak madharat…?

    Ketiga, Pemakaian gelang kalung dan sejenisnya yang diyakini bisa menolak balak, sama sekali tidak bisa mendatangkan manfaat atau menolak mara bahaya tersebut.

    عن عمران بن حصين ان رسول الله صلى الله عليه وسلم راى رجلا في يده خلقة من صفر فقال : ما هذه …؟ قال : من الواهنة فقال: انزعها فانها لا تزيدك الا وهنا فانك لو مت وهي عليك ما افلحت ابدا ، رواه احمد

    Artinya :“Imran bin Husein menuturkan bahwa nabi melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang Kuningan maka beliau bertanya : Apakah ini…? orang itu menjawab : penangkal sakit, nabi pun bersabda : lepaskanlah karena ia tidak menambah pada dirimu kecuali kelemahan sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada di tanganmu , maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”

    Keempat, Yang bisa diambil pelajaran dari hadis tsb diatas adalah sebagai berikut .

    ١. انه ينبغي لمن اراد انكار المنكر ان يساله ولا عن الحال.

    “Diperbolehkan bagi orang yang mengingkari sesuatu dengan cara bertanya”

    ٢. وجوب ازالة المنكر

    “Ada kewajiban untuk membersihkan kemungkaran”

    ٣. اما لبس الحلقة وشبهها لدفع البلاء او لرفعه من الشرك.

    “Memakai gelang dan sejenisnya untuk menolak balak atau mengangkatnya termasuk Syirik”

    ٤. ان الاعمال بالخواتيم

    “Amal perbuatan seseorang dinilai pada akhir dari hayatnya”

    Kelima, Memakai dan menggantungkan jimat dan sejenisnya dengan niat untuk menolak bala termasuk perbuatan syirik.

    عن عقبة ابن عامر مرفوعا ، من تعلق وتميمة فلا اتم الله له، ومن تعلق ودعة فلا ودع الله له، وفي رواية : من تعلق وتميمة فقد اشرك، رواه احمد

    Artinya :“Dari uqbah bin Amir Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dawuh : barang siapa menggantungkan tamimah maka Semoga Allah tidak menyempurnakan hajatnya, dan barangsiapa menggantungkan wadaah Semoga Allah tidak menjadikannya dalam ketenangan. Disebutkan dalam riwayat lain : barang siapa menggantungkan tamimah maka dia telah berbuat syirik.”

    Keenam, Keimanan kepada Allah tidak menutup kemungkinan masih tercampur dengan kesyirikan dengan berbagai macam bentuknya.

    لابن ابى حاتم عن حذيفة انه راى رجلا في يده من الحمى فقطعه وتلا

     قوله تعالى(( وما يؤمن اكثرهم بالله الا وهو مشركو )) يوسف : ١٠٦

    Artinya :“Ibnu Abi Hatim dari Hudzaifah bahwa ia melihat seorang laki-laki di tangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah; Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah.”

    Ketujuh, Dari hadis tersebut di atas bisa diambil beberapa pelajaran.

    ١. انكار لبس الخيط لرفع البلاء او لدفعه وانه شرك

    “Wajib mengingkari pemakaian gelang untuk menolak atau mengangkat balak, karena syirik”

    ٢. وجوب ازالة المنكر لمن يقدر على ازالته

    “Ada kewajiban untuk menghilangkan kemungkaran bagi orang yang mampu melaksanakannya”

    ٣. ان المشركين يقرون بتوحيد الربوبية ومع هذا هم مشركون ، لانهم لم يخلصوا في العبادة

    “Orang musyrik yang mempercayai adanya Allah, namun demikian mereka masih disebut musyrik, karena mereka tidak ikhlas di dalam beribadah kepada Allah”

    Kedelapan, Penulis kitab Tauhid ini membolehkan jika dalam pemakaian kalung dan gelang tersebut ada sebab ilmunya,

    Artinya ada hubungan ilmu antara yang dipakai itu dengan kondisi badan dan tubuhnya seseorang, bisa diuraikan secara ilmiah.

