spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 20

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026.

    Dalam ratas tersebut, disebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat mencapai 5,61 persen melampaui proyeksi berbagai lembaga internasional dan menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara G20, termasuk Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat.

    Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi masyarakat yang kuat serta kinerja ekspor-impor yang positif. Inflasi sukses ditekan oleh pemerintah di angka 2,42%. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan juga sangat tinggi, tercermin dari dana pihak ketiga yang tumbuh 13,55% dan pertumbuhan kredit di 9,49%.

    Merespons dinamika global, Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pengawalan ketat terhadap nilai tukar Rupiah yang saat ini memiliki potensi besar untuk kembali menguat. Melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang erat, Pemerintah dan BI menyepakati 7 langkah strategis.

    Langkah ini mencakup penguatan intervensi pasar valas, koordinasi optimalisasi Surat Berharga Negara (SBN), penjagaan likuiditas, hingga penyesuaian batas pembelian dolar domestik demi menjaga stabilitas sistem keuangan.

    Pemerintah memastikan bahwa ekonomi Indonesia sedang berada dalam fase ekspansi yang kuat. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, pemerintah mengeksekusi beberapa langkah strategis seperti Penerbitan Panda Bonds di Tiongkok untuk diversifikasi pembiayaan dengan bunga kompetitif, mengurangi ketergantungan pada Dolar AS, dan menyiapkan peluncuran stimulus tambahan untuk terus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di triwulan kedua. Selain itu, pemerintah juga melaporkan perkembangan regulasi terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan segera diberlakukan.

    Rapat terbatas ini menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo yakni menjaga stabilitas sebagai fondasi utama dan memastikan bahwa pertumbuhan tetap inklusif serta berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia menunjukkan ketahanan dan terus melaju dengan optimisme. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Gelar RAT Pertama, Koperasi Spemma Sejahtera Bagikan SHU Ratusan Juta kepada Anggota 

    0

    Surabaya, kartanusa – Tepat di bulan Ramadhan 1446 Hijriyah yang penuh berkah, Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya meresmikan berdiri koperasi yang diberi nama “Koperasi Spemma Sejahtera”. Koperasi ini dalam rangka meningkatkan penghasilan guru dan karyawan melalui Amal Usaha Sekolah.

    Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana, telah berhasil dilaksanakan oleh Pengurus Koperasi Spemma Sejahtera (KOPSJA), dimana periode dimulai di Mei 2025 dan 27 April 2026 telah tutup anggaran, dan telah membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU), Rp.127.483.777. Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan di Meeting Room Spemma Pucang Surabaya pada Selasa (04/05/2026).

    Dalam RAT perdana Tahun 2025-2026 ini, mengambil tema; “Bergerak dengan Amanah, Tumbuh dengan Berkah, Meraih Sejahtera Bersama”, meneguhkan komitmen bersama membesarkan koperasi untuk kesejahteraan bersama, khususnya bagi guru dan karyawan Spemma Pucang Surabaya.

    Dalam sambutannya, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., Kepala Spemma Pucang Surabaya menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Spemma Sejahtera edisi pertama yang berjalan lancar, sukses dan membanggakan.

    Ia kemudian mengucapkan terimakasih kepada guru dan karyawan yang telah bergabung, serta mengajak kepada guru dan karyawan Spemma Pucang Surabaya untuk segera bergabung bagi yang belum. Ia menegaskan bahwa koperasi ini milik bersama dan untuk kesejahteraan bersama, khususnya bagi guru dan karyawan.

