Surabaya, kartanusa — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Wilayah Jawa Timur menggelar rapat musyawarah penting yang dipimpin langsung oleh Ketua DDII Jatim. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026, bertempat di Markaz Dakwah Kompleks Masjid Al Hilal, Surabaya.
Musyawarah ini membahas berbagai agenda strategis guna menyamakan langkah kepengurusan periode berjalan hingga akhir masa bakti pada tahun 2028, mulai dari penataan struktur organisasi, percepatan program wakaf, hingga penguatan gerakan kaderisasi dai.
Konsolidasi Organisasi dan Penataan Biro
Menyusul telah turunnya Surat Keputusan (SK) reshuffle dari pengurus pusat, rapat menggarisbawahi beberapa catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti demi kelancaran roda organisasi:
Pertama, Kejelasan Struktur Biro: Munculnya dinamika terkait posisi biro di bawah koordinasi Ketua I dan II serta biro yang berdiri sendiri memerlukan kejelasan alur.
“Pengurus DDII Jatim sepakat untuk segera meminta kejelasan struktur koordinasi kepada pimpinan pusat.” Ujar Ustadz Tom Mas’udi, Sekretaris DDII Jawa Timur.
Kedua, Penyediaan Buku AD/ART Terbaru: Mengingat sebagian besar pengurus daerah dalam waktu dekat bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda), pengurusan buku Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) versi terbaru menjadi prioritas.
Ketiga, Penyegaran Komunikasi dan Ta’aruf: Kontak person jajaran pengurus baru akan segera dihimpun untuk dimasukkan ke dalam grup koordinasi resmi guna mempercepat proses ta’aruf (perkenalan) dan sinergi internal.
Keempat, Fokus Kaderisasi: Semangat dasar kepengurusan tetap diletakkan pada dua pilar utama, yaitu kaderisasi dai dan penguatan kelembagaan pengurus.
Akselerasi Program Kerja dan Pengelolaan Wakaf
Sesi pembahasan program kerja, lanjut Ustadz Tom Mas’udi, menegaskan bahwa menghasilkan sejumlah keputusan taktis yang mencakup bidang sosial, pendidikan dai, hingga optimalisasi aset wakaf:
- Bakti Sosial (Baksos): Agenda baksos di Kabuh, Kabupaten Jombang, yang sebelumnya direncanakan dalam waktu dekat, resmi digeser pelaksanaannya ke bulan September 2026.
- Pengamanan dan Produktivitas Aset Waka; Bangil Pasuruan, Manyar Gresik, Tulungagung dan Ngrimbi Jombang.
“Muncul gagasan penting untuk membentuk instrumen dana wakaf abadi guna mendukung kesinambungan kegiatan Dewan Dakwah.” Ujar Ustadz Tom, panggilan akrabnya.
Penguatan Gerakan Dai dan Optimalisasi Zona
Dalam kesempatan tersebut juga, Ustadz Tom, menyampaikan bahwa bidang pembinaan umat dan kader, DDII Jatim terus memperkuat sinergi melalui beberapa langkah konkret:
- Komunitas Dai Muda: Lahirnya komunitas ini diwujudkan melalui program silaturahmi ke berbagai pesantren guna membangun kolaborasi pelatihan dan penguatan dai di daerah.
- Gerakan 600 Dai: Program pendidikan dan Majelis Pembinaan Kader (MPK) diselaraskan dalam satu napas gerakan untuk mengoptimalkan peran 600 dai di seluruh wilayah Jawa Timur.
- Penguatan Wilayah dan Forum Raker: Pertemuan daerah akan dioptimalkan berbasis zona. Dalam waktu dekat, direncanakan pula forum Rapat Kerja (Raker) atau Rapat Koordinasi (Rakor) bertempat di lingkungan pesantren.
Agenda Terdekat Pengurus DDII Jatim
Sebagai tindak lanjut musyawarah, sejumlah agenda penting siap dieksekusi dalam pekan-pekan mendatang:
- Rabu, 12 Agustus 2026: Pertemuan perwujudan pengurus dan orientasi untuk wilayah Kota Kediri.
- Ahad, 23 Agustus 2026 Pukul 09.00 WIB: Pelantikan pengurus DDII Pamekasan yang dipusatkan di Kompleks Masjid Qudus, Pamekasan.
- Penguatan Media dan IT: Pertemuan khusus Biro Komunikasi bersama bidang media dan IT di bawah koordinasi Bapak Oni untuk mendongkrak efektivitas dakwah digital.
Musyawarah ditutup dengan doa bersama. Segenap jajaran pengurus berharap Allah SWT senantiasa meneguhkan iman, memberikan kemudahan, serta memberkahi setiap langkah dakwah DDII Jawa Timur hingga tuntas di tahun 2028. (Humas/Gus).