    وشيخ الاسلام لا ينكر السبب الصحيح لرفع او للدفع وانما السبب غير صحيح

    Membanggakan! Murid Spemma Pucang Surabaya Raih Honorable Mention pada Kejuaraan KOSSMI

    0

    Surabaya, kartanusa – Terus berprestasi dan membanggakan, kali ini Elfandra Brinendieva Qitara murid Kelas 8F Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya meraih Honorable Mention pada Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) yang diselenggarakan oleh Abak Academy. Dalam rilisnya Rabu (13/05/2026).

    Dalam kesempatan yang membahagiakan tersebut, Kepala Spemma Pucang Surabaya, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas prestasi yang diraih oleh murid Spemma Pucang Surabaya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut, yang membanggakan sekolah.

    “Spemma Juara! Alhamdulillah, keluarga besar SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh murid kami dalam Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia yang diselenggarakan oleh Abak Academy.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, Ustadz Misbach menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan bahwa siswa Spemma unggul dalam bidang akademik dan juga mampu bersaing dan bersinar di kompetisi sains nasional. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas supportnya khususnya Pembina.

    “Terima kasih kepada Pembina yang telah mendidik dan membimbing serta Bapak/Ibu Guru dan Karyawan yang telah mensupport dan memberikan do’a hingga ananda dapat meraih yang terbaik.” Pungkasnya.

    Senada, dalam kesempatan tersebut juga, Ustadz Sedyo Utomo, S.Pd., Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan Spemma Pucang Surabaya mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT prestasi yang membanggakan sekolah. Tak lupa menyampaikan terimakasih kepada semua atas supportnya sehingga mendapatkan prestasi tersebut.

    “Selamat kepada ananda yang telah berhasil meraih juara. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk mencapai puncak-puncak kesuksesan berikutnya di masa depan.” Tutur Ustadz Sedyo Utomo. (Humas/Gus).

    Prodi Manajemen UMMAD (UMJT) Bahas Kerjasama Kemitraan dengan BPS Kota Madiun

    0

    Madiun, kartanusa – Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) sekarang Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) berkunjung ke Badan Pusat Statistik Kota Madiun (BPS Kota Madiun). Rabu (13/05/2026).

    Dari pihak Prodi Manajemen UMMAD, hadir dalam silaturahmi tersebut adalah Plt. Koordinator Program Studi Ilmu Hukum, Manajemen, Psikologi dan PGSD, Muh.Niam. M.Kesos. Didampingi dosen Prodi Manajemen, Ferry Kurniawan, Hafidh Abdullah Asshidiqie, SE.,M.E., dan Ferry Indra Kurniawan, SE.M.E.

    Kehadiran rombongan silaturahmi dari UMMAD diterima Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, SST. Hafidz menerangkan bahwa dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa materi antara kedua pihak terkait kerjasama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Misalnya pendirian pojok statistik sebagai sarana pencarian dan pengolahan data, magang dan workshop untuk civitas akademika UMMAD. Juga penyelenggaraan kuliah umum atau stadium general perkembangan data dan pengolahan data statistik.

    “Kita menghasilkan kesepahaman dengan BPS terkait pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Tujuannya kita punya perjanjian kerjasama dengan BPS.” Ujar Hafidz.

    Dalam kesempatan yang sama, Fery Kurniawan menambahkan, pihak BPS Kota Madiun memberi respon positif dengan kehadiran Prodi Manajemen UMMAD. Mereka berharap banyak substansi kerjasama yang bisa dijalankan kedepannya. Salah satunya mahasiswa bisa jadi volunteer BPS.

    Follow up dari pertemuan hari ini kita coba untuk membuat kemitraan dengan BPS baru lanjut dengan program kerja.” Ujar Ferry Kurniawan.