    “Koperasi ini milik bersama, untuk kesejahteraan bersama, maka semua harus bergabung dan membesarkan koperasi ini sehingga kesejahteraan kembali kepada anggotanya, dalam hal ini adalah guru dan karyawan Spemma Pucang Surabaya.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sesuai dengan tema; “Bergerak dengan Amanah, Tumbuh dengan Berkah, Meraih Sejahtera Bersama”, mari komitmen bersama membesarkan Koperasi Spemma Sejahtera ini sehingga memberikan kesejahteraan bagi anggota, yakni guru dan karyawan Spemma Pucang Surabaya.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Koperasi Spemma Sejahtera, Ustadz Masduki, S.Pd., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) periode anggaran 2025-2026. Ia kemudian menyampaikan laporan tahunan dan evaluasi terhadap program anggaran 2026-2027.

    “Untuk anggota kita terdiri dari 9 Pengurus, 54 anggota lama dan 12 anggota baru. Dalam pengelolaan, kita berpedoman pada adalah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi Spemma Pucang Surabaya yang telah disepakati sebelumnya.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam RAT ini, pengurus akan menyampaikan beberapa hal, yakni; Laporan Pertanggungjawaban, Evaluasi Program dan Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) serta Usulan anggota.

    Beberapa usulan yang telah disampaikan Pengurus Koperasi Spemma Sejahtera, yakni:

    1. Mitra kantin diharapkan memiliki lisensi sehingga semakin terjaga kualitasnya.
    2. Konsumsi rapat Spemma Pucang dikelola oleh kantin.
    3. Stiker mobil antar jemput, sebagai media promosi Spemma Pucang Surabaya.
    4. Anggota ingin menanam modal, sehingga modal usaha Koperasi Spemma Sejahtera semakin besar.
    5. Sewa/pinjam tenant kantin untuk rapat, atau kegiatan dari mitra.
    6. Voucher reward bagi anggota terbaik, sehingga anggota termotivasi untuk meningkatkan perannya di koperasi.
    7. Pengembangan sembako guru karyawan dengan sistem PO. (Humas/Gus).

    Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Reformasi Polri Ditargetkan Berjalan hingga 2029

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (05/05/2026).

    Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut, dibahas laporan komprehensif mengenai agenda reformasi Polri, mencakup arah kebijakan jangka pendek hingga menengah.

    Ketua KPRP Jimly Asshiddiqie, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa komisi melaporkan seluruh hasil kerja sejak pembentukannya, termasuk proses penyerapan aspirasi dari berbagai pihak.

    “Hasil kerja tersebut dirumuskan dalam 10 buku laporan yang memuat rekomendasi kebijakan reformasi secara menyeluruh, mulai dari usulan revisi Undang-Undang Polri hingga penyusunan peraturan turunan untuk mendukung implementasinya.” Ujarnya.

    Selain itu, lanjut Prof. Jimly, bahwa komisi mengusulkan agenda reformasi internal yang mencakup perubahan terhadap sejumlah regulasi di tubuh Polri.

    “Reformasi tersebut ditargetkan dapat berjalan hingga tahun 2029 sebagai bagian dari agenda jangka menengah.” Tandasnya.

    Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan arahan atas sejumlah isu strategis, salah satunya terkait wacana pembentukan Kementerian Keamanan yang akhirnya diputuskan tidak perlu dilanjutkan.

    Presiden juga menegaskan bahwa terkait mekanisme pengangkatan Kapolri, Presiden memutuskan agar mekanisme yang berlaku saat ini tetap dipertahankan, yakni Kapolri diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

    “Mekanisme yang berlaku saat ini tetap dipertahankan, yakni Kapolri diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.” Tegasnya.

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap penguatan fungsi pengawasan eksternal melalui Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Presiden menyetujui penguatan peran Kompolnas agar lebih independen dan memiliki kewenangan yang mengikat.

    Pemerintah juga akan mengatur secara lebih tegas mengenai jabatan yang dapat diduduki oleh anggota Polri di luar struktur kepolisian. Pengaturan tersebut akan dibuat secara limitatif dalam peraturan perundang-undangan.

    Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen institusi Polri untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi KPRP. Kapolri menyambut baik berbagai usulan tersebut dan siap mengimplementasikannya secara bertahap.

