Surabaya, kartanusa – Di tengah suasana penuh khidmat di Ballroom Hotel Luminor, Ahad pagi 7 Juni 2026, seluruh hadirin menyimak dengan seksama pesan yang disampaikan Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.
Bukan sekadar sambutan biasa, tetapi bekal kehidupan yang dirangkum dalam satu kata sederhana namun penuh makna: BISA; Berakhlak Mulia, Inovasi, Siap Menghadapi Tantangan, dan Amanah.
Dalam sambutannya, Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya menyampaikan bahwa setiap siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya harus memiliki empat karakter utama yang akan menjadi kompas perjalanan hidupnya, yakni; BISA.
Empat Karakter Utama; BISA
Pertama, B adalah Berakhlak Mulia: Ilmu yang tinggi tidak akan bermakna tanpa akhlak yang luhur. Karena itu, persyarikatan Muhammadiyah senantiasa menempatkan pembentukan akhlakul karimah sebagai tujuan utama pendidikan.
Akhlak itu diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah, salah satunya dengan menjaga shalat lima waktu. Tidak hanya ketika berada di sekolah, tetapi juga saat berada di rumah.
“Kemandirian dalam menjalankan shalat menjadi pekerjaan rumah bersama antara siswa dan orang tua.” Tegasnya.
Kedua, I adalah Inovasi: Dunia terus berubah. Generasi masa depan tidak cukup hanya menjadi pengikut, tetapi harus mampu melahirkan ide, karya, dan solusi.
“SMPM 4 Gadung Surabaya harus didorong untuk mencetak siswa yang kreatif, berpikir maju, dan berani menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.” Ungkapnya.
Ketiga, S adalah Siap Menghadapi Tantangan: Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mudah, akan ada ujian, kegagalan, dan rintangan yang menghadang. Namun generasi hebat adalah mereka yang tidak mudah menyerah.
“Mereka siap bangkit, belajar dari setiap kesulitan, dan menjadikannya sebagai batu loncatan menuju keberhasilan yang lebih besar.” Katanya penuh semangat.
Keempat, A adalah Amanah: Kesuksesan sejati bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Ketika seseorang dipercaya, ia harus menjaga kepercayaan itu dengan penuh tanggung jawab. Sebab di luar sana banyak orang yang membutuhkan kontribusi, kepedulian, dan keteladanan dari generasi muda yang amanah.
Inspirasi Perjuangan Sepanjang Masa
Ustadz Dikky, panggilan akrabnya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur mengingatkan sebuah pesan Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Insyira:
فَاِ ذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ
Artinya :“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),” (QS. Al-Insyirah 94: 7).
وَاِ لٰى رَبِّكَ فَا رْغَبْ
Artinya :“dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah 94: 8).
Pesan ini, lanjut Ustadz Dikky, mengajarkan bahwa kesuksesan bukanlah titik akhir. Setelah satu target tercapai, masih ada target berikutnya yang harus diperjuangkan. Setelah satu prestasi diraih, masih ada pengabdian yang harus diberikan.
“Generasi unggul adalah mereka yang terus bergerak maju tanpa kehilangan arah kepada Allah.” Tandasnya.
Di penghujung sambutannya, Ustadz Dikky mencairkan suasana, yang semula serius mendadak mencair oleh pantun sederhana namun mengena: “Di Kertajaya beli duren, SMP Muhammadiyah 4 emang keren.”
Pantun itu disambut senyum dan tepuk tangan hadirin. Namun, di balik kesederhanaannya tersimpan sebuah keyakinan besar: bahwa Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya bukan hanya tempat menuntut ilmu.
Tetapi menegaskan bahwa Spempat Gadung Surabaya adalah tempat lahirnya generasi yang; BISA berakhlak mulia, BISA berinovasi, BISA menghadapi tantangan, dan BISA menjadi pribadi yang amanah serta bermanfaat bagi sesama.
“Karena masa depan tidak dibangun oleh mereka yang sekadar pintar, tetapi oleh mereka yang BISA menjaga iman, ilmu, dan pengabdian dalam satu langkah kehidupan.” Pungkasnya. (Taufikhi).