    Sementara itu, Muh Niam, M.Kesos., mengungkapkan bahwa latar belakang dilakukannya pertemuan hari ini dengan BPS adalah upaya menciptakan mitra kerjasama bagi Prodi Manajemen sekaligus memperkuat akreditasi prodi maupun universitas.

    “Kunjungan hari ini juga sebagai balasan kunjungan BPS Kota Madiun beberapa waktu yang lalu.” Ujar Muh.Niam.(Humas/Joko).

    Lagi! Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp10,27 Triliun

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan denda administratif sebesar Rp10,27 triliun dan lahan kawasan hutan seluas 2,37 juta hektare kepada negara dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (13/05/2026).

    Kepala Negara menyebut, penyerahan tersebut merupakan bagian penting dari upaya penyelamatan kekayaan negara melalui penertiban kawasan hutan dan penguatan tata kelola sumber daya alam nasional.

    “Bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti.” Ujar Presiden Prabowo Subianto.

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan bahwa penyerahan kali ini merupakan yang keempat, dengan total nilai penyelamatan aset mencapai sekitar Rp40 triliun.

    “Hasil dari penyelamatan ini akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pelayanan publik, termasuk renovasi sekolah dan perbaikan puskesmas di seluruh Indonesia.” Tegasnya.

    Suasana Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan denda administratif sebesar Rp10,27 triliun dan lahan kawasan hutan seluas 2,37 juta hektare kepada negara dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta

    Kepala Negara turut mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan bersama Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BPKP, dan PPATK dalam mengamankan aset negara serta menegaskan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam merupakan amanat konstitusi demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

    “Pemerintah akan terus berjuang menghentikan praktik korupsi dan perampasan kekayaan negara demi masa depan Indonesia dan generasi mendatang.” Pungkasnya.

    Acara penyerahan ini menjadi momentum penting yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum dan mengembalikan kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia. (Humas/Gus).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Bapak Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, pada Selasa, 12 Mei 2026.

    Dalam pertemuan tersebut, dibahas antara lain:

    1. Perkembangan kinerja kementerian koordinator, termasuk upaya pengentasan kemiskinan serta program-program pemberdayaan.
    2. Program perlindungan sosial terus diperkuat dengan alokasi anggaran saat ini telah mencapai sebesar Rp508,6 triliun.
    3. Pemerintah juga menegaskan dukungan penuh terhadap UMKM dan sektor ekonomi kreatif, melalui tambahan anggaran serta penguatan berbagai fasilitas guna mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
    4. Pemetaan 88 kabupaten/kota prioritas sebagai fokus percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Sesuai instruksi Presiden, pengentasan kemiskinan ekstrem 0% adalah target utama di tahun ini.
    5. Sejumlah perhatian khusus dari Presiden terkait penguatan program pemberdayaan masyarakat juga akan segera disampaikan dalam waktu dekat.

    Lewat berbagai upaya tersebut, pemerintah terus memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan UMKM, perluasan perlindungan sosial, dan percepatan pengentasan kemiskinan nasional. Catatan Seskab.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Pada hari ini, Selasa, 12 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono beserta jajaran di Istana Merdeka.

    Dalam pertemuan ini dibahas sejumlah agenda strategis nasional, antara lain:

    Pertama, Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut sebagai langkah jangka panjang untuk:

    • Memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai utara Pulau Jawa dari ancaman kenaikan permukaan air laut yang terus meningkat setiap tahunnya.
    • Memastikan ketahanan lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan.
    • Sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

    Kedua, Perkembangan penanganan bencana di Sumatra, termasuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak.

    Ketiga, Berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi umum yang telah menjadi perhatian khusus Presiden sejak awal pemerintahan.