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyetujui sejumlah poin penting untuk memperkuat reformasi Polri ke depan, antara lain:

    1. Kedudukan Polri tetap berada langsung di bawah arahan Bapak Presiden. Tidak akan ada pembentukan kementerian keamanan khusus atau peletakan Polri di bawah kementerian yang sudah ada.
    2. Mekanisme pengangkatan Kapolri tidak berubah. Bapak Presiden akan tetap mengajukan nama calon Kapolri kepada DPR RI untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum diangkat secara resmi.
    3. Kewenangan Kompolnas akan diperluas dan diperkuat menjadi lembaga pengawas eksternal yang independen dengan keputusan yang mengikat. Hal ini nantinya akan diikuti dengan penyesuaian pada Undang-Undang Kepolisian.
    4. Seluruh buku rekomendasi pembangunan jangka panjang Polri ini nantinya akan dibuka untuk publik agar masyarakat luas dapat ikut membaca dan mengawasi. Pemerintah juga akan menyiapkan Inpres/Keppres sebagai landasan pelaksanaannya secara bertahap.

    Di akhir sesi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa reformasi Polri bukan sekadar wacana, tetapi proses berkelanjutan untuk membangun institusi kepolisian yang profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat. (Humas/Gus).

    Gus Ipul, Sekjen PBNU Tegaskan Muktamar NU Digelar Agustus 2026

    0

    Jombang, kartanusa —Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf, yang sering dipanggil Gus Ipul menegaskan bahwa Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar pada Agustus 2026.

    Hal tersebut disampaikan oleh Gus Ipul saat menghadiri Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang di Kantor PCNU Jombang. Dilansir dari laman resmi media sosial PCNU Kabupaten Jombang pada Ahad (03/05/2026).

    “Hasil rapat pleno PBNU telah memerintahkan agar Muktamar segera digelar pada Agustus 2026. Jadi Muktamar itu wajib Agustus.” Tegas Gus Ipul yang juga sebagai Ketua Panitia Muktamar NU ini.

    Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan bahwa arahan untuk mempercepat pelaksanaan Muktamar juga telah disampaikan oleh Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, dimana untuk Muktamar NU dilaksanakan pada awal Agustus.

    “Persiapan menuju Muktamar terus dimatangkan. Panitia Muktamar sudah terbentuk. Begitu juga dengan kepesertaan, baik dari cabang maupun wilayah, juga telah siap.” Ungkapnya.

    Gus Ipul juga mengatakan bahwa Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PCNU maupun PWNU yang telah memenuhi syarat juga telah diselesaikan. Ia juga menegaskan bahwa SK tersebut akan selesai pada bulan ini (Mei Red).

    “SK-SK kepengurusan, baik PCNU maupun PWNU yang memenuhi syarat, sudah selesai semua ditandatangani bulan ini.” Tandas Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia.

    Sebelum Muktamar, lanjut Gus Ipul, bahwa PBNU juga akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes), yang akan dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum Muktamar Agustus 2026.

    “Muktamar akan didahului Munas dan Konbes. Insyaallah digelar paling lambat satu bulan sebelum Agustus. Panitianya juga sudah terbentuk dan tersusun, tinggal di-SK-kan secara resmi oleh PBNU.” Tegasnya.

    Menurutnya, seluruh proses organisasi di NU harus dijalankan dengan jujur, ikhlas, terbuka, dan sesuai aturan. Menurutnya, mengurus NU bukan sekadar urusan jabatan atau kepentingan, melainkan jalan mencari berkah.

    “Di NU itu kita mencari berkah. Maka harus jujur, ikhlas, dan terbuka. Kalau bermain-main, berkahnya akan hilang dan urusannya akan makin sulit.” Tandasnya.

    Gus Ipul juga mengajak seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk menjaga niat, memperkuat kebersamaan, serta mengikuti seluruh tahapan organisasi dengan baik.