    Keempat, Di sektor perkeretaapian, pemerintah mempercepat berbagai pembenahan:

    • Penertiban dan penutupan perlintasan sebidang kereta api.
    • Revitalisasi jembatan, hingga penyempurnaan teknologi.
    • Secara khusus, Presiden meminta agar upaya pembenahan ini bisa dilakukan secepat mungkin. Catatan Seskab.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Inspirasi Kehidupan : Rendahnya Integritas, Degradasi Etika Pejabat

    0
    oplus_35

    Inspirasi Kehidupan : Rendahnya Integritas, Degradasi Etika Pejabat

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Bela Negara Jawa Timur)

    Fenomena viralnya insiden dalam ajang cerdas cermat yang melibatkan juri dari staf MPR RI memicu diskursus publik yang tajam mengenai degradasi etika pejabat.

    Ketika seorang pejabat publik atau representasi lembaga negara kehilangan sikap tabayyun (klarifikasi), tidak menghargai peserta, dan terjebak dalam arogansi intelektual “merasa paling benar”, hal ini bukan sekadar masalah perilaku individu, melainkan ancaman terhadap legitimasi moral institusi.

    Dalam kacamata Bela Negara, etika moral pejabat publik adalah benteng pertahanan non-militer yang krusial. Berikut adalah analisis mendalam mengenai etika tersebut:

    Pertama, Etika Publik sebagai Manifestasi Bela Negara : Bela negara sering kali disalahpahami hanya sebagai angkat senjata. Padahal, pengabdian sesuai profesi dengan menjunjung tinggi integritas adalah bentuk bela negara yang paling nyata di masa damai.

    1. Integritas Moral: Pejabat publik adalah simbol negara. Ketika mereka bersikap tidak adil atau arogan, mereka sedang merusak kepercayaan rakyat terhadap negara. Kepercayaan publik (public trust) adalah modal sosial utama dalam pertahanan nasional.
    2. Keteladanan: Pejabat publik wajib menjadi kompas moral. Tanpa keteladanan, narasi patriotisme yang didengungkan lembaga negara akan terdengar kosong dan justru memicu skeptisisme massal.

    Kedua, Bahaya Arogansi: Memutus Rantai Persatuan. Sikap “merasa paling benar” dan enggan melakukan tabayyun adalah antitesis dari nilai-nilai Pancasila.

    1. Pentingnya Tabayyun: Dalam konteks Bela Negara, tabayyun adalah bentuk kehati-hatian dalam mengambil keputusan agar tidak terjadi perpecahan. Pejabat yang gegabah dalam menghakimi atau menyalahkan rakyat (terutama generasi muda) sebenarnya sedang melemahkan kohesi sosial.
    2. Menghargai sebagai Kekuatan: Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada gotong royong dan saling menghargai. Jika juri atau pejabat tinggi tidak mampu menghargai proses belajar warganya, mereka sedang menciptakan jarak yang lebar antara rakyat dan negara.

    Ketiga, Legitimasi Moral dan Pertahanan Non-Militer. Legitimasi moral adalah “senjata halus” seorang pejabat. Jika legitimasi ini hilang, maka fungsi kepemimpinannya lumpuh.

    1. Sanksi Sosial: Di era digital, legitimasi tidak lagi hanya ditentukan oleh SK (Surat Keputusan), tetapi oleh penerimaan publik. Viralitas negatif menunjukkan bahwa rakyat kini bertindak sebagai pengawas moral yang aktif.
    2. Ancaman Disintegrasi: Egoisme pejabat publik dapat memicu apatisme. Jika rakyat merasa tidak dihargai oleh negaranya sendiri, semangat Bela Negara dalam diri masyarakat akan luntur, yang pada jangka panjang mempermudah masuknya ideologi asing yang merusak.

    Reorientasi Etika Pejabat

    Pejabat publik, termasuk staf di lembaga tinggi seperti MPR RI, harus menyadari bahwa jabatan adalah amanah yang menuntut kerendahan hati. Etika moral mereka harus berlandaskan pada:

    Pertama, Akuntabilitas: Berani mengakui kesalahan jika argumennya keliru.