    “NU ini besar karena keikhlasan para kiai, para masyayikh, dan seluruh pengurusnya. Maka mari kita jaga organisasi ini dengan cara yang benar, terbuka, dan penuh tanggung jawab.” Jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut juga, Gus Ipul meminta kepada warga dan para pengurus NU tidak mudah percaya pada berita bohong atau informasi yang tidak benar terkait proses penandatanganan SK kepengurusan.

    “Jangan percaya berita bohong. Ada yang mengatakan saya tidak mau tanda tangan, padahal saya tidak mau menandatangani yang tidak memenuhi syarat. Yang memenuhi syarat semua sudah saya tandatangani. Bukti tertulis sudah saya laporkan lengkap saat rapat gabungan PBNU.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 185 pelajar yang tergabung dalam Forum OSIS Jawa Barat di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (05/05/2026).

    Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, para pelajar yang berasal dari 160 SMA, SMK, dan MA di Jawa Barat tersebut diajak untuk berkeliling dan mengenal lebih dekat Istana Merdeka, Istana Negara, hingga Kantor Presiden sebagai pusat perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan.

    Program ini menjadi ruang belajar langsung bagi generasi muda untuk memperluas wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan sejak dini. Biro Humas Kemensetneg.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Capacity Building : 5 Pilar Teamwork Efektif di SD Muhammadiyah 24 Surabaya

    0

    Malang, kartanusa – Dengan lima pilar teamwork efektif; trust, communication, collaboration, commitment, dan appreciation, setiap tantangan dapat dihadapi bersama. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo dalam Capacity Building Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Sabtu-Ahad (2-3/04/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., Wakil Ketua PCM Wonokromo menegaskan bahwa menjadi Sekolah Unggul bukan berarti sekolah tanpa masalah.

    “Justru, Sekolah Unggul adalah sekolah yang mampu menghadapi berbagai problematika dengan cara yang baik, terarah, dan melibatkan semua warga sekolah.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, di Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, keunggulan tidak hanya dibangun dari program akademik, prestasi siswa, atau fasilitas sekolah.

    “Keunggulan juga lahir dari kekuatan teamwork antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah.” Imbuhnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa bayangkan sebuah pagi di SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Bel masuk berbunyi, siswa datang dengan berbagai karakter. Ada yang semangat belajar, ada yang masih perlu dibimbing kedisiplinannya, ada yang memiliki potensi besar tetapi kurang percaya diri.

    “Di ruang guru, para pendidik sedang menyiapkan pembelajaran, menghadapi tuntutan administrasi, target prestasi, komunikasi dengan wali murid, serta dinamika perkembangan anak-anak zaman sekarang.” Urainya.

    5 Pilar Teamwork Efektif di SDM 24 Surabaya

    Di tengah semua tantangan itu, sekolah tidak bisa berjalan hanya dengan satu orang hebat. Sekolah unggul membutuhkan tim yang kuat.

    Pertama, Trust; Saling Percaya: Pilar pertama adalah trust, yaitu saling percaya. Di sekolah unggul, kepala sekolah perlu percaya kepada guru bahwa mereka mampu mengelola kelas, mendidik siswa, dan menjalankan program sekolah. Guru juga perlu percaya kepada pimpinan bahwa setiap kebijakan dibuat untuk kemajuan bersama.

    “Orang tua perlu percaya kepada sekolah bahwa anak-anak mereka dibimbing dengan penuh tanggung jawab.” Tegasnya.

    Namun, lanjut Ustadz Taufik, kepercayaan tidak muncul secara instan. Kepercayaan dibangun melalui konsistensi, keterbukaan, dan keteladanan. Misalnya, ketika ada siswa yang mengalami masalah kedisiplinan, guru tidak langsung menyalahkan orang tua. Orang tua juga tidak langsung menyalahkan guru.

    “Keduanya saling percaya bahwa semua pihak ingin mencari solusi terbaik untuk anak. Dari kepercayaan inilah lahir suasana kerja yang aman, nyaman, dan saling mendukung.” Katanya.