    Kedua, Dialogis: Mengutamakan komunikasi dua arah daripada otoritarianisme pendapat.

    Ketiga, Empati: Menghargai martabat setiap warga negara tanpa memandang posisi.

    Bela negara melalui jalur birokrasi dan pelayanan publik dimulai dari satu hal sederhana: kesadaran bahwa pejabat adalah pelayan, bukan penguasa kebenaran.

    “Tanpa moralitas, kekuasaan hanyalah ornamen yang rapuh di hadapan nurani rakyat”

    Wapres Gibran Tegaskan Transportasi Publik Modern Jadi Prioritas Nasional saat Tinjau Progres MRT Fase 2A

    0

    Jakarta, kartanusa – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi. Hadir juga mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat, meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara – Selatan. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (12/05/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik yang aman, nyaman, modern, dan terintegrasi merupakan prioritas pemerintah.

    “Pembangunan transportasi publik yang aman, nyaman, modern, dan terintegrasi merupakan prioritas pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat perkotaan yang lebih baik.” Ujarnya.

    Wapres RI juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, progres pembangunan MRT Fase 2A telah mencapai 59 persen. Pemerintah menargetkan jalur MRT dari Bundaran HI ke Monas tersambung dan mulai beroperasi pada akhir 2027.

    “Pemerintah menargetkan jalur MRT dari Bundaran HI ke Monas tersambung dan mulai beroperasi pada akhir 2027. Selanjutnya, jalur akan diperpanjang hingga Stasiun Kota dan ditargetkan rampung pada akhir 2029.” Tandas Wapres Gibran.

    Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat, meninjau langsung progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara – Selatan

    Pada kesempatan ini, Wapres Gibran juga mengapresiasi capaian MRT Jakarta fase pertama yang telah melayani sekitar 47 juta penumpang dalam satu tahun operasional.

    “Angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik modern.” Katanya.

    Selain MRT, Wapres Gibran turut mengapresiasi pengembangan LRT dan layanan Transjakarta yang kini menjangkau wilayah aglomerasi dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membebaskan tarif transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat.

    “Kami memberikan penghargaan atas kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membebaskan tarif transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Dosen UNESA Gelar Pelatihan Bahasa Indonesia Praktis untuk Karang Taruna dalam Mendukung SDGs Desa Berkualitas

    0

    Banyuwangi, kartanusa – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kantor Karang Taruna Kelurahan Banjarsari, Kabupaten Banyuwangi.

    Dengan mengusung tema; “Pemberdayaan Karang Taruna melalui Pelatihan Bahasa Indonesia Praktis untuk Komunikasi dan Administrasi Sosial”, yang diikuti sekitar 20 anggota Karang Taruna dan dibuka secara resmi oleh Ketua RW Kelurahan Banjarsari.

    Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan administrasi sosial anggota Karang Taruna agar lebih tertib, profesional, dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas dan penguatan kelembagaan masyarakat.

    Pada sesi pertama, Yermia Nugroho Agung Wibowo menyampaikan materi tentang surat-menyurat administrasi. Ia menegaskan bahwa surat yang baik dapat mempermudah urusan administrasi sekaligus menunjukkan ketertiban suatu desa atau organisasi.

    “Kemampuan menulis surat resmi masih menjadi kebutuhan penting dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat.” Ujarnya.

    Selanjutnya, Abdul Aziz Khoiri menyampaikan materi bertajuk Bahasa Indonesia Administrasi Praktis: Proposal dan Laporan Kegiatan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan proposal tidak diterima, yakni kesalahan bahasa, kesalahan konten, dan kesalahan administrasi.

    “Oleh karena itu, penyusunan proposal dan laporan harus memperhatikan ketepatan bahasa serta kelengkapan administrasi agar dapat dipahami dengan baik oleh pihak terkait.” Tegasnya.

    Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Riki Nasrullah mengenai komunikasi praktis dalam lingkungan sosial. Ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang santun, efektif, dan komunikatif dalam membangun hubungan sosial di tengah masyarakat.

    Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ridho Prihatin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan kapasitas diri anggota Karang Taruna untuk memberikan pelayanan yang baik, benar secara kebahasaan, dan prima kepada masyarakat.

    Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kompetensi generasi muda di lingkungan sosial.

    Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi serta menyampaikan berbagai persoalan administrasi yang sering ditemui dalam kegiatan organisasi kepemudaan dan pelayanan masyarakat.

    Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota Karang Taruna mampu menerapkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi maupun administrasi sosial sehari-hari. (Ridho).

    LPO PP Siap Gelar Muhammadiyah Games 2026: Ajang Sportivitas dan Dakwah Berkemajuan untuk Generasi Muda Indonesia 

    0

    Yogyakarta, kartanusa – Semangat sportivitas dan dakwah berkemajuan akan segera hadir melalui penyelenggaraan The 1st Muhammadiyah Games 2026, ajang olahraga nasional pertama yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 12–23 Mei 2026 dan akan dipusatkan di Yogyakarta, Surakarta, serta Purwokerto.

    Muhammadiyah Games 2026 menjadi program strategis Muhammadiyah dalam membangun sistem pembinaan atlet yang terintegrasi bagi pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari seluruh Indonesia. Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, event ini juga dirancang sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan sportivitas generasi muda melalui olahraga.

    Sebanyak enam cabang olahraga akan dipertandingkan dalam event ini, meliputi panahan, atletik, pencak silat, bulu tangkis, bola voli indoor, dan tenis meja. Total terdapat 122 nomor pertandingan dengan 492 medali yang diperebutkan oleh ribuan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Pelaksanaan pertandingan akan berlangsung di sejumlah venue utama, seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Stadion Mandala Krida, GOR Kridosono, Hyena Sport Area, Edutorium UMS, hingga Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Opening ceremony dijadwalkan berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan pada 16 Mei 2026.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Muhammadiyah Games hadir sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berkarakter.

    The 1st Muhammadiyah Games 2026 bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga media dakwah dan pembinaan karakter generasi muda Muhammadiyah. Kami ingin melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan semangat Islam berkemajuan.” Ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah Games juga menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan visi road to olympics melalui pembinaan atlet sejak usia pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, olahraga dapat menjadi instrumen penting dalam membangun sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Muhammadiyah Games 2026, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or., mengatakan bahwa panitia terus mematangkan berbagai aspek teknis maupun nonteknis menjelang pelaksanaan event nasional tersebut.

    “Kami ingin menghadirkan kompetisi yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, sistem pendaftaran peserta dilakukan secara terintegrasi berbasis digital melalui entry by sport, entry by class, dan entry by name.” Jelasnya.

    Lebih lanjut, Nur Subekti juga menyebut Muhammadiyah Games 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia.

    “Selain menjadi ajang pencarian bakat atlet, event ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai kolaborasi, persaudaraan, dan semangat kompetisi sehat di kalangan generasi muda.” Imbuhnya.

    Lebih jauh, Muhammadiyah Games 2026 mengusung semangat; “Berkemajuan dan Sportivitas untuk Persyarikatan”. Filosofi tersebut tercermin melalui simbol dan identitas visual event yang menggambarkan keberanian, optimisme, integritas, serta nilai keislaman yang adaptif terhadap tantangan zaman modern.

    Melalui penyelenggaraan Muhammadiyah Games 2026, Muhammadiyah berharap olahraga dapat menjadi ruang strategis untuk mencetak generasi muda yang sehat, progresif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi. Tidak hanya menjadi arena pertandingan, event ini diharapkan mampu menghadirkan “satu arena, sejuta cerita” bagi seluruh peserta dan masyarakat Indonesia. (Ivan).