    Kedua, Communication; Komunikasi yang Jelas dan Santun: Pilar kedua adalah communication, yaitu komunikasi. Salah satu problematika sekolah adalah miskomunikasi.

    Kadang program sekolah sudah baik, tetapi tidak tersampaikan dengan jelas kepada guru, siswa, atau wali murid. Kadang maksud guru baik, tetapi diterima berbeda oleh orang tua. Kadang siswa mengalami kesulitan, tetapi tidak berani menyampaikan.

    “Karena itu, SD Muhammadiyah 24 Surabaya sebagai sekolah unggul perlu membangun budaya komunikasi yang jelas, santun, dan solutif.” Tandasnya.

    Ia kemudian mencontohkan ketika ada perubahan jadwal kegiatan, informasi harus disampaikan secara tertib. Ketika ada keluhan dari wali murid, sekolah perlu mendengar terlebih dahulu sebelum menjawab. Ketika guru menghadapi kendala di kelas, perlu ada ruang diskusi agar masalah tidak dipendam sendiri.

    “Komunikasi yang baik bukan sekadar banyak berbicara, tetapi mampu menyampaikan pesan dengan adab, mendengar dengan empati, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.” Jelasnya.

    Ketiga, Collaboration; Kolaborasi untuk Mencapai Tujuan Bersama: Pilar ketiga adalah collaboration, yaitu kolaborasi. Sekolah Unggul tidak bisa dibangun oleh kepala sekolah saja, guru saja, atau orang tua saja. Semua harus bergerak bersama.

    “Dalam praktiknya, kolaborasi terlihat ketika guru saling berbagi strategi mengajar, wali kelas bekerja sama dengan guru mapel, tim kesiswaan membantu menangani karakter siswa, dan orang tua mendukung pembiasaan baik di rumah.” Katanya.

    Misalnya, lanjut Ustadz Taufik, ketika sekolah ingin meningkatkan budaya literasi, tugas itu bukan hanya milik guru Bahasa Indonesia. Guru kelas, pustakawan, orang tua, bahkan siswa dapat dilibatkan. Guru membiasakan membaca di kelas, orang tua mendampingi anak membaca di rumah, dan sekolah menyediakan ruang apresiasi bagi siswa yang aktif literasi.

    “Kolaborasi membuat masalah sekolah tidak terasa sebagai beban individu, melainkan sebagai tanggung jawab bersama.” Tandasnya.

    Keempat, Commitment; Komitmen terhadap Visi Sekolah Unggul: Pilar keempat adalah commitment, yaitu komitmen. Sekolah unggul membutuhkan orang-orang yang tidak hanya semangat di awal, tetapi konsisten sampai akhir. Komitmen berarti tetap menjalankan tugas dengan tanggung jawab meskipun menghadapi tantangan.

    Problematika sekolah bisa bermacam-macam: siswa yang beragam karakternya, tuntutan prestasi, adaptasi kurikulum, perkembangan teknologi, keterbatasan waktu, hingga harapan tinggi dari masyarakat.

    Di tengah semua itu, komitmen menjadi penguat.

    Guru tetap hadir dengan energi mendidik. Kepala sekolah tetap menjaga arah visi. Tenaga kependidikan tetap melayani dengan baik. Orang tua tetap mendampingi anak di rumah. Siswa juga belajar untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.

    “Komitmen membuat sekolah tidak mudah goyah oleh masalah, karena semua warga sekolah sadar bahwa mereka sedang membangun masa depan anak-anak.” Tandasnya.

    Kelima, Appreciation; Saling Menghargai dan Mengapresiasi: Pilar kelima adalah appreciation, yaitu apresiasi.

    Dalam perjalanan menjadi sekolah unggul, sering kali yang terlihat hanya hasil besar: juara lomba, nilai bagus, atau program sukses. Padahal di balik itu ada banyak usaha kecil yang perlu dihargai.

    Guru yang sabar membimbing siswa perlu diapresiasi. Siswa yang mulai berani berbicara di depan kelas perlu dihargai. Orang tua yang aktif mendukung program sekolah perlu diberi ucapan terima kasih. Tenaga kependidikan yang menjaga kebersihan, administrasi, dan pelayanan sekolah juga memiliki peran penting.

    Apresiasi tidak harus selalu berupa hadiah besar. Senyum, ucapan terima kasih, pujian yang tulus, dan pengakuan atas kerja keras sudah mampu menumbuhkan semangat.

    “Sekolah yang penuh apresiasi akan melahirkan warga sekolah yang merasa dihargai, dicintai, dan terdorong untuk terus berkembang.” Katanya.

    Menjadi SD Muhammadiyah 24 Surabaya yang unggul bukan berarti bebas dari problematika. Justru problematika adalah bagian dari proses bertumbuh.

    Dengan lima pilar teamwork efektif ; trust, communication, collaboration, commitment, dan appreciation, setiap tantangan dapat dihadapi bersama.

    Keunggulan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari kemampuan seluruh warga sekolah untuk saling percaya, berkomunikasi dengan baik, berkolaborasi, berkomitmen, dan saling menghargai.

    “Pada akhirnya, sekolah unggul adalah sekolah yang mampu berkata: Masalah kita hadapi bersama, prestasi kita raih bersama, dan keberhasilan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama.” Pungkasnya. (Taufikhi).

    Presiden Prabowo Subianto Ingatkan Libatkan Kampus Jadi Mitra Strategis Pemda

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berperan aktif membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan lingkungan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia (RI) Brian Yuliarto, usai diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin (04/05/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia (RI) Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menanyakan perkembangan implementasi keterlibatan kampus dalam mendukung kebutuhan daerah.

    “Presiden menanyakan perkembangan implementasi arahan sebelumnya terkait keterlibatan kampus dalam mendukung kebutuhan daerah melalui keahlian akademik dan riset.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Presiden dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang-bidang yang relevan seperti teknik lingkungan, arsitektur, hingga teknologi pengolahan sampah.

    “Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung program penataan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.” Tegasnya.

    Sebagai tindak lanjut, Kemendiktisaintek Republik Indonesia akan segera mengonsolidasikan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk membentuk tim-tim ahli yang dapat menjadi mitra strategis bagi kepala daerah.

    “Program ini juga sejalan dengan inisiatif ‘Kemdiktisaintek Berdampak’, yang mendorong agar kegiatan pendidikan dan penelitian di perguruan tinggi lebih relevan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Pada hari Minggu siang hingga malam, Bapak Presiden Prabowo Subianto menerima beberapa tokoh untuk berdiskusi, antara lain Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam pertemuan yang berlangsung di Hambalang, Jawa Barat, 3 Mei 2026.

    Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin bulanan bersama PPATK terkait evaluasi transaksi keuangan, serta pengawasan ketat terhadap aliran dana guna mendukung transparansi pemerintah. Dalam diskusi ini, ditekankan pula pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

    Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus disalurkan secara tepat sasaran, dikelola dengan penuh tanggung jawab, dan dieksekusi tepat waktu. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen tegas Bapak Presiden dalam mewujudkan tata kelola negara yang bersih dan bebas dari korupsi. BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Imtihan dan Khotaman MBS Jombang : Kombinasi Prestasi Akademik dan Pembinaan Akhlak

    0

    Jombang, kartanusa – Upaya wujudkan generasi unggul, SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jombang sukses menyelenggarakan kegiatan Imtihan dan Khotaman, yang berlangsung penuh khidmat pada akhir pekan ini. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para santri untuk menunjukkan prestasi akademik sekaligus mendalami nilai-nilai keagamaan. Ahad (03/05/2026)

    Imtihan, sebagai ujian akademik, dilaksanakan untuk menilai kemampuan santri dalam berbagai mata pelajaran, sementara Khotaman Al-Qur’an menjadi sarana pembinaan akhlak dan peningkatan keimanan. Kegiatan ini menghadirkan para guru, wali santri, serta seluruh civitas akademika MBS Jombang, yang ikut memberikan dukungan moral kepada para peserta.

    Dalam sambutannya, Wakil Direktur MBS Jombang, Ustadz Fathur Rohman, S.Ag., menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

    “Jadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup karena di dunia ini penuh tantangan, godaan, serta ujian. Barang siapa yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, maka mereka tidak akan tersesat.” Pesannya kepada seluruh santri.

    Lebih lanjut, Ustadz Fathur juga mengingatkan agar para santri senantiasa menjaga lisan, perilaku, dan istiqomah dalam beribadah sebagai bekal menghadapi kehidupan.

    Kegiatan Imtihan dan Khotaman ini tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter santri yang berlandaskan nilai Islami. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari ujian tertulis, presentasi hafalan Al-Qur’an, hingga sesi tanya jawab yang menguji pemahaman mereka terhadap isi dari Al Qur’an.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah MBS, Ustadz Imam Fauzi Rohman, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.

    “Dengan demikian, lulusan MBS diharapkan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam akhlak dan keimanan.” Ujarnya.

    Kegiatan Imtihan dan Khotaman MBS Jombang ditutup dengan doa bersama, harapan, dan motivasi agar para santri terus istiqomah dan mampu menerapkan ilmu serta akhlak yang telah dipelajari di kehidupan sehari-hari. (Furqon).

    PCM Wonokromo Apresiasi Capacity Building Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya, Upaya Wujudkan Keunggulan Sekolah 

    0
    Oplus_16908288

    Malang, kartanusa – Upaya kuatkan kebersamaan dan soliditas tim, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar kegiatan Capacity Building Guru dan Karyawan di Hotel Kusuma Agrowisata Malang. Sabtu-Ahad (2-3/05/2026).

    Dengan mengusung tema; “Teamwork Makes The Dream Work: Kuatkan Sinergi, Wujudkan Sekolah Unggul”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, kolaborasi, dan semangat berkemajuan seluruh warga sekolah.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo; Bendahara Ustadz Muriansa, A.Md.Ak., dan Wakil Ketua Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md. Hadir juga jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo diwakili Wakil Ketua Ustadz Suradi, SE., dan Ustadzah Luluk Humaidah, M.Pd.

    “Tim yang kuat bukan lahir dari orang-orang yang sama, tetapi dari kemampuan menyatukan perbedaan menjadi kekuatan.” Ujar Bendahara PCM Wonokromo Ustadz Muriansa.

    Lebih lanjut, Ustadz Muriansa juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Capacity Building ini. Menurutnya, Sekolah Unggul tidak hanya dibangun oleh program yang baik, tetapi juga oleh sistem yang kuat dan kerja sama tim yang solid.

    “Setiap guru dan karyawan memiliki karakter, kemampuan, serta keahlian yang berbeda-beda.” Tegasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa perbedaan tersebut bukanlah penghalang, melainkan potensi besar yang perlu dikolaborasikan. Ketika setiap individu mampu saling melengkapi, maka akan lahir energi positif yang berdampak pada kemajuan sekolah.

    “Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 24 Surabaya berkomitmen untuk terus menguatkan sinergi antar pendidik dan tenaga kependidikan.” Tandasnya.

    Ia juga mengungkapkan harapannya, agar kebersamaan yang terbangun tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi terus menjadi budaya kerja yang produktif.

    “Kami berharap kebersamaan yang terbangun tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi terus menjadi budaya kerja yang produktif, harmonis, dan berorientasi pada terwujudnya sekolah unggul berkarakter.” Pungkasnya. (Taufikhi).